Afshah

Afshah
hf 52 kepergian afshah 02


__ADS_3

HF #52


Hai..hai..


Ini novel kedua ku di sini..


Semoga kalian suka..


Jangan lupa LIKE yach?!!😁


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Benar.. tak lama sebuah mobil berhenti di depannya.


Afshah masuk tanpa melihat siapa yang menjadi pengendara mobil tersebut.


Afshah sembunyi di antara jok mobil takut terlihat pada sisitv.


" duduklah demgan tenang. Karna cctv sudah di amankan" suara yang sudah biasa iya dengar.


Afshah duduk dan memperhatikan si pengemudi.


"Dokter" ucap afshah memastikan orang yang di depannya.


"Benar" jawabnya dengan tersenyum melirik spion di depannya.


Tak lama setelah Mobil yang di tumpangi keluar.


Dari kejauhan afshah melihat semua lampu rumah sakit telah kembali hidup.


"Kenapa dokter mau membantu saya?" Tanya afshah.


"Aku.. hanya kasihan padamu.." jawabnya.


Afshah hanya terdiam melirik jalanan yang tak mengetahui akan arah mobil tuju.


"Kamu tak bertanya kemana aku akan membawamu?" Tanya sang


dokter


"Saya bahkan tak tau saya akan kemana dok" jawab afshah lemah


"Baiklah.. ikuti saja alur.. kau akan selamat" jawab sang dokter

__ADS_1


Afshah hanya diam akan


kepasrahan hidupnya.


setelah kurang dari satu jam perjanan.


Mobil sang dokter berhenti pada sebuah bandara.


Di sana Sebuat pesawat pribadi yang siap di terbangkan.


Dari kejauhan afshah melihat sebuah mobil mewah yerparkir dengan dua orang berdiri tak jauh dari mobil itu di parkirkan.


"Turunlah" ucap sang dokter. Yang terlebih dahulu keluar.


"Hai dokter marco" suara seorang pria 40an. Yang di dekati dokter marco yang di ikuti afshah sedari tadi.


Afshah tak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Melihat Seorang yang pernah di temuinya beberapa bulan lalu.


"Selamat malam nona afshah suadraja" sapanya.


"Malam tuan" jawabnya


tersenyum menyembunyikan perasaannya yang bercampur aduk saat ini.


" panggil marco saja tuan Liandro" ucap dokter marco terdengar berbasa-basi.


Setelah memperhatikan wajah bian liandro menatap afshah.


"Baiklah marco" jawab tuan bian liandro beralih menatap marco.


" saya serahkan afshah pada anda tuan . Kondisi fisiknya sudah bagus hanya psikis yang perlu pemulihan" ucap sang dokter yang bernama marco baru di ketahui afshah karna panggilan tuan Bian liandro tadi.


"Tenanglah. Dia akan aman bersamaku. Karna aku tak mau bisnisku hancur karnanya. " jawab si tuan Liandro tersebut.


"Apakah aku kembali di jual dan di jadikan ladang bisnis?" Fikir afshah memperhatikan ucapan dokter marco dan tuan


" baiklah tuan Liandro. Tugasku telah selesai. Sekarang saya permisi" ucap marco


"Ooh..tentu. saya tau anda dokter yang sangat sibuk. karna itu terimakasih atas bantuan anda" ucap si tuan


"Sama-sama tuan. Dan anda jangan bicara seperti itu. Saya akan sedia membantu " jawab marco berjabat tangan dengan tuan


Wajah dokter marco beralih kearah afshah berdiri.

__ADS_1


"Kau harus seperti ikan. Apapun yang terjadi tetaplah menjadi dirimu" ucap dokter marco menepuk pundak afshah kembali menuju mobilnya.


Afshah melihat kepergian dokter marco.


"Baiklah nona. Jangan terlalu lama acara perpisahannya. Kalau anda tidak mau aldrian membawa anda kembali" suara Liandro melangkah meninggalkan afshah menuju pesat pribadi yang di lihat afshah sedari tadi.


Afshah tak menjawab apapun.


Walau di fikirannya banyak sekali tanda tanya.


Namun saat ini.. kepergian dari aldrian adalah jalan terbaik baginya...


Afshah Melangkah mengikuti Liandro menaiki 0esawat yang disusul seseorang pri yang sedari tadi berdiri mematung di samping liandro.


"Duduk dimana anda nyaman saja nona.. saya stev asisten tuan liandro" ucapnya berpenalkan diri saat memasuki pesawat.


"Baiklah. Terimakasih stev" jawab afshah menempati sofa di dekat jendela pesawat.


Hanya anggukan jawab stev meninggalkan afshah menuju ketempat tuannya yang memainkan leptopnya di shofa panjang nan empuk di pesawat..


"Nona mau makan atau minum?" Tanya seorang pramugarienyodorkan menu yang ada di sana.


"Apa boleh aku minum air putih saja" jawab afshah yang memang masih merasa kenyang.


"Bailah nona" jawab pramugari lembut.


Tak lama pramugari datang kembali.


"Ini nona" ucap pramugari memberikan air putih pada afshah.


"Terimakasih" ucap afshah.


"Sama-sama nona. Kalau nona butuh sesuatu. Cukup panggil saya saja" ucap si pramugari lagi demgan lembut


Di jawab anggukan oleh afshah.


Setelahnya pramugari kembali kearah belakang pesawat.


Afshah mengekor sebentar kepergian si pramugari.


Meminim air pemberian pramugari tadi dan meletakkan kembali gelas pada meja di depannya.


Afshah tak memperdulikan dua pria tersebut matanya sibuk memperhatikan luar jendela pesawat yang telah mengudara.

__ADS_1


.............


__ADS_2