
Hari ini pengumuman di sekolah Widi dan Farid. Seperti biasa Widi menjadi juara umum. Kepala sekolah memanggil Widi dan Ayahnya ke ruangan kepala sekolah. Kepala sekolah menawarkan beasiswa penuh jika Widi kuliah di dalam negeri
Jika di luar negeri pihak sekolah melalui para donatur akan membantu biaya awalnya saja. Dengan yakin Widi memilih negara Korea Selatan. Ayah Widi menatap anaknya tak tega melarangnya mengingat betapa kerasnya anaknya belajar.
Sebulan penuh Widi sibuk mencari info di Korea Selatan baik melalui google atau youtube. Bahkan meminta info melalui para youtubers yang tinggal di Kotea Selatan baik kerja atau kuliah, tips pertama kali tinggal di Korea Selatan kadang bertukar info melalui email. Apapun termasuk info kampus terbaik, biaya, tempat tinggal apapun info yang membantu ke depannya. Setelah menerima info dari WNI yang tinggal disana akhirnya Widi memutuskan kuliah di Seongshin Woman's University jurusan Make Up. Kampus khusus perempuan. Di jurusan ini wanita mempelajari seputar make up. Riasan. Riasan yang tepat sesuai warna kulit. Bahan bahan membuat make up. Bahan dan takaran. Merawat kulit. Hal hal yang berhubungan dengan kecantikan wanita. Secara online Widi mendaftar menggunakan bahasa Inggris. Mengajukan program beasiswa. Korea Selatan adalah negara yang mendukung penuh pendidikan bahkan setiap kampus memiliki program beasiswa. Pihak kampus meminta berkas untuk melengkapi persyaratan pendaftaran dan terakhir mereka akan mengirimkan kabar melalui email. Seminggu kemudian Widi menerima email bahwa dia di terima di kampus tersebut melalui jalur beasiswa. Dengan syarat di tahun pertama belajar bahasa korea dan budaya di sana. Awal bulan Widi wajib berada di Korea Selatan. Setelah merapikan jilbab Widi berlari menemui Ayah dan Ibunya untuk memberikan kabar bahagia.
__ADS_1
Widi biaa melihat dari kejauhan Ibunya sedang mengobrol dengan Ibu Farid. Dari jauh Widi memeluk Ibunya sambil menangis. Ibu Farid dan Ibu Widi kaget.
" Ada apa nak..?.." tanyanya heran. Tadi Widi baik baik saja kenapa sekarang menangis.
kembali memeluk Ibunya. Ibu Widi ikut menangis terharu. Membalas pelukan anaknya sambil membelai rambut anaknya. Ibu Farid ikut terharu. Kemudian mengelus badan belakang Widi. Widi melepas pelukan Ibunya.
__ADS_1
" Ibu terima kasih karena sudah membantu saya sekolah dan terima kasih telah baik dengan kami sampaikan ucapan terima kasih saya untuk Bapak..."
Ibu Farid terharu kemudian keduanya berpelukan. Ibu Farid tetap mengelus badan Widi.
Hari ini awal bulan. Waktu keberangkatan Widi. Kedua pasangan suami istri itu mengantar Widi ke bandara, mereka sedang menunggu panggilan pesawat tujuan Korea Selatan. Ibu dan Bapak Farid memberikan sekedar uang saku 30 juta. Sekedar tambahan biaya awal untuk Widi. Widi awalnya menolak tapi Ibu Farid mendesak alasannya agar orang tua tenang. Widi menatap kedua orang tuanya keduanya menatap balik Widi. Sebenarnya uang Widi ada sedekah pasangan suami istri itu. Tak pernah Widi gunakan. Uang pemberian Pak Farid Widi pegang erat di masukkan ke tasnya. Takut hilang. Panggilan pesawat sudah terdengar. Widi kembali memeluk ayah dan ibunya dengan erat dengan tangis yang semakin terisak. Giliran salam dengan Ibu Farid Widi bertanya apakah boleh memeluknya. Ibu Farid tidak menjawab beliau langsung menarik Widi ke dalam pelukannya. Ketika menyalami Pak Farid beliau hanya mengusap kepala Widi. Widi pun berjalan masuk ke bandara. Sesudah di pesawat dia menoleh ke arah kedua orang tua. Padahal sudah tidak kelihatan lagi. Perasaannya campur aduk.
__ADS_1