Afshah

Afshah
hf 36


__ADS_3

HF #36


Hai..hai..


Ini novel kedua ku di sini..


Semoga kalian suka..


Jangan lupa LIKE yach?!!๐Ÿ˜


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


...........


"Apa anda akan datang di acara wisuda saya besok tuan?" Tanya afshah saat memakaian pakaian tidur aldrian


"besok pagi saya berangkat ke singapure " jawab aldrian melangkah keluar ruang ganti.


Afshah menekan dada kirinya yang terasa sakit.


"Apa yang aku harapkan?" Batinnya.


Melangkah dengan cepat keluar dari ruang ganti mengikuti langkah aldrian.


"Aku harus terlihat bahagia. Cobaan ini tak akan lama" batin afshah menuruni tangga di belakang aldrian.


Afshah Menarik bibirnya saat sampai ruang makan yang telah di huni airah dan jimmy.


"Maaf..kami terlambat" ucap afshah berbasa-basi


"Kami pun,belum lama nona"jawab jimmy


Aldrian hanya sedikit tersenyum melirik airah dan duduk pada tempatnya di ujung meja ma


kan.


"Bagaimana perjalannanmu airah?" Tanya aldrian berbasa-basi


"Menyenangkan kak" jawab airah semangat


"Baguslah" jawabnya datar

__ADS_1


Airah hanya tersenyum menutupi sikap datar kakak iparnya yang sudah iya fahami.


Makan malam telah selesai di hidangkan oleh para pelayan.


"Makan malam sudah tersaji. Silahkan menikmati" ucap aldrian menandakan afshah untuk bersegra mengambilkan makanan untuk aldrian.


Makan malammu berjalan dengan hikmat tanpa ada suara lagi di meja makan kecuali bunyi sendok,piring atau gelas.


Aldrian meninggalkan meja makan menuju ruang kerjanya.


Jimmy pun mengikuti langkah aldrian.


Afshah dan airah pergi menuju taman belakang.


"Bagaimana ayah dan ibu kita?" Tanya afshah memulai pembicaraan


"Bapak seperti biasa.tak bisa lagi belerja,sawah kita di sewakan pada pak Tarmin dan ibu menjadi buruh pada sawah yamg membutuhkan di ditanami,di siangi atau apapun yang bisa mendatangkan uang" jawab aorah nampak sedih


Afshah tertengun dengan ucapan airah..


"Aku tinggal di rumah gedung seperti ini..ibuku hidup begitu di sana?. Aku anak tak berguna" batinnya air mara menetes di pipinya dengan sigap di hapau takut di lihat airah.


"Semuanya seperti biasa. Namun mas Suardi tengah melakukan rehabilitas dan sebentar lagi akan menikah dengan seorang cewek yang sama-sama di rehabilitas denganya" cerita airah menoleh afshah menghentikan sejenak aktivitasnya memperhatikan ke indahan taman.


"Oh..syukurlah" jawab afshah.


"Kak..rumahnya bagus banget ya?!" Ucap airah yang nampak takjup memperhatikan rumah dan taman belakang.


"Benar.. deck mau rumah seperti ini juga?" Tanya afshah ke arah airah yang berdiri menyusuri taman bunga mawar beraneka warna


"Mana mungkin bisa kak?!" jawab airah menatap kakaknya yang duduk pada bangku taman.


"Sebesar ini mungkin saja tidak?!, tapi sebahagia dari rumah ini mungkin bisa" jawab afshah


"Maksud kakak?" Tanya airah menghampiri dan duduk bersebelahan dengan afshah.


"Deck. Ingat 'Yang terlihat belum tentu Yang sesungguhnya'" ucap afshah lembut ke airah.


Wajah airah berkerut mencoba menganalisa maksud ucapan afshah.


"Aku tak faham kak" ucapnya pelan.

__ADS_1


"Deck..rumah besar..taman indah.. apa kamu pernah lihat aldrian menikmati dan bahagia saat berada di rumah ini?" Tanya afshah


"Lihatlah, di rumah, di kantor bahkan di meja makan dia hanya membahas pekerjaan bukan?" Tanya afshah lagi


"Nah..menurut kamu.. seperti apa defenisi bahagia versi aldrian?" Tanya afshah lagi membuat airah terdiam.


"Sepertinya istrinya akan lebih tau?!" Goda airah tiba-tiba


Membuat afshah mencubit pipi airah gemes.


"Deck.. apa kamu yakin mau jadi dokter?" Tanya afshah.


"Iya donk kak, agar orang miskin kayak kita bisa berobat tanpa memikirkan biaya pengobatan" jawab airah seperti sedang berOrasi.


"Kok calon dokter lemot? Hahah" goda afshah membuat pipi airah mengembung karna cemberut.


"Yah..calon dokter kok cemberut.


Gimana nanti jadinya?!!. Saat di rumah sakit yang sering Dibujuk dokter atau pasiennya?!."ucap afshah seperti berfikir


"Terserah?!" Jawab airah meninggalkan bangku taman menuju kembali ke kamarnya.


" maaf kan kakak deck?!" Guman afshah menoleh kepergia airah.


Afshah duduk menatapi taman mawar di depannya.


Fikranya bercabang keseluruh arah.


Menata masa depannya kelak karma esok hari di mana iya harus mulai berjuang untuk masa depannya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


assllamuaalaikum wr.wb.


hai semua...


baca juga novel ku yang lain ya..๐Ÿ™๐Ÿ™


DKAS (DULU KINI ATAUPUN SELAMANYA)


terimakasih๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2