" Ya Aku Bisa...."

" Ya Aku Bisa...."
Extra Part


__ADS_3

Widi sedang bermain dengan anak anaknya di halaman belakang. Sesekali melihat ke ruang tv mereka masih mengobrol batin Widi. Karena sudah sore Widi mengajak kakak dan adek mandi. Akhirnya si kembar main air di kamar mandi Widi hanya menyaksikan anak anaknya yang tampak bahagia. Widi teringat belum ziarah ke makan Fitrah. Sekarang


Widi belum berani keluar secara bebas ada ancaman


yang menantinya. Widi masih memandangi anak anaknya. Hingga tepukan di bahunya menyadarkannya. Widi menoleh dan berdiri. Mamih.


Mamih bagi widi adalah mamak kedua. Mamak yang paling menyayangi dan perhatian. Siapalah Widi? cuma anak asisten rumah tangganya. Tapi mamih tak pernah menghinanya malah menjodohkannya dengan anaknya. Aku berjanji aku akan mendidik anak anakku dengan baik, tidak membeda bedakan status sosialnya. Seperti mamih yang tidak pernah membedakan kasta seseorang.


Widi bangun kemudian memeluk mamih. Mamih membalas pelukan mamih sambil mengelus punggungnya.


"Widi besok akad nikah dengan Farhan ya..."


"Apa mih?besok?.."


"Mih Widi belum menyiapkan apapun...."

__ADS_1


"Farhan yang akan menyiapkan semua...kamu tenang aja"


Widi menarik nafasnya. Mamih sudah mengambil alih anak anaknya. Kode kalau Widi harus mengundurkan diri. Widi mencari mamaknya. Tampak mamak sedang menyirami bunga.


"Mak... betul besok Widi akad nikah..?"


"Iya kenapa?..."tanya mamak sambil mencabuti rumput.


"Kok cepet maaakkk?kamu mau si kembar keburu di culik baru nikah...?alasan Farhan agar lebih mudah melindungimu dan anak anak..."


Setelah sholat maghrib tim WO datang membawa baju untuk besok akad nikah Widi dan Farhan. Sikembar juga memakai baju dan hijab yang seragam. Menggemaskan bagi siapapun melihatnya. Setelah deal baju dan make up mereka akan datang besok pagi.


Tetangga, ketua rt, ketua rw, lurah semua di undang.


Mereka akan menjadi saksi pasangan yang akan berubah status menjadi halal.

__ADS_1


Jam 06.30 MUA datang. Widi bangun sebelum azan subuh, sholat subuh kemudian baca quran kemudian tiduran hingga tim MUA datang membantu memakai baju kemudian make up. Yoona masih menginap di rumah mamih.


Jam 08.00 pagi akad nikah berlangsung. Semua berbahagia. Mamih dan mamak Widi meneteskan air mata. Mamak Widi bersyukur mengenal keluarga Pak Farid hingga menjadi bagian keluarga pak Farid. Semua menyayangi Widi semuanya menyayangi kakak dan adek.


Ketika akad Farhan meminta agar si kembar duduk di pangkuannya. Akad nikah berjalan lancar. Undangan terharu melihat ketulusan Farhan terhadap Widi dan anak anaknya. Di saat di rumah penuh dengan suasana haru dan bahagia. Ada seseorang yang menfoto pasangan pengantin baru. Setelah di foto ia menyeringai. Aku belum kalah batinnya setelah mengambil beberapa foto ia pun pergi dengan mengendap ngendap.


Ia terus berjalan setiap kakinya melangkah ia melihat kiri dan kanan dengan rasa takut. Kemudian masuk ke sebuah apartemen. Mengetuk pintu.


"Winda....apa yang terjadi..?masuklah.." pria itu memiringkan bahunya. Winda masuk ke dalam.


"Andi mau kah kau menolongku?.."tanyanya.


"Apa yang akan aku lakukan..?.."tanya Andi.


"Tolong sebar di media kalau perempuan ini mata duitan dan menempel dengan keluar Farid.."

__ADS_1


"Farid?milyuner?...tidak..tidak...tidak Winda keluarga itu tidak bisa di sentuh kau tahu istrinya?istri pak Farid dulunya mata mata swasta. Dia pasti menemukan aku...Winda kalau kau menyentuh keluarga itu segeralah minta maaf selesaikan..setelah selesai kembalilah padaku...kita mulai hidup baru bersama..."


__ADS_2