
HF #42
Hai..hai..
Ini novel kedua ku di sini..
Semoga kalian suka..
Jangan lupa LIKE yach?!!😁
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Di saat di sibukan dengan file-file di meja kerjanya.
Terdengar bunyi norif masuk pada ponselnya..
Aldrian menghentikan sejenak kegiatannya.
Meraih ponsel dan membuka pesan yang masuk.
Mata aldrian nampak tajam menatap layar ponselnya, wajahnya merah dan rahang mulutnya terkatup menahan sesuatu.
Seketika juga iya seperti sadar akan sesuatu dan meraih kunci mobilnya meninggalkan ruang lantai tiga tersebut dengan terhgesa-gesa.
........
Sesampai tempat yang di tuju..
Terlihat beberapa orang menunduk menunggu kehadirannya yang di rasa tak seperti biasanya.
"Dimana dia?" Tannya pada seorang pelayan wanita yang nampak lebih berumur dari yang lain
"Kalau yang tuan maksud..nona afshah, dia ada di kamar?" Ucapnya mencoba mengikuti langkah tuannya yang lebar.
"Kalau begitu..lakukan saja tugasmu yang lain" ucapnya terus melangkah.
Mendengar ucapan si majikan pelayan anna kembali melangkah menuju dapur menyelesaikan kegiatan yang sempat tertunda.
"Tuan pulang?" Tanya afshah yang kaget saat pintu kamar di buka seseorang
"Apa kau berharap aku tak akan pulang?" Ucapnya arogan
"Bukan..ini rumah tuan..anda bisa pulang dan pergi semau anda" ucapnya menunduk ketakutan
"Dan kau seharusnya juga sadar diri atas apa fungsi dirimu di rumah ini" teriaknya pada afshah membuat tubuh afshah menggigil.
__ADS_1
"Saya tau tuan..tapi apa salah saya?" Ucapnya dengan terisak.
"Kau...kau...dasar ******" teriak aldrian dengan suara lantang membuat afshah menatap sedih ke arah aldrian.
"Ya...saya jalangmu tuan..dan tak perlu kau teriakkan" jawab afshah dengan lantang.
Entah kekuatan dari mana.
Afshah tiba-tiba melawan ucapan aldrian.
Aldrian mendekat pada afshah
"Kau..kau sudah berani padaku." Ucapnya dengan mencekram rahang afshah...
Tak peduli wajah afshah yang telah memucat dan air mata yang telah bergenang..
Aldrian kalut dengan pesan yang di terimanya..
afshah masih mencoba melawan
"Bunuh..bun......" wajah adrian menjadi dua,pandangan mulai gelap tubuhnya lemah dan afshah jatuh terkulai tanpa sanggup melanjutkan ucapannya..
Aldrian yang tanpa sadar merangkul tubuh afshah yang tak sadarkan diri..
Wajah aldrian berubah menjadi pucat.
Menggangkat tubuh afshah yang terkulai lemas.
membaringkan pada tempat tidur dan menyelibutinya.
Aldrian mengacak-acak rambutnya dan mengambil benda persegi di dalam kantong celana kerja yang masih di pakai.
Tuuut....tuuut....
Nada menunggu panggil..
"Hallo...." suara dari seberang
"Loe ke rumah gue sekarang" ucapnya dan mematikan sambungan ponselnya.
Aldrian duduk pada tepi ranjang memperhatikan wajah pucat afshah yang tak sadarkan diri.
Aldrian kembali memainkan ponselnya.
Tuuut....tuuut...
__ADS_1
""Hallo al" suara jimmy terdengar jelas di telingga aldrian.
"Jim...loe cari tau orang yang akan gue kirim fotonya nanti" ucapnya mematikan sambungan. Dan mengirimkan gambar yang masuk ke notifnya ke pada jimmy..
Tuuut...tuuuuut...
Ponsel aldrian berbunyi..
"Ada apa jim?" Ucapnya
"Loe kirim ke gue foto punggung orang yang harus gue cari??" Tannyanya
"Iya..karna gue belum bisa tanya langsung ke afshah?" Ucapnya
"Kenapa?..loe takut kalau afshah berpaling dari loe?" Ledek jimmy
"Loe sudah ada permintaan terakhir jim?" Tanya aldrian dingin
"Wow..loe lagi kenapa al..loe cemburu lihat foto istri loe dengan pria lain?" Ledek jimmy lagi
"Loe benar-benar mau mati" ucapnya
"Oh..maaf boss..akan gue usahakan buat lakuin yang loe suruh..tapi..pesan gue..loe jangan gegabah dalam bertindak" ucapnya membuat aldrian menatap afshah dan ketukan pintu mengalihkan pandangannya.
mematikan sambungan ponselnya tanpa aba-aba.
Menuju pintu..
"Ceklek"
Membuka pintu kamarnya.
"Ada apa al?" Tanya seorang pria berpakaian khas masuk ke dalam kamar aldrian.
"Tu" aldrian menunjuk dengan pandanganya.
Sang dokter mendekati afshah dan mulai memeriksanya.
Tak butuh waktu lama.
Nampak senyum tersirat di wajah sang dokter.
"Kenapa?" Tanya aldrian yang melihat raut wajah sang dokter yang merupakan masih temannya.
"Selamat bro..loe bakalan jadi ayah..usia kandungannya kemungkinan 7 minggu,masih sangat rentan. Jadi, pupuklah dengan makanan yang bernutri dan hindari stress" ucapnya memukul lembut lengan aldrian yang masih manpak shock dengan penuturan sang dokter.
__ADS_1
"Begitu banget reaksi yang mau jadi ayah?!" Ledeknya..
"Ni resep vitamani yang harus loe tebus. Gue pamit dulu,bentar lagi dia sadar kok..cukup olesi minyak angin jika nanti belum sadar juga" lanjutnya meninggalkan aldrian yang terpaku di dekat ranjang afshah.