Afshah

Afshah
hf 48


__ADS_3

HF #48


Hai..hai..


Ini novel kedua ku di sini..


Semoga kalian suka..


Jangan lupa LIKE yach?!!😁


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Damian dan dave memasuki rumah damian yang sunyi.


Damian tertegun melihat 10 bodigar di ruang tamu menjaga 4 bodigur dan semua pelayan aldrian tak terkecuali pelayan anna berada disana.


Dave tak mengiraukan itu.


Berlalu menuju lantai kamar aldrian, berpindah dari satu ruangan keruangan lainnya.


Tak tekcuali dapur dan kamar mandi.


Sementara damian duduk di sofa tunggal ruang tamu aldrian.


Damian menatap satu persatu pelayan dan 4 bodigur aldrian.


"Siapa yang bertugas menjaga pintu pagar pagi hingga siang hari ini?" Tanya damian pada 4 bodigur.aldrian dengan tatapan membunuh


" saya... saya tuan" 2 bodigur aldrian yang pernah adu jotos menjawab pertanyaan damian karna hari ini mereka bertugas di siang hari.


"Bagaimana bisa pelayan itu bisa keluar dari rumah ini?" Tanya damian

__ADS_1


"Si pelayan bilang..dia di suruh nona afshah unyyk membeli susu ibu hamil buat nona" jawab salah satu bodigur tadi


"Apa kau masih mengingat wajah pelayan yang melarikan diri?" Tanya damian


"Belum begitu tuan?. Baru pagi ini dia datang " jawabnya lagi


"Apa ada yang mengantarnya?" Tanya damian


"Tidak tuan. Dia datang sendiri." Jawab bodigur yang bertugas berganrian.


"Bagaimana di bisa masuk?" Tanya damian lagi


"Dia membawa surat yang atas nama nona wulan tuan" jawab bodigur itu lagi.


"Apa kau masih memiliki surat itu?" Tanya damian lagi.


"Ada di pos penjaga tuan" jawab bodigur itu lagi


Faham akan tatapan damian bodigur tresebut keluar dari ruangan.


"Sejak kapan Kalian tau afshah hamil?" Tanya damian


"Sejak kedatangan pelayan Dan kedatangan nona misya memperkuatnya"jawab bodigur penjaga pagi.


"Misya?" Tanya damian berwajah curiga


"Iya.. nona misya datang, ingin memberi ucapan selamat buat kehamilan nona afshah dan nona misya bilang kalau tuan aldrian menyuruhnya mencari pelayan untuk mengurus kehamilan nona afshah" ucap pelayan anna


"Tapi. Saya bilang, Kalau sudah ada pelayan yang di carikan nona wulan" pelayan anna kembali menambahkan.


" Ya.. mengurus untuk menhabisi bayinya afshah" jawab damian dingin. Menatap kedatang bodigur dan Tanganya menjangkau kertas yang diserahkan bodigur tadi.

__ADS_1


"H?" wajah pelayan anna terkejut.


Damian tak menangapi ucapan pelayan anna. Hanya memperhatikan surat yang di serahkan padanya tadi. Dan melipatnya lagi. Menyimpannya ke dalam kantong celananya panjangnya.


"Jadi, nona afshah benar-benar keguguran?" Tanya pelayan anna sendu.


"Iya. Sekarang afshah dalam ke adaan kritis" jawab damian dingin.


Ucapan damian membuat suasana menjadi hening.


"Tapi. Seandainya dari kalian ada yamg ikut andil dalam musibah ini. Maka, bersiaplah untuk musibah higgga keturunan kalian juga ikut menikmatinya" ucap damian menatap tajam ke seluruh pelayan dan 4 bodigur yang tertunduk lesu.


"Ayo damian" suara dave tergesa-gesa dari ruang dapur.


" kenapa?" Tanya damian


"Afshah telah melewati masa kritisnya" jawab dave yang lantang terdengar jelas.


Suara riuh ucapan syukur dari para pelayan dan bodigur aldrian.


Dave dan damian menoleh pandang mereka pada asal suara tersebut.


Wajah pelayan dan bodigur kembali seperti ketakutan akan tatapan dua pria tampan tersebut.


Damian kembali menoleh dave,


tak mempedulikan pelayan dan bodigur tadi.


"Syukurlah..bagaimana kau bisa tau?" Tanya damian tersadar akan berita yang di berikan dave.


" dokter yang menagani afshah adalah temannya malvin" jawab dave berbisik melangkah meninggalkan penghuni rumah aldrian menuju mobilnya.

__ADS_1


"Bagus. kalau begini, kita bisa dapat info lebih akurat" jawab damian mengikuti langkah dave kembali menuju rumah sakit.


__ADS_2