Afshah

Afshah
hf 39


__ADS_3

HF # 39


Hai..hai..


Ini novel kedua ku di sini..


Semoga kalian suka..


Jangan lupa LIKE yach?!!😁


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Wulan serasa melirik seseorang yang masuk ke dalam cafe.


"Misya?!" Gumamnya


terhenti sejenak mengingat wanita itu sudah beberapa bulan tak muncul di cafenya.


Karna kesibukan wulan tak terlalu memperhatikan si wanita.


Namun firasat wulan yang tak tenang mengajaknya untuk mencari si wanita.


wulan tak menemukannya pada tempat kursi penggunjung.


Dengan tergesa-gesa wulan naik pada lantai dus yang merupakan vip cafe namun juga tak ada penampakan so wanita tersebut..


wajah wulan berubah tegang.


dengan semakin mempercepat langkahnya tak memikirkan tubuhnya yang tengah berbadan dua, wulan menuju lantai tiga cafe menuju ke arah ruang kantornya aldrian.


"Oh...maaf" suara wulan saat membuka pintu dan masuk mengganggu aktifitas terlarang dua insan .

__ADS_1


" sayang..aku balik dulu..ada pengganggu" ucap si wanita manja memainkan jarinya pada dada bidang aldrian yang telah terekspos..


"Iya..nanti aku hubungi kamu lagi" jawab aldrian merapikan kembali dirinya.


Si wanita dengan pakaian yang terlihat kurang bahan melirik tajam ke arah wulan dan berlenggak lenggok meningggalkan ruangan aldrian.


"Kamu kenapa ngak ngetok dulu?" ucap aldrian dengan nada kesalnya.


"Kamu marah?" Tanya wulan tenang


Aldrian hanya diam tak mau berdebat dengan sahabat.


"Dengan kejadian ini..aku berharap, kamu belum dan jangan pernah menyentuh afshah" ucap wulan yang membalikan tubuhnya berniat meninggalkan aldrian


"Dia istri sah gue..wajar kalu gue menyentuhnya" ucap aldrian meninggikan suaranya


"Misya??..kekasih loe itu,


Ucap wulan bernada mengejek


"Apa maksud loe?" Teriak aldrian yang tentunya tak terdengar oleh orang lain..karna ruangan aldrian kedap suara.


"Gue berbicara mewakili seorang istri..gue akan memberikan apa yang gue simpan pada suami gue saja.. dan sebagai seorang istri gue juga berharap sebaliknya.. Menurut loe apakah afshah BOLEH BerPERILAKU seperti kekasih loe?" Ucap wulan menekan di beberapa kata dan melangkah meninggalkan aldrian dengan tubuh yang terayun selangkah ke arah belakang.


"Kenapa kata-kata wulan begitu menusuk?" Ucapnya


Membuat fikirannya membayangkan hal buruk yang bisa saja di lakukan afshah


"Tidak...ini tidak boleh terjadi" ucapnya gusar mengacak-acak rambutnya..


Aldrian melangkah meninggalkan ruangannya.

__ADS_1


Sesampai di depan cafe dia memasuki mobil dan mengendarai untuk pulang kerumahnya.


Sesampai di rumah..aldrian berlari menuju kamarnya di lantai dua. semua pelayan saling bersitatap akan tingkah majikannya yang terlihat aneh..


"Afshah..." teriaknya di saat membuka pintu


Afshah terkejut dari tidurnya karna teriakan aldrian.


Tubuhnya yang akhir-akhir ini mudah lelah membuatnya gampang buat tidur.


"Ke..kenapa anda sudah pu..pulang tuan?" Ucapnya mencoba menyembunyikan rasa gemer pada tubuhnya karna teriakan aldrian


"Kenapa emang kalau saya pulang?" Tanya aldrian nyelidik mendekati afshah


"Ti..tidak apa-apa tuan" jawabnya menunduk


"Kamu takut ngak bisa pergi buat selingkuh?" Tanyanya spontan


"Se..selingkuh?" Tanya afshah menatap aldrian..


Aldrian yang sadar akan ucapannya..


"Khmm..."


Aldrian berdehem mencoba mengalihkan suasana..


"bukan begitu....ternyata,kalau tidak ada saya di rumah..kamu enakan tidur ya?!" Ucapnya merubah topik pembicaraan..


"Maaf tuan..saya akan masak sekarang" ucap afhsah yang mau meninggalkan aldrian


"Bukan sekarang..saya mau kamu buatkan saya secangkir kopi. Antar ke ruang kerja saya" titahnya dan lebih dulu berlalu meninggalkan afshah.

__ADS_1


"Ucapan wulan membuatku pusing" batin aldrian di perjalan menuju ruang kerjanya.


__ADS_2