" Ya Aku Bisa...."

" Ya Aku Bisa...."
Perjodohan


__ADS_3

" Terima kasih ibu....terima kasih untuk semuanya..." bisik Widi lirih. Ibu Farid mengangguk kembali memeluk Widi. Widi melepas pelukannya. Tersenyum. Lalu mereka makan malam.


Selagi makan malam Ibu Farid menelepon Widi agar ke ruang makan Ibu Farid menunggunya di sana. Widi yang sedang membaca artikel bisnis menghentikan bacaaannya berganti baju mengoles cushion tipis lalu berpamitan kepada kedua orang tuanya. Widi berjalan ke ruang makan Bapak Farid.


"Assalamu'alaykum....." Widi menyapa.


" Wa' alaykumsalam....."


Semua mengangkat kepalanya. Kedua anak laki lakinya tak berpaling menatap Widi. Widi menunduk.


" Mba Widi sini....duduk dekat aku..." panggil Nanda.


Widi berjalan pelan ke arah tempat duduk Nanda.

__ADS_1


" Widi ayo makan.....kalau kamu kenyang cicipi sedikit....." pinta Pak Farid. Widi mengambil makan malamnya sedikit. Lalu makan dengan elegan sesuai attitude international. Pasangan suami istri tersebut saling tatap kemudian tersenyum penuh arti.


" Bagaimana rencana ke depannya Widi...?.."


Widi menghentikan makannya lalu minum. Melipat tangannya.


" Saya akan membuka klinik kecantikan menjual kosmetika produksi Korea Selatan jika dana mencukupi saya akan menciptakan cream wajah premium tahap pertama saya akan menyewa ruko kemudian mengimpor alat alat kecantikan masih dari negeri yang sama Korea Selatan..." jelasnya.


" Wow....." puji Ibu Farid.


" Ibu sangat baik....semoga Allah memberi kemudahan rezki untuk Ibu dan keluarga, saya akan mencoba seadanya dengan modal yang ada ibu...saya ingin mencoba dari nol..." jelas Widi tersenyum.


Pasangan suami istri tersebut tersenyum bangga.

__ADS_1


" Widi anggaplah kami orang tuamu jika ada kesulitan hubungilah kami....atau kau bisa menganggap kami calon mertuamu...."


Widi kaget dan terbatuk wajahnya memerah. Malu.


Ia tersenyum malu ke arah pasangan suami istri tersebut. Dua anak lelaki suami istri tersebut masih makan seakan tak terjadi apapun.


" Mah aku setuju aku mau jadi adik ipar mba Widi...." ucapnya sambil bertepuk tangan. Mengekspresikan rasa senangnya. Suami istri tersebut memandang kedua anak lelakinya. Sejak Widi kuliah di Korea Selatan Anak pertama Pak Farid sudah memegang perusahaannya. Anak keduanya merintis karier properti perumahan. Nanda kuliah. Sikap manjanya masih tampak berbeda jauh dengan Widi.


Anak pertamanya masih fokus dengan bisnis keluarganya kesibukannya kadang tak memiliki waktu untuk hang out atau sekedar mencari pacar. Anak yang kedua lelaki memulai bisnis property dari bawah, ada beberapa perumahan dan perlengkapan rumah serta toko materialnya hasil kerja kerasnya. Anak keduanya masih belum mengenalkan kekasihnya. Temannya masa SMP, SMA dan teman kuliah yang sering datang ke rumah belum pernah perempuan yang datang ke rumah.


Makan malam pun berakhir Nanda mengajak Widi masuk ke kamarnya. Di kamar tersebut Nanda bercerita dan bercanda kadang keduanya serius kadang bercanda. Setelah melihat Nanda dan Widi masuk kamar. Pak Farid memanggil dua anak laki lakinya.


" Nak papi dan mami semakin menua....selagi kami masih kuat kami ingin salah satu dari kalian menikah dan kami sepakat menyetujui Widi sebagai calon menantu kami di antara kalian berdua adakah menyimpan perasaan kepada Widi..?.."

__ADS_1


Keduanya berpandangan tak mereka pungkiri Widi yang sekarang sangat cantik dan modis namun tetap syar'i. Istri idaman. Keduanya pun baru pertama kali melihatnya. Keduanya menunduk dan diam.


" Karena tak ada jawaban dari kalian jadi papi dan mami yang memutuskan Widi akan mami jodohkan dengan......"


__ADS_2