
HF #17
Hai..hai..
Ini novel kedua ku di sini..
Semoga kalian suka..
Jangan lupa LIKE yach?!!😁
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
...........
"Ini minumnya kak.." ucap airah di depan pintu kamar dengan membawa dua teh hanggat di tangannya.
"Terimakasih" ucap jimmy menerima minuman dari airah..
"Kakak istirahalah..kakak sedari tadi nyetir pasti capek..aku sholat dulu baru masak buat makan siang..habis makan kita jengguk bapak ke puskesmas" ucap afshah ke arah jimmy
"Kenapa kamu berbicara begitu peduli padanya?" Tanya aldrian ke arah afshah dengan wajah super dingin
"Kak wajahnya menakutkan" bisik airah ke teliga afshah namun masih bisa di dengar jimmy dan aldrian
"Khumm" Jimmy bedecak lefleks tersenyum mendengar bisikan airah tadi
"Aku bisa dengar" ucap aldrian membuat airah meranjak pergi meninggalkan mereka .
"Anda menakutinya tuan" ucap afshah kesal meninggalkan aldrian dan jimmy.
"Apa itu seperti sebuah lelucon buat mu?" Tanya aldrian melirik kesal ke arah jimmy
"Anda cemburu boss?" Ucapnya enteng dan melangkah menuju tempat tidur meninggalkan dua cangkir teh pada meja belajar yang terletak pada salah sudut ruang.
__ADS_1
"Aku cemburu..kau seharusnya tau siapa aku?" Ucapanya yang mengambil satu Tas yang berisi tumpukan berkas-berkas yang tadi sempat di baca dalam perjalannan.
"Yaa...bak engkaulah boss..aku istirahat sejanak..sambil menunggu mencicipi masakanan buatan afshah" godanya yang telah berbaring pada tempat tidur.
Aldrian hanya memasang wajah datarnya menutupi kekesalan akan ucapan jimmy..
mendaratkan bokongnya pada meja belajar yang tersedia.
Mimik wajah serius tergambar jelas di saat mulai membaca berkasnya..
Makan telah tersedia...
Aneka makana tradisional...
Semua terlihat aneh di mata aldrian dan juga jimmy yang tinggal di perkotaan.
"Maaf..kak..hanya ini persedian yang ada" ucap afshah lemah karna tatapan mata kedua pria mebuatnya malu akan sajiannya.
Aldrian pun terpaksa mengikuti jimmy walau iya ragu akan selera makannya nanti
Airah duduk di samping aldrian dan afshah duduk pada samping jimmy tepat depan wajah aldrian yang di batasi beja makan.
"Kakan mau coba tumis kangkung?" Tanya afshah lembut pada aldrian
"Ya..aku ingin coba" ucapnya lemah yang tak berselara
"Telur dadar juga?" Tanya afshah lagi
"Ya" ucapnya singkat.
Semua memulai makannya dengan membaca doa terlebih dahulu.
Saat suapan pertama ldrian
__ADS_1
"Enak" batin aldrian saat lidahnya tercejut dengan rasa yang baru iya coba
Aldrian menatap jimmy yang tersenyum dan nampak menikmati makannanya.
Aldian pun makan dengan lahapnya dengan masakan sederhana.
Setelah makan mereka bertiga duduk pada meja ruang tamu.
"Kamu pakai apa tumis kangkung tadi?" Suara aldrian selidik
Membuat kening jimmy berkerut.
"Tidak ada yang special..hanya cabe hijau di iris dan gorongan ikan asing di tambah bawang dan tomat saja" ucap afshah mengingat-ingat bahan masaknya.
"Emang kenapa?" Tanya afshah selidik tersadar akan pertanyaan aldrian
"Masakamu enak" sergah jimmy yang tau bahwa Aldrian hanya akan diam..tak menanggapi pertanyaan afshah.
"Benarkah?..terimakasih" ucap afshah senang karna masakan yang sederhananya di sukai.
"Tak usah berlebihan" ucap aldrian membuat afshah terdiam.
"Kak ayo.." ucap airah yang baru saja keluar kamarnya
"Iya..ayo" ucap afshah yang di ikuti aldrian dan jimmy me langkah airah menuju keluar rumahnya..
Mereka memasuki mobil aldrian.
Afshah dan aldrian duduk pada kursi belakang..
Airah duduk di samping jimmy yang mengendarai tentunya..
Mereka menuju puskesmas tempat bapanya airah dan afshah di rawat..
__ADS_1