
HF #67
Hai..hai..
Ini novel kedua ku di sini..
Semoga kalian suka..
Jangan lupa LIKE yach?!!๐
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Di sebuah rumah mewah nan indah
"Bagaimana saksi?" Tanya seorang penghulu.
"Sah" jawab yang ditanya
"Saaaah" suara beberapa orang yang mengadari.
"Alhmdullilah........." doa penghulu di akhir prosesi ijabkabul.
"Amiiin" semua munutup wajah mereka dengan telapak tangannya.
"Sekarang kakak sudah kembali bersama akak aldrian. Jangan coba lari-lari lagi.. hadapilah semuanya dengan tenang" ucao sang adik
" perasaan yang tua umur siapa ya?" Ledek sang kakak.
"Tua umur memang kak afshah. Tua fikiran ya akuuulah" ucap airan
Membuat semua tertawa.
"Sudahlah.. jangan lagi menggangu kakakmu" ucap yang ibu menepuk lembut pundak sang putri bungsunya
"Iya ratu.. siap" jawab airah beranjak meninggalkan sang ibu.
Aldrian kembali melangsungkan acara akad nikah dengan afshah walau secara hukum mereka masih shah suami istri.
Namun, karna terlalu lama berpisah aldrian dan afshah memutuskan untuk kembali melakukan akad nikah agar jiwa mereka tenang.
Semua keluarga dan sahabat menyambut baik niat aldrian dan afshah.
"Selamat ya aldrian , afshah kalian kembali di persatukan " ucap seorang di samping dave.
"Dokter kapan menyusul?" Tanya afshah melirik dave
"Semoga secepatnya" jawab sang dokter dengan wajah memerah melirik ke arah dave .
"Lampu merah dave" sindir qeandra.
Namun yang di sebut namanya hanya tenang tanpa respon.
"Loe kapan jadi kakak ipar gue quween?" Afshah beralih ke arah qween yang berdiri di samping damian.
Qween tersenyum menjawab..
"Raha....
"Habis lebaran tahun ini" ucap damian
Membuat semua mata membulat menatap pasangan tersebut.
"Kalau habis lebaran. Itu lebih kurang 3 bulan lagi bro?!. Loe gila?.. waktu yang sudah mepet maris merahasiakan dari kami?" Timpal dave dengan emosi
"Sorry.. gue baru beberapa hari ini menemui orang tua qween dan baru semalam mendapatkan kabar waktu yang tepat dari orang tuanya qween" ucap damian membela diri.
"Baiklah.. kita akan buat pesta yang meriah. Karna setelahnya kita akan menantikan pasangan dave dan sang dokter untuk mengikuti langkah kami" ucap aldrian tersenyum.
__ADS_1
" setujuuuuu" ucap semua kompak kecuali dave.
"Dan loe kapan menyusulnya?" Tanya aldrian pada Qeandra membuat semua mata meneju ke arah Qeandra.
"Gue nungguin anak loe dan afshah lahir buat gue jadikan istri" jawab qeandra tenang.
"Yang pasti,ngak bakalan gue restuin" ucap aldrian spontan
"Kenapa?" Tanya Qeandra yang masih bersikap tenang.
" gue ngak bakalan mau punya menantu tua macam loe" ucap aldrian setengah emosi.
"Ya.. kan yang nikah dengan gue anak loe bukannya loe?!, kalau anak loe maunya ke gue gimana?!" Jawab Qeandra
Membuat semua tersenyum menahan tawa karna jawaban Qeandra membuat wajah aldrian memerah.
"Sudahlah.. jangan bahas sekarang.. mana tau anak loe semuanya cowok.. ngak bakalan Qeandra menjadi mantu loe" ucap dave buka suara setelah lama hanya diam menikmati celoteh para teman dan shabatnya.
"Ya.. emang gue harap anak pertama gue si cowok biar bisa nerusin perusahan dan gue cepat pensiun biar bisa bermesraan dan menggabiskan waktu bersama afshah." Ucap aldrian seraya membelai lembut pipi afshah.
Wajah afhaha seketika merona karna malu akan sikap aldrian.
"Tak usah malu shah.. kita tau loe juga rindu sentuhan aldrian" celoteh Qwuen.
"Hahahahaahh...." semua tertawa melihat afshah menyembunyikan wajahnya di belakang aldrian karna tak sanggup lagi menahan malunya.
.........
Malam telah datang rumah yang tadinya ramai sekarang hanya di huni sepasang manusia saja.
Semua yang mengahadiri akad nikah telah pergi .
Begitu juga dengan keluarga afshah yang lebih memilih kembali kerumah mereka dari pada menginap di rumah pengantin baru ini.
"Sayang" ucap aldrian mengetuk pintu kamar mandi kamarnya
"Kenapa lama sekali?" Ucap aldrian saat afshah telah keluar dari kamar mandi.
"A..aku...." ucap afshah ragu
"Sayang. Kamu kenapa?" Ucap aldrian panik
"Maaf... a..aku lagi dapat tamu bulanan" jawab afshah lirih
"Hahahhaah...." aldrian tertawa lepas.
"Kenapa kamu tertawa?" Tanya afshsh Dengan dahi berkerut.
"Sini.." aldrian menarik afshah ke ranjang dan mendudukan afshah pada tepi ranjangnya.
Aldrian berdiri dengan lututnya menghadap afshah.
Tangan aldrian menyentuh kedua jemari afshah.
Matanya menatap lembut teduh mata afshah.
"Sayang.. aku ngak akan meminta jika kamu ngak mau. Aku cinta kamu bukan hanya karna nafsu tapi karna wajahmu selalu tergambar disini" ucap aldrian menunjuk kepalanya.
"Dan terpahat di sini" lanjut aldrian menyentuhbdada kirinya.
"Aku juga.. aku juga cinta kamu aldrian suadraja. Karnanya, akulah yang menginginkan secepatnya memiliki penerus aldrian suadraja " ucap afshah dengan air mata yang mengalir dipipinya.
"Sayang.. apalagi aku.. aku sanggat menggingakannya juga.
Jadi. Kita sama-sama tawakal agar allah kabulkan doa kita" ucap aldrian merdiri menghapus air mata afshah.
"Amiin" jawab afshah
__ADS_1
"Tapi. Nanti-nanti jangan lagi biarkan air ini mengalir dari matamu. Tapi selalulah tersenyum karna itu adalah pengemangat buatku..dan berjanjilah kalau FASHAH wanita yang ku cintai akan selalu tersenyum bahagia" ucap aldrian membungkukkan tubuhnya , dua tanganya masih berada pada pipi afshah dan mencium lembut kedua mata afshah yang masih meninggalkan sisa air mata.
Afshah menggangguk menandakan kesanggupanaya akan ucapan aldrian.
"Sekarang tidur dan istirahatlah. Bukankah esok kamu mulai mengajar di smp Negri 02?
Dan esok hari baru akan kita mulai"
Ucap aldrian merenggangkan tubuhnya dari tubuh afshah.
"Iya.. dan aku ngak sabar buat melaksanakan cita-cita ku sedari kecil itu" jawab afshah tersenyum.
"Baiklah.. setiap hari suamimu ini.. akan mengantar-jemput istrinya mengajar" balas aldrian tersenyum
"Apa tak merepotkanmu?" Tanya afshah.
"Bukan kamu.. tapi sayang!" Jawab aldrian yang tak menjawab lain pertanyaan afshah.
"Hahahah...baiklah... sayang,
Apakah suamiku yang seorang Ceo ini tidak merepotkan mengatar jemput?" Tanya afshah mengulang ucapannya.
"Tentu tidak. Jika Buat istri tercintaku" jawab aldrian penjepit hidung afshah dengan jarinya.
"Ya sudah.. mari tidur.."
Jawab afshah beralih menuju tempat tidur king size nya untuk beristirahat.
Aldrian ke arah kamar mandi membersihkan diri sejenak.
Aldrianpun menyusul sang istri yang telah berda di alam mimpinya.
Aldrian merengkuh tubuh afshah masuk ke dalam pelukannya.
Matanya mentap lekat wajah afshah yang tak terusik karnanya.
"Selama 6 bulan aku kehilanganmu, selama 2 tahun lebih aku sakit merinduimu, dihantui rasa bersalah dan penyesalan.
Terimakasih telah mau kembali dan memberi kesempatan untukku. 4 bulan merawat luka ku dan menimbun semua rasa sakit yang ada, hingga mau menunggu 6 bulan lagi untukku mengembalikan kejayaan perusahan-perusahanku.
Kini aku bรจrjanji pada diriku dan dirimu. Bahwa aku tak pernah akan mengecekanmu lagi. Aku akan selalu mencintaimu afshah" ucap aldrian memperdalam pelukanya serta mengecup dahi afshah lama.
Setelahnya aldrian mulai memejamkan matanya mengikuti sang istri ke alam mimpi.
\=\=\= the and \=\=\=
Terimakasih telah membaca..
Maaf.. jika terlau sering ngak Up.
Saat ini aku tinggal di kepulauan..
Sinyalnya tidak memadai..
Jadi maaaf up nya selalu terlambat ๐๐๐
Jangan lupa mampir di novel aku yang lain-nya
#DKAS (dulu ,kini ataupun selamanya)
# pencarian Ceo
Jangan lupa add dan follow fb dan instalgramQ
FB \= Rahni akhta
IG \= Rahni Smi
__ADS_1
Terimakasiiiiih