Afshah

Afshah
hf 40


__ADS_3

HF #40


Hai..hai..


Ini novel kedua ku di sini..


Semoga kalian suka..


Jangan lupa LIKE yach?!!😁


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


cakra wala menyinari bumi..


lembut bulan menerangi malam...


4 bulan pernikahan..


lebih kurang 2 bulan setelah kejadian menimpa afshah.


"Bagaimana hasilnya dok? " tanya wulan antusias


"Bayinya sehat dan kuat..mungkin karna si ibu menjaganya dengan baik" ucap si dokter ramah


"Mau lihat?" Tanya sang dokter


"Iya" jawab wulan semangat


Sang dokter menempelkan jel pada perut seorang wanita muda yang masih tiduran pada kasur yang tersedia di ruang dokter tersebut.


Sebuah alat di putar-putar pada permungkaan perut si wanita yang masih rata.


"Nah..ini dia masih seperti gumpalan. karna masih 7 minggu" ucap sang dokter menunjuk layar yang di perhatikan dengan seksama oleh afshah dan wulan.


Seorang perawat membersihkan kembali sisa jell yang masih menempel pada permungkaan perut si wanita muda tersebut.

__ADS_1


"Nah..sebagai seorang calon ibu.


Di harapkan menjaga pola makan. hindari kerja berat yang berakibat kecapek'an dan stress" titah sang dokter


"Iya dok" ucapnya menyimak penuturan sang dokter cantik di depannya.


"Nah ini saya kasih resep vitamin dan jaga diri baik-baik. Karna usia kehamilan yang masih muda" titah dokter itu kembali.


"Iya dok..terimakasih..kami permisi dulu" ucap wulan yang ikut beranjak meninggalkan ruang praktek dokter kandungan tersebut.


"Kak..kita duduk di taman bentar ya?!" Ajak afshah.


Ya..wanita muda yang tengah hamil muda tersebut adalah afshah.


"Boleh..lagian kak juga mau cari angin bentar" jawab wulan


Mereka keluar rumah sakit menyetop taxi untuk menuju taman..


Wulan menjemput afshah dengan di supiri suaminya tadi..


mereka keluar dari taxi yang mereka tumbangi. Melangkah menuju taman dekat perumahan afshah tinggal.


"Kak kalau udah usia 8 bulan seperti itu..apa ngak berat?" Tanya afshah pada wulan yang kandungannya sudah memasuki bulan-bulan akhir


"Sekarang ngak begitu terasa..saat hamil yang pertama kak kesusangat banget shah..kalau mau lakuin sesuatu butuh si suami buat bantuin" ucapnya tersenyum seperti menggigat di kehamilanya yang pertama dulu..


"Hmm...aku ngak sabar buat ngerasainnya" ucap afshah ikut tersenyum


"Eh...apa aldrian udah tau kamu hamil?" Tanya wulan ke arah afshah


"Belum..kan aku izinnya mau nemanin kakak ke dokter kandungan" jawab afshah cenggengesan


"Ya..karna akhir -akhir ini kamu sering terlihat pucat dan lesu. makannya kakak berinisiatif buat periksa kamu" ucap wulan yang sengaja menyuruh dokter buat ikut periksa afshah.


"Hehehhe...iya..lucu ya kak..pulangnya bisa bawa ini" jawab afshah melihatkan foto usg nya.

__ADS_1


"Bagaimana dengan rencana kerjamu?" Tanya wulan menatap anak-anak yang asik berlarian.


"Aku sudah coba kirim lamaran pada sekolah-sekolah terdekat rumah aldrian" jawab afshah


"Belum genap dua bulan kamu wisuda bukan?!. Teruslah berusaha" wulan menyentuh tangan afshah mengalirkan sedikit arus semangat


"Hm.. aku tak akan berhenti buat berjuang kak?!" Jawab afshah mantap tersenyum pada wulan.


Mereka pun duduk menikmati suasana taman hingga tak terasa sorepun menjelang.


"Shah..sebaiknya kita pulang..kamu hubungilah aldrian buat jemput gih. kakak hubungi suami kakak buat ikutan jemput" usulnya


"Hmm..." seketika juga afshah menghubungi aldrian


Tuuuut...tuut......


"Napa?" Suara saat panggilan terhubung


"Aku lagi di taman xxx bisa jemput aku ngak?" Ucap afshah basa-basi di depan wulan yang sebenarnya iya bisa pulang sendiri.Namun karna usul wulan yang tak bisa iya tolak.


"Bentar lagi supir bakalan jemput kamu" jawabnya dingin


"Baiklah..aku tunggu" ucap afshah pasrah.


Sambunganpun terputus.


"Gimana?" Tanya wulan


"Bentar lagi datang" jawab afshah yang tak memberitahu kalau bukan aldrian yang menjemputnya


"Semoga aldrian berubah karna kehadiran bayi kalian" batin wulan melirik afshah


Afshah menghadiahkan senyuman akan lirikan wulan kearahnya.


Yang seperti seorang kakak baginya.

__ADS_1


__ADS_2