Afshah

Afshah
hf 46 rumah sakit 11


__ADS_3

HF #46


Hai..hai..


Ini novel kedua ku di sini..


Semoga kalian suka..


Jangan lupa LIKE yach?!!😁


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Damian dan dave duduk di sudut ruang meja kantin rumah sakit dengan 2 cangkir kopi hanggat di depannya.


Dave mengintip keluar area rumah sakit dari dinding transparan di lantai dua tersebut.


Aktivitas luar rumah sakit terlihat masih ramai walau sore telah berganti malam.


"Gue lengah karna terlalu memberi mereka kelonggaran dave" ucap damian yang seperti menyalahkan dirinya.


"Mungkin..bukan hanya loe tapi kita.. tapi, kita tidak bisa bertindak lebih jauh. Kita hanya kakaknya damian "ucap dave memberi pengertian.


" ya kau benar. Aldrian suamninya. Dialah yang seharusnya lebih waspada. Apalagi di saat afshah tenggah hamil muda" sergah damian memambahkan berwajah kesal.


"Sudahlah damian. Bukan saatnya kita salah menyalahkan" ucap dave menatap damian.


"Kita harus bergerak dave. Agar hal ini tak berakibat lebih fatal lagi" ucap damian


" untuk mengetahui apa yang terjadi. Aku harus mengambil apa yang telah ku pasang di rumah aldrian" ucap dave


"Ya.. sekarang kita kesana.." ucap damian.

__ADS_1


"Baiklah.. semua akan ku laksanakan brot." jawab dave.


Mereka hendak meninggalkan kantin rumah sakit namun mata damian menangkap seseorang yang mendekat ke arah kantin.


" jangan bergerak dulu dave.. jimmy dalam perjalan kesini" ucap damian berpura-pura memainkan gelas minumnya.


Setelahnya menatap kaca trasparan disisi kanannya.


Davepun secepat kilat kembali menatap arah luar kantin.


Mereka berperan seolah tak mengetahui kedatangan jimmy.


"Hei..ternyata kalian disini"


Suara jimmy menghampiri.


Mandaratkan dirinya di kursi yang masih kosong di meja damian dan dave tempati.


"Maaf damian. Gue belum tau dengan pasti. Namun..." jimmy terhenti sejenak mengambil sesuatu pada saku celana kerjanya.


"Namun?" Tanya damian menunggu kelanjutan ucapan jimmy. dave mulai menyimak pembicaraan dua sahabatnya


" Ini Hasil Labor " ucap jimmy menyerahkan kertas pada damian.


Damian nampak menahan emosinya.


"Apa maksud dari semua ini?" Tanya damian dan kertas tadipun berpindah ke tangan dave


"Ciprofloxacin dan Lovofloxacin?"


Dave membaca bernada tanya mengarah pada jimmy.

__ADS_1


" kedua Zat itu terdapat dalam sisa susu yang di minum afshah . Gue temukan dalam kamar afshah bersamaan dengan bekas makan siangnya. sebelum aldrian membawanya kesini.


Dua Zat yang tak boleh di kosumsi oleh wanita hamil ." jimmy menerangakan hasil lab yang di bawannya.


"Gue tanya. Sebelum kejadian ini?" Tanya damian menatap tajam jimmy


"Gue ngak tau pastinya, kemaren aldrian seperti bertengkar dengan afshah. Dan menyuruh gue cari pria ini" ucap jimmy menyodorkan foto yang di kirimkan aldrian padanya.


foto yang di tangan damian sekarang beralih ke tangan dave.


"Ciih.. buat apa aldrian mencari si pria yang tau nampak wajahnya seperti ini?.. apa dia cemburu" nada remeh meluncur dari mulut damian.


"Apa kau sudah mengetahui siapa si pria ini?" Tanya dave.


"Sudah.. Qiandra " jawab dave singkat.


"Qiandra?" Ulang damian tak percaya


Anggukan jimmy menjawab pernyaan damian.


"Bagaimana afshah bisa berkenalan dengan si pria se sukses itu?" Tanya damian lagi.


"Entahlah. Ini cctv taman yang gue dapat" jimmy meberikan ponselnya pada damian


"Si pria menghampiri dan terlihat membantu afshah yang hampir terjatuh" ucap damian mendiskripsikan kejadian yang dilihatnya


" sayapun berfikir begitu" jawab jimmy


"Apa kau sudah melihatkan ini semua pada aldrian?" Tanya dave memperhatikan video di ponsel jimmy


"Belum.. aldrian belum bisa berfikir jernih saat ini. Aku takut ini akan menjadi bumerang buat afshah" jawab jimmy

__ADS_1


__ADS_2