Afshah

Afshah
hf


__ADS_3

HF #09


Hai..hai..


Ini novel kedua ku di sini..


Semoga kalian suka..


Jangan lupa LIKE yach?!!😁


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sesampai di kantor yang berlantai 14 yang merupakan salah satu perusahan besar milik keluarganya..


Aldrian duduk di meja kebesaranya.


Mulai membaca file-file yang menunggu untuk di bubuhi tanda tangan.


baru menyelesaikan 2 file yang di pelajari.


Tiba-tiba fikiran aldrian di usik oleh pertemuannya dengan seorang yang di sebut "malaikat penolong afshah" oleh wulan.


Flash on


Di ruang inap afshah di rumah sakit.


Tak berselang lama setelah kepergian wulan ke kantin rumah sakit.


"Terimakasih atas bantuan anda,sekarang anda bisa pergi.

__ADS_1


Masalah yang lain saya bisa mengurusnya" ucap aldrian kepala si penolong afshah.


"Baiklah..tapi jika ada sesuatu yang di butuhkan. Saya siap membantunya" ucap si penolong melirik ke arah afshah yang measih tertidur lemah dengan impus yang masih menancap di pergelangan tangannya.


"Sepertinya saya saja cukup menjadi penolongnya" jawab aldrian dengan nada kesal mendekati bangsal afshah


"Saya harap itu benar!" Ucap si penolong yang masih duduk si samping bangsal afshah..


Menatap afshah dengan sayu dan mengusap lembut rambut afshah


"Cepat sembuhnya?!" Ucapnya setengah berbisik yang masih bisa di dengar jelas oleh aldrian


"aku penasan akan kejadian di pertemuan kita yang ke tiga nanti. Apa ada kejadian yang lebih mengejutkan lagi?!" dibatin lanjutnya..


Melihat sikap manis si pria.


Sontak membuat aldrian nampak menahan emosinya.


"Sepertinya dia bukan kariawan biasa bagi anda tuan?" Tanyanya melangkahkan kakinya menuju keluar ruangan


Tepat di depan pintu si pria berdiri sejenak.


"Tapi,jika anda tak mengingikannya..saya bisa menjadikan dia rekondasi buat saya nantinya" ucapnya tanpa melihat kearah lawan bicara dan membuka pintu keluar meninggalkan aldrian terpaku dengan kalimat terakhir cowok yang dia tau hanyalah seorang pemuda pelangan di cafe miliknya.


Flash off


aldrian tampak menginggat-ingat..


"Kenapa aku tak asing dengan wajahnya??" gumamnya..

__ADS_1


kemudian beranjak dari tempat ternyamannya..


berdiri menghadap diding kaca membelakangi pintu masuk. memandang gedung-gedung pencakar langit yang juga nampak berjejeran dari dalam ruangannya.


"Jika memang dia hanya anak muda biasa tak mungkin dia memakai jam rolex se mahal itu"


Batinnya yang sempat melirik jam yang tak beberapa di dunia itu di pergelangan tangan si pemuda penolong afshah saat itu..


"Sialnya aku tak sempat bertanya namanya" gumam penuh kekesal.


"haruskah aku menyelidikinya...namun untuk apa aku ingin mengetahuinya?" fikirnya gusar akan dirinya yang penesaran demgan si pria penolong itu..


Tok..tok..tok.


Laminan aldrian di paksa berhenti oleh suara ketukan di depan pintu ruangannya.


"masuk" ucapnya


" pagi boss.. kenapa anda berdiri di situ" tannya jimmy dengan wajah nyelidik


"kenapa kalau aku berdiri disini?" ucapnya dengan wajah ingin khasnya


"tidak,hanya saja file anda menumpuk di meja bukan didinding kaca boss" jawab jimmy tenang dan melangkahkan kakinya menuju sofa tamu di ruangan aldrian


"anda juga tidak menyuruh saya untuk duduk boss" ucapnya lagi menetralisir wajah aldrian yang mulai tak bersahabat.


"katakan saja,ada apa kau kesini?" tanya aldrian yang faham akan sifat aldrian


"apa file-file yang saya berikan sudah anda tanda tangani boss?, 2 jam lagi kita akan bertemu klien dan....."

__ADS_1


ucap jimmy terhenti


"dan apa?" ucap aldrian penasaran


__ADS_2