Afshah

Afshah
hf13


__ADS_3

HF #13


Hai..hai..


Ini novel kedua ku di sini..


Semoga kalian suka..


Jangan lupa LIKE yach?!!😁


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Dua hari berlalu dengan cepat.


Afshah menghabiskan waktu pada ruangan yang ditempati barangnya.


Afshah hanya kembali saat tidur saja, kekamar yang tak boleh di tinggalkannya.


Sebuah mobil mewah berhenti di pekarangan rumah megah tersebut.


Semua pelayan menyambut kedatangannya.


Aldrian tak melihat afshah di antara pelayan, melebarkan langkahnya menuju kamar yang berada pada lantai dua tersebut.


Matanya menelurusi setiap penjuru kamar..


tak menemukan yang di cari aldrian mengambil sambungan kabel yang terletak pada meja kecil di samping tempat tidur..


Aldrian menekan salah satu angka yang nampak pada gagang yang iya pegang.


"Hallo tuan" terdengar suara pelayan anna


"Dimana nona?" Tanya aldrian singkat bernada emosi


"Nona sekarang berada pada kamar tamu bawah,di dekat ruang kerja tuan muda" jawab pelayan anna .


Seketika aldrian menutup panggilannya.


Meletakan kembali yang dia pegang pada tempatnya semula.


Dengan langkah tergesa-gesa aldrian menuju tempat yang di sebutakan pelayan anna.


"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya aldrian saat pintu baru saja di buka.

__ADS_1


Afshah tersentak tak bisa menyembunyikan keterkejutannya


"Maaf..tuan..saya fikir tuan belum datang" ucapnya dengam wajah tegang


"Kamu berharap saya pergi berapa lama?" Tannya angkuh


Afshah tak menjawab perkataan aldrian


"Kamu ingat 5 hari lagi. kita menikah..walaupn saya pergi jangan harap kamu bisa bebas" ucapnya meninggalkan afshah sendiri.


Sebelum pergi aldrian menutup kembali kamar tempat afshah di temuinya tadi dan melangkah menuju kekamarnya untuk membersihkan diri.


Sepeninggal aldrian..


Afshah menutup notebooknya dan meninggalkan ruang itu menuju kamar tempat dia tidur setiap malam.


Afshah berdiri di depan pintu kamar.


" Kleek........"


knop pintu kamar di buka dan afshah memasuki kamar.


Tuuuuut...tuuuuut....


Ponsel yang gengam afshah berbunyi..


Afshah berlari ke arah balkon kamar.


"Hallo...assallammuallaikum bu" ucapnya


"Waallaikumsalam nak..kamu sehat?" Tanya dari seberang


"Alhmdullilah sehat?..ibu bagaimana?" Tannyanya


Hening seketika yang ada suara lirih dan berganti tangisan


"Nak..bapakmu di rawat di puskesmas" ucapnya lirih


"Bapak kenapa buk?" Tanya afshah bernada cemas


"Nak..pulanglah....sebenarnya 8 bulan yang lalu bapakmu meminjam uang pada pak darto untuk mengirimkan uang semestermu yang lalu..namun sayangnya panen kita gagal kala itu dan bulan ini pun kita masih terancam gagal panen sehingga kami tak sanggup melunasinya" ucap si ibu dengan tangisannya


"Ibu..mintalah sedikit waktu lagi pada pak darto " ucap afshah

__ADS_1


"Nak..sesuai perjanjian..6 bulan kami lunasi..kalau tidak kamu harus menikah dengan suardi anak pak darto..kita sudah di beri tambahan waktu dua bulan nak..kalau kamu ngak mau adikmu sebagai gantinya..ibu mohon pulanglah nak" tangis ibu afshah terdengar pilu menambah sayatan di hati afshah.


"Kalau untuk pulang kenapa ibu ngak suruh afshah pulang di saat 8 bulan yang lalu saja buk..


Sekarang apa ibu tega melihat afshah nikah dengan suardi yang pejudi,pemabuk dan beberapa kali masuk tehabilitas narkoba?" Tanya afshah dengan tangisnya


"Ibu binggung harus bagai mana..setahu ibu..suardi mencintai kamu sejak dulu nak..mungkin dia bisa berubah denganmu" ucap ibu buat afshah semakin terluka..


"Kenapa semua mempermaikanku atas nama pernikahan" batinya yang masih menaggis bersandarkan tembok kamar.


"Sini" ucap seseorang menarik paksa ponsel dari tangan afshah


"Maaf..malam buk...besok saya akan kesana..dan akan menyelesaikan semua pera


Soalan afsah" ucapnya


"Maaf..kamu siapa?" Tanya ibu afshah


"Anda akan tau saat saya di sana nanti" ucapnya


"Ya.."belum sempat ibu afshah melanjutkan ucapanya


"Kalau begitu selamat malam" ucap aldrian memutus sambung pangilan.


Aldrian menatap ke arah afshah yang masih menaggis kesegukan.


"Hapus air matamu..besok kita kesana lunasi semua hutang orang tua mu..dan sekalian aku akan melamarmu di sana" ucap aldrian mendekati afshah.


Dengan refleks Afshah memeluk erat aldrian dan menumpahkan tangisnya di dada bidang aldrian.


Aldrian mengusap kepala afshah.


Memenangkanya hingga tak terdengar lagi suara tangisan di dadanya.


"Ayo..masuk..aku capek..kita tidur" ucap aldrian namun tak mendapat jawaban


Aldrian melirik ke arah afshah.


"Tertidur" ucap aldrian senyum dibibirnya.


Aldrian menggangkat tubuh afshah dan membaringkanya pada kasur king size miliknya..


Aldrian meninggalkan afshah yang tertidur..

__ADS_1


Munuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh.


Setalahnya aldrianpun ikut merebahkan diri di samping afshah..


__ADS_2