
HF #54
Hai..hai..
Ini novel kedua ku di sini..
Semoga kalian suka..
Jangan lupa LIKE yach?!!😁
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Flahs back on 2 hari yang lalu
"Bagaimana jimmy" tanya aldrian
" menurut CCTV dan penuturan pelayan anna. Si pelayan datang di pagi hari dengan surat atas nona wulan. pukul 10 pagi nona misya datang kekamar terlihar memarahi nona afshah.
setelahnya di pelayan datang membawa makan dan minum dan kejadian yang kita temui.
Kalau di perhatikan. Sedari siang kemaren. Nona afshah tak keluar dari kamarnya tuan... dan..." ucap jimmy
"Dan... apa?" Tanya aldrian yang duduk dengan wajah kelelahan di meja kerjanya.
"Ini ponsel nona afshah yang sudah kehabisan batrei sedari kemaren.. tadi saya sudah mencasgernya" lanjut jimmy menyodorkan ponsel afhah pada aldrian.
"Apa kau sudah memeriksanya?" Tanya aldrian
"Tentu belum boss. Itu bukan wewenang saya, saya rasa boss lah yang berhak membukanya" ucap jimmy
Aldrian memgambil ponsel afshah dari tangan jimmy dan menghidupkannya.
Aldrian lansung memeriksa panggilan masuk di kontak afshah.
__ADS_1
Hanya atas nama mbak wulan, tuan aldrian dan sebuah nomor tak di kenal di akhir riwayat panggilan ponsel afshah.
"Jimmy lacak no ini" ucap aldrian memperlihatkan nomor itu pada jimmy..
Jimmy mengetik dan menyimpan dalam ponselnya.
Aldrian membuka riwayat pesan masuk ponsel afshah.
"Afshah..kamu dimana?" Pesan terakhir dari wulan.
Yang belum sempat di buka afshah.
Ada 3 pesan lainnya yang belum di baca afshah dari nomor yang tidak di kenal.
"Asslammuaaallaikum afshah, maaf tadi mencoba menghubungimu.. ini saya Qeandra" pesan pertama
"Kamu terlihat semakin cantik. hanya terlihat sedikit lebih pucat dari terakhir kita bertemu. Lebih dari 4 bulan yang lalu" pesan ke dua
Semoga kita berjumpa di kemudian hari. Berharap kamu sudah ceria lagi seperti diawal kita berjumpa.. and Take care afshah" pesan ketiga.
Ke tiga pesan dari Qeandra yang baru saja di baca.
Membuat aldrian tertegun.
"Jadi.." aldrian pemijit pelipisnya.
Kepalanya yang terasa sakit.
"Tenang lah boss" ucap jimmy yang melihat eksprisi di wajah aldrian.
"Siapa dalang semua ini jim?.. apa mungkin wulan melakukan ini?, apakah misya? Atau afshah yang membunuh bayinya sendiri?. Jika tebakan ku salah?!.. siapa orang di balik yang merencanakan semua ini?" Tanya aldrian panik
" bukti kita belum falid boss.. kecuali kita menemukan si pelayan itu dan....." ucap jimmy.
__ADS_1
Tut...tutt......
Ponsel jimmy berbunyi sebelum menyelesaikan ucapannya.
Jimmy dengam cepat mengangkat pangilanya ponselnya setelah melihat sipemanggil
"Hallo..ada apa?" suara jimmy memulai bicaranya
"..........."
" apa?.. kalian bekarja lambat sekali" ucap jimmy emosi dan mematikan panggilannya
"Ada apa?" Tanya aldrian
"Si pelayan di temukan tewas bunuh diri di kos-kosannya" ucap jimmy.
Aldrian mengusap wajahnya dengan kasar.
"Kita buntu jim" ucapnya lemah
"Tidak.. jika damian dan dave membantu kita" jawab jimmy.
Aldrian terdiam.
"Bicaralah pada mereka al.. mereka akan bantu jika kau memintanya. Ucapan mu yang terakhir kali menyinggung mereka al" bujuk jimmy yang tak lagi sebagai bawahan tapi kembali ke mode sahabat.
"Kita sebaiknya kerumah sakit dulu jimmy" ucap aldrian
Melangkah meninggalkan ruang kerjanya di ikuti jimmy.
Di perjalannan kedua penghuni mobil diam dengan fikirannya.
bersambung...........
__ADS_1