Afshah

Afshah
hf 56 kebencian aldrian


__ADS_3

HF #56


Hai..hai..


Ini novel kedua ku di sini..


Semoga kalian suka..


Jangan lupa LIKE yach?!!๐Ÿ˜


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sudah 6 bulan kepergian afsah.


semua kehidupan aldrian berubah seratus drlapan puluh derjat.


cerota kedupan afshah terlihat bagai sebuah mimpi baginya.


namun. mimpi yang bisa mengubah tungkah hidupnya menjadi berantakan.


Aldrian tak pernah kembali ke rumahnya.


Hidupnya sibuk dengan pekerjaan.


malam di habiskan dengan meminum minuman keras.


Apartemen di pergunakan hanya untuk tempat tidur melepas kepenatan hati dan pikirannya.


Aldrian yang tak mendapatkan bukti akan kejadian lalu.


Menjadikan semua pelayan di rumahnya di pecat tak terkecuali pelayan anna dan 4 bodigur penjaga kala itu.


" sebaiknya kita pulang jim" suara aldrian melirik arloji mewah di pergelangan tangannya.


yang saat ini menunjukakan pukul 9 malam.

__ADS_1


"Apa anda ingin pulang ke rumah boss?" Tanya jimmy menunggu aldrian di depan pintu ruangan.


Aldrian menoleh ke arah jimmy dengan tatapan kosong.


"Baiklah.. kita ke gubuk derita loe " sindir jimmy membalas tatapan aldrian.


Jimmy membukakan pintu untuk aldrian saat aldrian telah berada di arahnya berdiri.


Aldrian keluar ruangan CEOnya di ikuti jimmy karna kantor aldrian memang sudah sepi dari aktifitas kentor sedari 4 jam yang lalu.


Mereka menuju parkirana khusus petinggi perusahan.


Saat ini Jimmy mengemudi mobil. aldrian duduk di sampingnya.


Mobil melaju meninggalkan salah satu perusahaan milik aldrian.


Di perjalanan yang penuh keheningan.


Aldrian menatap jalanan di malam yang sepi.


"Kemana afshah menghilang jim?" Gumam aldrian yang masih bisa di dengar.


"Andaikan dia kembali. Apa yang akan loe lakukan?" Tanya jimmy balik


" sakit akan kejadian lalu masih terasa jim" jawabnya.


"Itu berarti loe tak akan menerimanya lagi" ucap jimmy


Membuat aldrian menolehnya sesaat.


"Entahlah" ucapnya kembali ke posisi semula


"Seandainya bukti mengatakan kalau sikulasi loe itu salah bagaimana?" Tanya jimmy


"Bukti dari mana jim?.. dia hamil hanya dokter,perawat dan wulan yang tau. Bagaimana seseorang ingin membunuh bayinya kalau tidak dia sendiri yang menginginkan hal tersebut" ucap aldrian bernada membantah.

__ADS_1


"Tapi al....." ucap jimmy


"Yang kenal sama perawat itu hanya dia, wulan dan dokter itu saja yang kenal jim" sanggah aldrian membuat jimmy hanya bisa mendengarkan aldrian membenarkan akan sikulasinya.


"Baiklah al.. gue sudah lelah membahas apa yang ada di fikiran loe. Gue ngak bisa memberikan sikulasi gue ke eloe.. gue rasa itu percuma..


Karna di fikiran loe saat ini.. kejadian saat itu adalah kesalahan afshah..


Hanya satu yang gue ingin loe ketahui dan patut menjadi pertimbangan. Jika ke inginan afshah untuk membuang bayinya agar selalu hidup enak bersama loe. Mungkin saat ini dia masih menjadi pelayan pribadi di kamar loe" ucap jimmy panjang dengan menekan emosi di dadanya.


"Kenapa loe terdengar seperti emosi jim?" Tanya aldrian yang juga mulai barnada tak senang.


memngubah posisi duduknya dan menatap tajam ke arah jimmy.


Jimmy hanya diam..


menjawab hanya akan menjadi bom waktu yang akan meledak seketika itu juga.


keheningan kembali tercipta setelah perdepatan kecil itu.


Mobil berhenti di sebuah apartemen sederhana di kawasan padat penduduk.


"Loe pulanglah.. ngak usah antar gue kedalam" ucap aldrian membuka pintu mobil


Jimmy tak menjawab hanya menjalankan apa yang di perintahkan aldrian padanya..


\=\=\=\=\=\=\=\=


jangan lupa like ya..


terimakasih..


jangan lupa mampir di novelku


DKAS (Dulu kini ataupun selamanya)

__ADS_1


terimakasih๐Ÿ˜˜๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2