
HF #12
Hai..hai..
Ini novel kedua ku di sini..
Semoga kalian suka..
Jangan lupa LIKE yach?!!😁
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
............
Tok....tok...tok..
Ketukan pintu Membangunkan afshah dari tidurnya..
"Nona...tuan sudah menunggu anda di meja makan"
Terdengar suara dari arah pintu
Membuat afshah tergesa membuka pintu kamar yang iya tempati
"Bentar buk..saya bersih-besih dulu" ucapnya pada pelayan yang membangunkannya
Pelayan itupun pamit pergi di susul afshah yang berlari kekamar mandi..
"Kamar mandi saja semewah ini?!" Gumam afshah mengagumi akan interior kamar mandi yang iya gunakan saat ini.
Setelah merasa bersih afshah melangkah menuju ruang makan di lantai dasar..
Di atas tangga afshah dapat melihat wajah serius aldrian yang asik berbincang dengan jimmy di meja makan yang telah tersaji berbagai macam makanan.
"Ayo duduk disini" aldrian melirik afshah di ujung tangga bawah dan menepuk kursi di sebelahnya.
Afshah hanya bisa mentaati apa yang di suruh padanya.
Makan malam berjalan dengan hikmat tanpa adanya suara.
__ADS_1
"Kamu kembalilah ke kamar dan jimmy ayo ke ruang kerja"aldrian menatap afshah sebentar dan beralih ke arah jimmy.
Afshah hanya bisa pasrah akan nasibnya..
Melangkah menuju kembali pada kamar yang seperti sangkar baginya.
Entah kerna lelah atau efek obat yang di berikan jimmy padanya semalam..
Afshah tidur hingga pagi menjelang.
Tok...tok..
"Pintu kamarnya kembali di ketuk membuat afshah membuka matanya
"Ya...buk" tanya afshah pada seorang pelayan di depan pintunya
"Maaf nona..saya hanya pelayan..nona bisa panggil saya pelayan anna" ucap wanita 40an itu lembut
"Apakah saya boleh panggil ibuk anna saja?, saya lebih suka dengan sebutan itu dan sepertinya ibu se umuran ibuku"ucap afshah
Membuat si pelayan menggaguk dan tersenyum lembut ke arah afshah
"Saya makan di bawah saja..namun saya mandi dulu" ucap afshah yang di angguki pelayan anna.
"Baiklah..saya permisi nona" ucapnya dan berlalu pergi setelah melihat anggukan dari afshah.
Sepeningal buk anna?afshah kembali ke arah kasur king size yang di tempatinya semalam.
Seperti kebiasaan, afshah merapikan kembali tempat tidur dan memulai ritual mandinya.
Setelah merasa bersih..
Afshah melangkah menuju ruang makan..
"Buk anna..kenapa sepi?" Tanya afshah memperhatikan sekeliling
"Apa yang nona maksud tuan muda?" Tanya buk anna dengan senyum mengoda afshah
"Bu..bukan begitu" jawab afshah dengan wajah tersemu
__ADS_1
"Tuan muda sudah berangkat pukul 5 subuh tadi ke singapure..tuan muda berpesan kalau nona jangan keluar rumah tanpa se izin tuan muda" kalimat akhir dari buk anna terdengar seperti perintah.
"Baiklah" jawab afshah pasrah dan memulai sarapannya
Tak lama afshah menyelesaikan sarapnnya.
Afshah melirik ke arah buk anna yang masih memberdihkan sisa sarapan.
"Buk..dima barang-barang saya..yang di bawa dari tempat saya yang lama?" Tanya afshah bernada lembut
"Sebentar..Ayo ikut saya nona" nampak buk anna membersihkan tangannya dengan tisu .
Melangkah meninggalkan dapur dan di ikuti oleh afshah
Sesampai pada sebuah kamar yang tidak sebesar kamar yang afshah tempati saat ini.
"Ini salah satu kamar tamu di rumah ini nona" ucap buk anna
"Apa boleh kalau saya tidur di sini saja?" Tanya afshah
"Maaf..nona..itu harus se izin tuan muda" ucap buk anna
Membuat raut kekecewaan pada wajah afshah.
"Sekali lagi maaf nona" ucap buk anna lemah
"Buk..bisakah ibu panggil saya dengan sebutan afshah saja?,saya belum atau tepatnya tidak nyaman dengan panggilan itu" ucap afshah dengan wajah memelasnya
"Maaf nona" jawabnya lirih
"Baiklah..tapi bisakah kalau tuan muda tak ada buk anna panggil saya afshah" afshah masih mencoba sekali lagi peruntunggannya
"Maaf nona" ucap buk anna
Membuat afsah sadar akan kesetian buk anna pada tuan mudanya.
"Baiklah..nona saya permisi dulu" ucap buk anna meninggalkan afshah dengan tumbukan kardus berisi barang-barang afshah dari kosannya dulu.
"Mana notebook ku?..aku harus menyelesaikan skripku selama libur dari cafe " gumamnya memulai membuka satu persatu kardus tersebut..
__ADS_1