Afshah

Afshah
airah 03


__ADS_3

HF #63


Hai..hai..


Ini novel kedua ku di sini..


Semoga kalian suka..


Jangan lupa LIKE yach?!!😁


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Dengan langkah santai airah mengikuti afshah memasuki rumah mereka.


"Jelaskan" ucap afshah yang masih berdiri sementara airah demgan tenang duduk pada sofa ruang tamu rumah mereka


"Jelaskan apa?" Jawab airah santai.


Mendengar dari suara dua putrinya ayah dan ibu afshah ikut bergabung duduk pada sofa ruang tamu .


"Ada apa ini?" Tanya sang ayah pada kesua putrinya


"Airah sudah satu bulan tidak masuk kampus dan..." ucap afshah terputus

__ADS_1


"Airah nginap sebulan ini di rumah kak aldrian" lanjut airah tetap dengan tenang.


"Apa maksud semua ini aira?" Tanya sang ibu


"Dia sudah gila bu.. dia nginap di rumah bekas suami kakaknya dan..." ucapan afshah kembali terputus karna rasa tak mampu menyampaikan pada kesua orang tuanya.


"Dan tadi. Kak afshah lihat airah tengah memeluk kak aldrian" lanjut afshah kembali dengan bersikap tenang.


Hanya jelinggan mata penuh kekecewaan airah yang di berikan pada afshah.


Afshah tak kalah melototkan matanya pada airah.


"Apa pantas kamu melakukan itu?" Ucap afsha dengan suara tingginya penuh amarah.


"Menurut kakak?" Airah malak balik bertanya.


"Jadi. Apakah yang kakak lakukan selama ini pantas?" Airah kembali bertanya dengan sedikit emosi di sana.


"Apa maksudmu?" Tanya afshah yang muali mendekati airah


"Kalau aku tak pantas tinggal dengan bekas kakak iparku. Apakah kakak pantas sebagai seorang yang masih berstatus shah istri orang tinggal dengan seorang prua dewasa beristri?" Tanya airah yang telah berdiri menyamvut kedatangan afshah di depannya.


"PLAAAAAAAAK"

__ADS_1


Tamparan mendarat pada pipi mulus airah.


" afshaaaah" teriak sang ibu membuat afshah tersadar akan apa yang telah di lakukannya.


Mata afshah menangkap kekecewaan di mata yang bapak.


Membaut afshah mencoba melirik kembali pada airah.


"Ma...." ucap afshah


"Tak perlu....." ucap airah yang masih memegangi pipinya.


"Apa yang kakak lakukan saat ini tidaklah sepadang dengan apa yang telah di alami oleh kak aldrian.." ucap airah membuat 3 orang yang ada di sana terdiam.


"Setelah kepergian kakak dari rumah sakit kala itu. Sedang matian-matian selama berbulan-bulan kak aldrian mencari kakak, walaupun bukti tidak di dapatkan dia selalu berusaha membukrikan bahwa kakak tidak bersalah. Karna hatinya berkata kakak tak bersalah tapi logika memberikan bukti yang berbeda. Selam berbulan-bulan kak aldrian tersiksa dengan kekacauan di hati dan fikirannya" ucap airah dengan air mata yang mulai menetes di pipinya.


"Tapi.. kabar yang di dapatkan. Kakak tinggal dengan pria yang dulu pernah mengambil kekasihnya dan sekarang istrinya sehingga dmkami membuat rencana pernikahan pura-pura itu" ucap airah menatap tajam pada afshah


"Pernikahan pura-pura katamu.. semua di rancang sedemikian rupa. Serta dekorasi yang megah itu kau sebut pura-pura?" Tanya afshah dengan emosi yang meledak dan suara bernada tinggi.


"Hmmm... apakah jika dengan dekorasi yang sederhana kakak akan percaya itu sebuah acara pernikahan?" Sindir airah membuat afshah tertegun.


"Apa kakak tau.. kepergian kakak yang beberapa bulan sudah buat saham perusahan kak aldrian menurun dan saat ini kemungkinan kak aldrian akan jatuh miskin. Di tambah dengan depresi berat yang di alaminya tak akan mampu membuat perusahannya kbali bangkit" ucup airah lirih.

__ADS_1


"Kenapa kau begitu membelanya setelah apa yang di perbuat padaku?" Ytanya afshah pada airah.


"Kakak benar. Seharusnya kak aldrian tak perlu berbuat apa-apa pada kakak.. tak perlu menjerat kakak denga perjanjian yang hanya bernilai 10 juta, tak perlu membantu penyembuhan bapak, tak perlu mambayar lunas hutang pada rentenir di kampung. Agar kakak bisa hidup bahagia dengan anak seorang rentenir itu dan kita tak perlu ada di sini saat ini" ucap airah sontak membuat tubuh afshah bagai tak bertulang jatuh terduduk pada lantai rumahnya.


__ADS_2