
HF #08
Hai..hai..
Ini novel kedua ku di sini..
Semoga kalian suka..
Jangan lupa LIKE yach?!!😁
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
...........
Pagipun menjelma dengan keindahanya..
"Boss..bangun boss" ucap seorang pria 32 tahun yang baru saja masuk pada sebuah ruang di rumah sakit.
"Hmm...." ucapnya membuka mata.
Mengubah posisi Duduk bersandarkan pada sofa. mengumpulkan kembali kesadarannya
"Ini baju ganti dan sarapan paginya boss" ucapnya lagi
"Iya.." ucapnya sambil melirik jam di pergelangan tangannya.
"Masih jam 7 pagi" gumamnya dan melirik ke arah afshah yang masih tertidur.
"Jimmy..aku mandi dulu..kau tolong jaga dia dulu" ucapnya kepada asistenya..
Jimmy ariesta adalah asisten pribadi aldrian suadrajaa. Asisten yang akan ada di saat apapun.
"Siap boss" ucapnya sambil memperhatikan tablet yang slalu di bawa kemana-mana iya pergi..
15 menit berlalu...
Sang Boss keluar kamar mandi dengan pakaian yang telah rapi.
"Apa jadwal saya hari ini jimmy?" Ucapnya yang telah duduk kembali di sofa dan memulai sarapnnya
" ada lima file yang harus boss pelajari, beberapa tanda tangan untuk kelancaran proyek perusahan yang ada di manjarmasin dan medan serta miting dengan klien pukul 10 pagi dan pukul 3 sore di restoran biasa" ucap jimmy membacakan jadwal bossnya.
"Tolong jadwal miting jam 3 diganti menjadi pukul 11 siang"
Ucapnya di saat masih menikmati makannya
"Saya akan mampir di kantor untuk menandatangani file yang mendesak.. untuk file yang harus saya pelajari dulu,kamu bawa kesini saja..karna sehabis jumpa dengan klien pukul 11 saya akan kembali kesini lagi." ucapnya panjang tanpa bisa di potong oleh jimmy
"Baiklah boss..btw..ni anak kapan keluarnya dari sini boss" tanya jimmy melirik afshah yang belum berubah dari arah tidurnya sedari tadi.
"Besok..karna tubuhnya benar-benar drop..dokter menyarankan dia. Untuk di rawat dulu selama dua hari" ucapnya si boss yang telah menyelesaikan makannya
"Hmm...berarti boss akan tidur si sini selama dua malam?..apa tidak masalah boss?" Tanya dengan hati-hati takut si boss salah pengertian
"Masalah apa maksudmu?" Ucapnya dengan wajah dingin
"Tuh kan,dia tak akan mengerti,tapi ini bukan urusanku juga!" Batin jimmy
"Bukan apa-apa boss..selama dua hari boss bakalan tidur di sofa ini..kan ngak nyaman?!" Jimmy mencari alasan untuk memyembunyikan maksud dari ucapannya yang sebenarnya.
Jimmy sangat tau bossnya baik luar dan dalam..
__ADS_1
"Iya...." balasnya
"Kita berangkat jam 8 pagi..setelah wulan datang manggantikan saya di sini" jawabnya lagi.
"Baik boss" ucap jimmy mengerti..
Tak lama pintu ruangan terbuka..
Terlihat seorang 1 dokter dan 1 perawat masuk.
"Pagi tuan-tuan" sapanya ramah
Melihat dua pria duduk di sofa menuju bagsal si pasien di.
"Pagi juga" jimmy menjawab
Jangan tanya aldrian karna dia tak akan menjawab sesuatu yang dia rasa tak penting.
Mereka berdiri mengikuti menuju afshah..
Disaat sang dokter baru menyelasaikan pemeriksaan denyut jantung dengan alat yang di bawanya.
"Bagaimana keadaan dia.....dokter hanif?" Tanya aldrian melirik nama yang tertera di baju sang dokter..
"Alhmdullilah sudah banyak perubahan..hanya mungkin Nanti saat siuman rasa lemasnya masih akan ada..saya akan menganti impusnya..besok pagi saat impusnya sudah habis pasien sudah bisa pulang" balasnya
"Baiklah..terimakasih dok?!!" Jimmy menengahi pembicaan karna pastinya aldrian tak akan merespon sang dokter lagi..
"Sama-sama tuan" jawab sang dokter ke arah jimmy dan mengalihkan wajahnya ke impus yang tergantung.
"Suster tolong impusnya di ganti " ucapnya ke suster yang menemaninya masuk tadi.
"Baik dok" ucap suster yang langsung melaksanakan apa yang di tugaskan padanya.
"Sejauh ini tidak ada tuan" jawab sang dokter yang tau arah siapa aldrian bertannya.
"Sekarang kami permisi dulu tuan-tuan" ucap sang dokter
Setelah memeriksa kembali impus yang baru telah t selesai dipasang oleh sang suster.
"Iya dok..terimakasih" jawab jimmy.
kemuan melirik aldrian yang duduk di kursi sebelah bansal afshah..
"Apa dia menyukai gadis ini??..ya ampun ini akan menjadi musih baru jika itu benar" batinnya.
"Kalian belum berangkat kerja" suara seseoranang membuat dua menusia tampan ini langsung menoleh kearah suara
"Loe fikir....." ucap aldrian
"Ya...mana gue tau...hati loe kan dah hitam karna si DIA" ucap suara yang baru datang
"Terserah loe?!" ucapnya
"Gue balik jam 1 siang paling lambat..loe bisa ke cafe setelah gue datang" ucapnya kembali menoleh ke arah lawan bicaranaya tadi.
"Baiklah..jimmy loe jagain tu boss mana tau si boss lagi kesambet" sindirnya
"Wulan..loe lama-lama udah kayak mak-mak" ucapnya
"Emamg gue emak-emak. anak gue udah mau dua" jawabnya enteng sambil meelus lembut perutnya
__ADS_1
"Ya udah..gue cabut..bisa gila ngomong sama loe" ucapnya meninggalkan wulan menemani afshah..
Setelah kepergian aldrian afshah meletakkan bawaannya ke meja dekat nagsal afshah.
Mendudukan dirinya di samping afshah dan membelai lembut kepala afshah..
Merasa ada yang menyentuh kepalanya afshah terbangun.
"Heummm..." menoleh ke arah wulan
"Kamu sudah bangun?" Ucap wulan
"Iya.." jawabnya
"Kamu lapar? Mbak bawain kamu bubur..makan dulu ya?" Ucap wulan dengan lembut
Afshah memangutkan kepalanya
"Si mbak baik banget" batinnya
"Mbak suapin ya?" Ucap wulan
"Iya" jawabnya
Wulan dengan telaten menyuapi afshah sehingga semua bubur yang bawa wulan habis.
"Kalau seperti ini..kamu bisa cepat keluar dari sisi" ucapnya dengan senyuman
"Iya...tapi..kapan saya bisa pulang mbak?" Tannyanya
"Mbak juga ngak tau?..nanti mbak tanyaain ke dokternya ya?" Ucap wulan yamg di naggukin saja oleh afshah.
"Mbak afshah pengen mandi..boleh?" Tanyanya
"Iya..ayo mbak bantu ke kamar mandi" ucap wulan..satu tangan membantu tubuh afshah dan satu tangan lagi mengambil tiang impusnya afshah.
15 menit wulan berdiri di depan kamar mandi afshah..
Afshah keluar dengan baju yang telah di ganti dan rambut yang masih basah dengan handuk di bahunya menahan air dari rambut panjangnya membasahi baju.
"Ayo kita ke bangsal kamu lagi?" Ucap wulan
"Iya mbak" jawabnya pasrah
Sesampai di bangsal afshah duduk menyamping. karna rambut yang masih basah..
"Sini biar mbak bantu" ucap wulan mengambil handu di bahu afshah.
Dengan lembut wulan mengeringkan rambut afshah..
"Mbak..terimaksih..mbak baik banget"ucap afshah dengan air mata yang jatuh dipipinya
"Ngak usah sungkan afshah..dulu mbak juga punya satu orang adik perempuan. Sekarang sudah di atas. tuhan masih memberikan satu adik laki-laki usianya udah 25 tahun..sat ini lagi menyelesaikan S2 nya di london,Inggris" ucap mbak wulan dengan senyum buat afshah ikut tersenyum.
"Sering kali mbak merasa, tuhan mengantikan adik mbak yang pergi dengan kamu,mbak melihat senyum cerianya di kamu..kamu mau kan jadi adiknya mbak?" Tanya wulan di akhir ceritannya
"Aku mau banget mbak" jawab afshah dengan senyum bahagia
"Nah..begini baru adik mbak..ceriaaa.." ucapnya dengan mencubit pipi mulus afshah
"Nanti kalau ada apa-apa jangan sengan buat beritahukan pada mbak mu ini!" Ucapnya menegaskan
__ADS_1
"Siap mbak" jawab afshah semangat..
Mereka pun melewati banyak pembicaraan yang menyenangkan.