Afshah

Afshah
hf 26


__ADS_3

HF #26


Hai..hai..


Ini novel kedua ku di sini..


Semoga kalian suka..


Jangan lupa LIKE yach?!!😁


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Afshah memasak dengan bahan yang masih ada pada kulkas.


Setelah selesai pukul 14.00.


Afshah duduk di meja makan menunggu aldrian tanpa menyentuh terlebih dahulu makanan yang di buatnya..


Pukul 16.00 aldrian sampai di rumah..


Seperti biasa dua bodiguar menunggu kedatangannya.


"Dimana nona?" Tanyanya yang masuk seperti tergesa-gesa.


"Sepertinya..nona tertidur di meja makan tuan" ucap salah sang bodiguar


Aldrian menambah lebar langkahnya yang di ikuti jimmy.


Sesampai di meja makan..


Aldrian menghampiri afshah..sedangkan jimmy langsung menuju ruang kerja aldrian.


"Hei..bangun" aldrian mengoyangkan tubuh afshah


"Hmm..." afshah mencoba membuka mata dan menggumpulkan kesadarannya.


"Ternyata aku tertidur di sini" batinya


"Kalau mau tidur..di kamar" ucapnya seperri tak bersalah


"Apa anda sudah makan siang tuan?" Ucapnya melirik ke arah aldrian..


"Ini sudah tidak untuk jam makan siang lagi" ucapnya meninggalkan afshah menuju ruang kerjanya.

__ADS_1


Afshah menatap sendu makanan yang di buatnya..


Dan menyimpan makan tersebut. Membersihkan kembali meja makan.


Setelahnya melangkah menuju kamar kembali.


Afshah memberihkan diri..


Setelah merasa fres pada tubuhnya walaupun perut belum di isi sedari siang..


Afshah menyiapkan air mandi dan baju baju ganti aldrian.


Pada saat afshah menunaikan sholat maghribnya aldrian masuk ke kamar dan memperhatikan afshah sejenak..


Fikirannya terbayang akan potret setiap terbagun di pagi hari. melihat sama persis dengan apa yang afshah lakukan saat ini..


"Ternyata dia tak pernah lupa menunaikan kewajibannya" batin aldrian


Tanpa menuggu afshah aldrian melaju ke kamar mandi.


"Bahkan kewajiban padaku pun iya tak lupa" batin aldrian kembali merendamkan tubuhnya bada bathub yang telah di isi dengan aroma terapi favoritnya.


20 menit sudah aldrian di kamar mandi..


Di keluar dengan hanya melilit handuk putih di pinggangnya dan satu handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya yang masih basah.


Afshah menganti pakaian santai rumah yang di siapkannya. dengan celana jens panjang di padukan kaos berkrah.


Aldrian yang telah rapi dengan santai keluar dari rumah bersama jimmy yang telah menunggunya di depan mobil.


Terdengar bunyi mesin mobil mennadakan mereka telah meninggalkan rumah.


Afshah yang tinggal sendiri di rumah hanya duduk pada balkon kamar memandangi langit berbintang dengan mata yang berlinang.


Lelah dan dingin malam yang telah merasuk.


Afshah kembali menuju sofa kamar dan berbaring.


Aldrian pulang pukul 1 malam.


Melihat afshah tertidur begitu terlelap ia tak membangunkannya.


Aldrian melangkah menuju kasur king sizenya menutup mata dan terlelap.

__ADS_1


Mata hari menyinggsing masuk di cela kamar..


Aldrian terbangun karna cahaya yang masuk. tersadar bahwa pintu pada balkon tidak tertutup.


Aldrian melirik jam di gital persegi panjang di bawah lampu kamarnya...


"Pukul 7 pagi..Apa dia sengaja membuka pintu balkon agar aku terbangun tanpa di bangunkan?" batinya melirik sofa tempat afshah biasa tidur.


" dia masih tidur?" Gumamnya.


Aldrian duduk dan melangkah menuju afshah.


Aldrian berdiri terpaku memperhatikan wajah afhah yang tertidur dangan lutut yang hampir menyetuh dagunya serta wajahnya seperti berkeringat dan rintihan kesakitan yang nyaris tak terdengar.


"Afshah..bagun" suara aldrian yang berfikir bahwa afshah tengah bermimpi.


"Afshah..bangun..ini sudah pagi" ucapnya lagi namun di tambah dengan tangannya yang menyentuh pundak afshah


"Heii.panas...kamu kenapa?" Ucapnya terkejut saat menyentuh wajah dan tubuh afshah yang panas


Aldrian menggakat tubuh afshah ke tempat tidur dan meraih ponselnya..


Tut...tut...


Suara Panggilan terhubung


"Hallo......" suara di seberang


"Jemput dokter Ryan sekarang" titahnya dan mematikan sambungan.


Aldrian mondar-mandir dalam kamarnya menunggu sang dokter yang di rasa begitu lama.


20 menit menunggu dokter pun datang bersama dengan jimmy


"Siapa yang sakit al?" Tannya jimmy


"Periksa dia dok" ucap aldrian pada dokter di belakang jimmy tanpa menggubris pertanyaan jimmy.


Dokterpun dengan sigap memeriksa afshah..


Sebuah jarum tertancap suntik pada lengan tangan afshah..


"Sepertinya dia sedikit sress di tambah perutnya yang kosong..sehingga tibuhnya tak dapat menopangnya lagi.." ucap sang dokter

__ADS_1


"Saya telah memberi pertolongan pertama...Ini resep obat dan vitamin...Sabaiknya dia banyak istirahat dan perhatikan jadwal makannya" ucap sang dokter..


"Baiklah..terimakasih dok..saya antar dokter sampai depan" jimmy mewakili aldrian yang tanpak hanya diam memperhatikan afshah yang telah terlelap karna suntikan obat yang di berikan sang dokter.


__ADS_2