Afshah

Afshah
hf 21


__ADS_3

HF #21


Hai..hai..


Ini novel kedua ku di sini..


Semoga kalian suka..


Jangan lupa LIKE yach?!!😁


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


............


"Apa adikmu sudah beristirahat?" Suara bergema Tepat saat afshah memasuki sebuah kamar.


"Tengah membersihkan diri" ucapnya ikut duduk pada sofa kamar.


"Kamu pergilah mandi" perintah aldrian yang masih sibuk memainkan leptop di pangkuannya


"Aku mandi setelah airah selesai" jawabnya membuat aldrian menatap meminta penjelasan


"Sebaiknya..sebelum menikah..aku tidur bareng airah dulu..aku ngak mau airah fikir yang bukan-bukan" ucap afshah memberi pengertian


"Terserah padamu..tapi ingat kau punya kewajiban padaku..semua ada pada kertas yang telah kau tanda tangani" ucapnya menggingatkan.


"Iya..sebaiknya aku turun sebelum airah curiga...tak baik aku masuk kamar pria yang belum menjadi suamiku" ucapnya lagi melangkah meninggalkan aldrian.


"Setidaknya dua hari lagi sudah menjadi suami kakaknya" ucapnya tegas


Afshah hanya berhenti sejenak mendegar ucapan aldrian dan kembali melanjutkan langkahnya di penghujung kalimat aldrian..


..............


Dua hari berlalu dengan begitu cepat..


Di sini...di sebuah ruangan nan megah menjadi saksi bisu akan pernikahan wanita cantik yang di baluti kebaya mewah buatan perancang terkenal.


"Kakak cantik sekali" ucap airah setelah seorang MUA menyelesaikan lukisan karya di wajah afshah.


"Deck juga cantik memakai kebaya itu" ucap afshah yang memuji kebaya yang berwarna senada dengannya.


"Nona...semua sudah menunggu" ucap seorang pelayan menghampiri afshah di kamar tempatnya mempersiapkan diri.


"Ayo kak" ucap sang adik

__ADS_1


"I..iyaaa" suara afshah yang terdengar gugup


"Ayoo lah kak..rileks..kakak hanya duduk saja di sana..yang akan bicara cuma mempelai pria" ucap airah menenangkan.


"Hehe...kamu bicara seperti sudah berpengalaman" godanya pada sang adik.


"Aku sering..ikut acara perbikahan bareng ibuk di kampung" ucapnya bangga


"Baiklah...kakak percaya" godanya lagi.


"Kak?!" Airah manja.


"Nona..ayo...semua sudah mennunggu" suara pelayan itu lagi mengginggatkan.


Afshah dan airah bergegas menuju tempat yang di arahkan oleh dua orang pelayan.


Sesampai pada ruangan yang telah di isi oleh undangan yang menjadi saksi pernikanhan seorang aldrian suadraja.


Afshah melirik pada tempat dimana aldrian duduk dengan bingkisan di depnnya dan seorang pria berperawakan seorang ustatd di depan seberang aldrian..


Mata afshah melihat Jimmy duduk di samping aldrian di temani 2 pria lainnya yang afshah baru pertama kali melihatnya.


"Itu istrimu sudah datang" bisik jimmy ke telingga aldrian yang duduk bersila pada tempat ijab kabul yang terlihat ditata sebegitu elegan.


Aldrian menoleh pada arah yang di bisikan jimmy..


"Cantik" gumamnya yang tak terdengar oleh orang lain


"Berkedip boss" bisik jimmy menggoda.


Seorang wanita paruh baya tak beberapa jauh duduk dekat aldrian berdiri menjemput afshah dan menuntunya duduk tepat di sebelah aldrian.


Kemudian wanita tersebut ikut duduk tak jauh dari afshah tepat di samping jimmy.


"Terimakssih mam" ucap jimmy setangah berbisik pada wanita yang menjemput afshah.


Wanita itu nampak menggagukkan kepalanya.


"Bagaimana?...


Apa sudah bisa kita mulai?" Ucapnya sorang bak ustatd di depan aldrian bertannya pada semua yang hadir.


"Sepertinya saya bisa mulai" melihat wajah aldrian dan para saksi di dekat aldrian.


Pak penghulupun memulai akadnya hingga akhirnya terdengar

__ADS_1


Ucapan


"Bagaimana saksi" penghulu bertanya..


"Sah" jawab salah satu suara yang di tunjuk sebagai saksi.


"Sah" suara yang lainpun mengikuti.


"Alhmdullilah........." doa penghulu menutup sesi ijab kabul.


Dan diamni oleh seluruh manusia yang hadir.


Setelah acara ijab kabul selesai..


Di lanjutkan acara resepsi ....


Ruangan yang tadinya bernuasa redup dan tenang.


Di sulap menjadi tatanan berkonsep eropa.


ruangan lebih megah dan bergemerlap.


Wajah afshah yang telah memiliki


kecantikan alami yang di tambah polesan make up oleh seorang MUA terkenal terlihat lebih elegant dan berkelas dengan balutan gaun indah yang sedari siang tadi di ganti sesuai dengan tema resepsinya.


Sampai malampun menjelma..


Afshah nampak lelah menyambut salam,ucapan dan doa


Dari ribuan tamu yang datang.


"Uops...hei..kau kenapa" ucap seorang pemilik sebuah tangan menangkapnya tubuh afshah.


Hampir saja afshah terjatuh karna terayun kearah belakang.


"Aku tidak apa-apa?" Ucapnya menutup matanya mencoba menggumpulkan kesadarannya


"Sebaiknya kau beristirahat..sudah malam juga" ucapnya menarik tangan sang istri turun dari pelaminan menuju salah satu kamar hotel yang menjadi saksi pernikahannya.


Pernikahan berkonsep megah ini di tutupi dari awak media.


Tamu yang datangpun di larang untuk berfoto dengan mempelai di pelaminannya.


Aldrian meminta tamu undangan untuk tidak membawa atau meninggalkan ponsel maupun kameranya pada luar area acara..

__ADS_1


Hanya kamera yang di tunjuk oleh aldrian menjadi bukti akan megahnya acara.


__ADS_2