
Papa...? Farhan tertawa kecil ketika menyebut dirinya papa. Ya...yang menatap Widi adalah Farhan. Malam itu ia tidak bisa tidur fikirannya hanya ada Widi makanya ia memutuskan untuk sekedar lewat rumah Widi tapi sebelum sampai di depan rumah Widi dari kejauhan ia melihat Widi sedang menatap langit kemudian menangis. Farhan pun mematikan mesin mobil menatap Widi dari kejauhan. Farhan tahu saat itu pasti Widi sedang memikirkan Fitrah.
Setelah melihat Widi masuk ke dalam rumah Fitrah menghidupkan mesin mobilnya meninggalkan rumah Widi. Tiba di rumah langsung membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Dan terlelap.
Pagi ini di rumah keluarga Farid sarapan pagi bersama.
"Pagi mih....pagi pih...."
"Ayo sarapan bareng...Nanda uda duluan ke kampus janjian dengan pembimbing skripsinya..."
Semua sarapan dengan tenang. Di sela sarapan
Farhan bertanya kepada mamih.
"Mih...gimana tadi malam? kapan akad nikah..?"
"Widi maunya bulan depan....gimana menurut kamu?..."
__ADS_1
"Ga bisa di cepetin lagi mih...1 bulan terlalu lama..."
"Nanti deh mamih omongin lagi dengan Widi..."
Farhan menyelesaikan sarapan paginya dan pergi ke kantornya. Toni mengingatkan kalau mereka ada meeting di sebuah tempat makan triple X. Farhan meminta agar Toni menyiapkan berkas kerja sama dan menuju ke tempat meeting.
Sementara itu Widi juga ada janji dengan client yang ingin konsultasi anti aging dan produknya. Di rumah makan triple X dengan nomor meja 2. Triple X rumah makan elite di Jakarta. Karena banyaknya peminat triple X menggunakan sistem reservasi tempat. Sebelum makan reservasi tempat dan pihak rumah makan akan memberi tempat dan meja berdasarkan siapa yang lebih dulu reservasi. Tempat dan suasana tak di ragukan tenang dan nyaman.
Widi pun keluar menuju ke tempat parkir mobil. Menghidupkan mesin mobil menuju ke triple X. Ketika mobilnya masuk parkiran ada sebuah mobil yang masuk. Setelah mematikan mesin mobil Wido tak langsung keluar dari mobilnya ia memperhatikan.
"Mas Farhan....." dengan wajah riangnya ia mendekati Farhan langsung menggandeng tangan Farhan. Farhan dengan kasar melepas gandengan tangan wanita tersebut. Widi terpaku melihat kejadian tersebut.
"Mas Farhan...." panggil Widi. Farhan menoleh, kaget melihat Widi.
"Widi...."Farhan terlihat kaget.
"Widi ada janji ketemu client...permisi mas..."
__ADS_1
Widi berjalan meninggalkan Farhan yang masih shock. Hati Widi sesaat ragu dengam Farhan. Ia ragu apakah dia sanggup menghadapi Farhan dan pengagumnya.
Widi pun tiba di ruangan janji. Sebelum masuk ruangan ia menghirup udara kemudian melepaskannya dan tersenyum. Sejenak melepaskan masalah dengan Farhan.
Cekleeekkk...
Pelayan triple X membuka pintu. Tampaklah seorang ibu sosialita sedang menikmati teh hijau eksklusif.
" Siang bu...."
Dengan elegan ia duduk di depan ibu sosialita tersebut. Menatap ibu di depannya. Ibu sosialita tersebut masih diam belum bergeming.
"Ibu ada yang bisa saya bantu...? Widi membuka percakapan. Ibu tersebut menatap Widi kemudian tersenyum. Ia pun mulai bercerita tentang masalah kulitnya. Widi mendengarkan dengan seksama. Sesekali memberi tanggapan.
Sementara itu Farhan menunggu Widi dengan gelisah
dia takut Widi salah paham.
__ADS_1