
HF #49
Hai..hai..
Ini novel kedua ku di sini..
Semoga kalian suka..
Jangan lupa LIKE yach?!!😁
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=.
...............
Ucapan damian membuat suasana menjadi hening.
"Tapi. Seandainya dari kalian ada yamg ikut andil dalam musibah ini. Maka, bersiaplah untuk musibah higgga keturunan kalian juga ikut menikmatinya" ucap damian menatap tajam ke seluruh pelayan dan 4 bodigur yang tertunduk lesu.
"Ayo damian" suara dave tergesa-gesa dari ruang dapur.
" kenapa?" Tanya damian
"Afshah telah melewati masa kritisnya" jawab dave yang lantang terdengar jelas.
Suara riuh ucapan syukur dari para pelayan dan bodigur aldrian.
Dave dan damian menoleh pandang mereka pada asal suara tersebut.
Wajah pelayan dan bodigur kembali seperti ketakutan akan tatapan dua pria tampan tersebut.
Damian kembali menoleh dave,
__ADS_1
tak mempedulikan pelayan dan bodigur tadi.
"Syukurlah..bagaimana kau bisa tau?" Tanya damian tersadar akan berita yang di berikan dave.
" dokter yang menagani afshah adalah temannya malvin" jawab dave berbisik melangkah meninggalkan penghuni rumah aldrian menuju mobilnya.
"Bagus. kalau begini, kita bisa dapat info lebih akurat" jawab damian mengikuti langkah dave kembali menuju rumah sakit.
"Iya. Tapi kita harus memberi tahu malvin untuk menutup mulutnya agar aldrian tak mengetahui akan hubungan malvin dan sang dokter" jawab dave
"Iya. Kau benar " ucap damian yang telah menghidupkan mesin mobilnya.
Meninggalkan pekarangan rumah aldrian.
Dalam perjalannan jemari Dave sibuk bermain di atas layar ponselnya.
"Ya. Hallo malvin" suara dave membalas ucapan orang yang coba di hubunginya.
"Tentu. Tenang lah brot.. gue dan si dokter hanya teman lama. Teman semasa sekolah dasar. Aldrian tak akan tau" jawab di seberang
"Terimakasih malvin" ucap dave
" gue tau niat loe baik buat aldrian. Gue siap bantu loe" jawab malvin lagi di telimga dave
" ok. Gue pasti minta bantuan loe lagi nanti" kawab dave
"Gue siap kapan pun loe minta" jawab malvin
"Baiklah.. gue tutup" ucap dave memutus sambungannya.
Damian menatap dave sebentar saat menyelesaikan pembicaraannya.
__ADS_1
"Bagaimana?" Tanya damian di depan stirnya
"Beres" jawab dave
Senyumanpun merekah dari wajah damian.
"Malam ini atau pagi esok kita berangkat kembali ke itali, dua hari lagi mereka bergerak. Kita sudah harus ada di itali kala itu" ucap dave
"Loe sudah hubungi mereka kembali?. Kapan?" Tanya damian
"Loe sibuk introgasi pelayan di rumah aldrian. gue sibuk chat dengan mereka" jawab dave kesal
"Dari loe di dapur bukan nyelesaikan tugas?" Tanya damian
"Tentu semua sudah selesai bos.. Gue haus, membuat kopi sendiri. Kalau suruh pelayan takut di rancun gue.heheh" kekehan dave
"Loe takut mati?" Tanya damian
"Gue belum punya keturunan brot" jawab dave
Membuat mereka berdua tersenyum.
Ingatkan akan status mereka yang masih single.
"apa loe sadar akan dirimu dave?" tanya damian di sela senyumnya
"setidaknya, gue masih belum pingsang akan status yang melekat pada diri gue" jawab dave menaikan sedikit bibirnya.
" setelah semua selesai.. cepat-cepatlah melepas masa jomblo loe " suara damian lagi
" loe sendiri?" tanya dave tepat memukul hati damian.
__ADS_1
"gue pastikan kebahgian afshah dan airah dulu.. setelahnya gue akan cari wanita yang baik buat gua" jawabnya berwajah serius..