" Ya Aku Bisa...."

" Ya Aku Bisa...."
Extra Part


__ADS_3

"Makan dulu mak ayah...ayooo.."Widi menarik tangan keduanya.


"Pah bentar ya...." Farhan mengangguk dan tersenyum melanjutkan mengupas buah yang lain. Farhan mengupas semua buah hingga buah habis selurihnya. Setelah habis ia menyusul istrinya ke ruang makan.


Duduk di sebelah Widi yang tengah mengobrol dengan orang tuanya. Farhan mengambil potongan buah mangga menyuapkan ke mulut Widi. Widi membuka mulutnya mengunyah buah yang di sodorkan suaminya.


Mamak dan ayah Widi melihat interaksi anak dan menantunya. Sesekali tampak Farhan menyuap buah ke mulutnya. Mamak dan ayah seakan acuh tak acuh melanjutkan makannya. Berempat mereka mengobrol. Sesekali tampak mereka tertawa bersama. Di saat tertawa bersama.


"Assalamu'alaykum...."


Suara mamih mengantar anak anak. Di susul suara anak anak yang riuh mencari keberadaan orang tuanya.


"Kakak..adek mamah di sini di ruang makan..ada nenek.."

__ADS_1


Si kembar berlari menuju ruang makan. Mamih juga berjalan menuju ruang makan. Duduk mengambil beberapa cemilan. Azan zuhur berkumandang. Widi izin meninggalkan orang tua dia akan mandi dan sholat. Farhan pun ikut pamit menemani istrinya. Mamih mengobrol dengan mamak dan ayah Widi. Farhan dan Widi sholat zuhur berjamaah. Setelah sholat Widi akan membaringkan tubuhnya perutnya terasa sedikit mules tapi masih bisa di tahan. Farhan yang melihat wajah Widi pucat. Mendekat dan memijat kaki istrinya.


"Mah mulai sakit ya...?.."tanya Farhan mulai khawatir.


Widi merasa ada tendangan


Sekali


Tiga...


Ada yang merembes di pahanya Widi melihat untuk memastikan.


"Pah ini mau lahiran..."

__ADS_1


Sigap Farhan mengambil hijab instan milik istrinya memakaikan langsung menggendongnya. Ketika turun tangga mamak dan ayah juga mami terkejut melihat Widi dalam gendongan Farhan.


"Mih tas perlengkapan bayi..."


Mamih mengambil tas. Mamak menuju ke mobil. Widi dalam pangkuan Farhan celana ponggol Farhan basah dengan ketuban. Farhan tak peduli ia tetap mendekap Widi sesekali memberikan motivasi dan semangat. Widi sesekali mengigit bibirnya. Menahan sakit. Ayah yang menyetir. Mamih sudah menelepon pihak rumah sakit miliknya. Jauh jauh hari mamih sudah memesan kamar untuk Widi.


Widi menahan sakit. Di saat rasa sakit muncul Widi memeluk Farhan. Farhan mengusap ngusap punggung Widi. Sesekali mengajaknya istighfar. Mengelap keringatnya. Tiba di rumah sakit Farhan tetap menggendong istrinya. Di lobby dan pintu masuk ada dokter, perawat, kursi roda dan dangkar eksklusif dengan busa yang lembut. Farhan membaringkan Widi di dangkar dengan lembut. Widi masih kesakitan. Farhan tetap memegang tangannya seakan memberi kekuatan. Dangkar di dorong cepat


ke ruang bersalin. Di tengah perjalanan menuju ruang bersalin. Perawat memberi tahu bahwa kepala anaknya mulai kelihatan. Tiba di ruangan bayinya sudah lahir. Widi kuyup dengan keringat.


Dokter mengambil bayinya memotong tali pusar. Membersihkan bayinya. Setelah bersih di berikan kepada Widi dengan metode kangaroo (meletakkan bayi tanpa baju ke pelukan orang tuanya unyuk menciptakan kedekatan antara bayi dan orang tuanya). Setelah kenyang bayi di berikan kepada Farhan. Farhan melakukan hal yang sama dengan Widi. Meletakkan di dada dengan posisi berdiri kemudian Farhan peluk dengan menggunakan selimut.


Widi di bersihkan dengan perawat. Setelah bersih Widi di bolehkan masuk ke ruang perawatan. Sebenarnya Widi tak ada masalah boleh langsung pulang tapi Farhan khawatir dia meminta di rawat sehari saja. Widi pun di antar ke ruang VVIP. Setelah di rasa Widi nyaman Farhan pamit pulang untuk mandi dan ganti baju.

__ADS_1


__ADS_2