
HF #23
Hai..hai..
Ini novel kedua ku di sini..
Semoga kalian suka..
Jangan lupa LIKE yach?!!😁
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Afshah yang masih tertegun di tinggal aldrian tersadar.
"Ya ampun...jam berapa sekarang?..aku harus bersih-bersih dan memasak" fikirnya..
melangkah ke lantai bawah menuju dapar
Setelah tugas memasaknya selesai..
Afshah pun membersihkan rumah.
Pukul 14.00 aldrian masuk ke dalam rumah.
Namun hal pertanma yang di lihatnya seorang wanita tertidur pada sofa depan tv ruang keluarga.
"Ceroboh" gumamnya melangkah mendekati si wanita tersebut
"Hei..bangun...aku lapar" ucapnya menggoyangkan kaki afshah dengan kakinya yang masih memakai sepatu.
Tersadar akan goncangan pada tubuhnya afshah membuka matanya dan melirik ke arah suara.
"Ma..maaf tuan" ucapnya ketakutan
__ADS_1
"Cepatlah..kalau seperti ini..aku bisa mati kelaparan" gerutunya menuju ruang makan
Afshah pun mengikutinya dan mengidangkan masakan yang di buatnya tadi.
Aldrian mermanggu menatap sajian di depannya.
"Maaf tuan..aku hanya bisa memasaka masakan seperti ini" ucapnya lemah
"Sudahlah..kau memang dari kampung..tentu hanya ini yang kau tau" ucapnya mengejek
Aldrian memakan makanan yang telah di siapkan afshah pada piring di depannya dan mmenyantap makan tersebut
"Ibu seperti ada di sini" batinya
Di saat litahnya menyentuh masakan tangan afshah.
Semua makanan di piring aldrian habis seketika.
"Lumayan" suara aldrian menyudahi makannya dan beranjak meninggalkan afshah menuju ruang kerjanya.
"Tandas...di bilang lumanya" gerutu afshah membersihkan kembali meja makan dan mencuci peratan yang kotor.
Afshah meninggalkan dapur setelah semua dia rasa selesai dan melangkah menuju kamar tamu bagian bawah tempat barang-barangnya yang lama..
"Kok semuanya ngak ada" ucapnya mencari kardus yang biasa ada di sudut ruang.
Afshah berlari menuju ruang kerja aldrian.
Tok..tok..tok.
Mengetuk pintu aldrian
"Masuk" sahutan dari dalam
__ADS_1
Ceklek.....
Afshah membuka pintu
"Maaf tuan..barang-barang saya yang lama anda taroh dimana?" Tanyanya
"Emang apa hubungan semua barang-barang ronsokanmu dengan ku?"tanyanya Dengan angkuh
"Ditanya balik nanya" batin afshah
"Maaf tuan..tak seharusnya saya bertanya pada anda" ucapnya lirih dan membalikkan tubuhnya berniat meninggalkan aldrian.
"Semua barangmu yang lama sudah di bawa airah ke kampung..kecuali notebook buntut dan buku-buku yang kuliah yang..." ucapnya tergantung
"Dimana sisa barang-barang saya tuan?" Potong afshah yang tak ingin terluka oleh ucapan aldrian
"Tu?" Tunjuk aldrian dengan sudut matanya ke arah kardus kecil dan notebook di atasnya.
"Alhdullilah" lirih afshah dengan wajah berseri..
Mengambil barang yang di tunjuk aldrian dan melangkah meninggalkan ruang kerja aldrian tanpa permisi.
"Hukh..dasar..buntut seperti itu saja di buat seperti berlian..di minta seri terbaru dengan gampang ku berikan" sunggutnya aldrian entah mengarah pada siapa karna hanya dia sendiri berada di sana.
Afshah membuka notebooknya sesampai pada kursi taman belakang.
Memeriksa semua file notebooknya.
"Alhdullilah...tak ada yang kurang..sebaiknya aku kerjakan lagi skripsi yang tinggal 10 % lagi..hanya tinggal 3 hari lagi waktuku untuk menyerahkannya" lirih afshah yang tersadar akan waktu yang semakin sempit.
dengan lincah jemari afshah mulai mengetik pada alphabert notebooknya dan sesekali membaca buku tebal di samping duduknya dan kembali mengarahkan matanya pada layar di pangkuannya.
......
__ADS_1