Afshah

Afshah
hf 44


__ADS_3

HF #44


Hai..hai..


Ini novel kedua ku di sini..


Semoga kalian suka..


Jangan lupa LIKE yach?!!😁


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


.........


"Nona?..." ucap salah satu pelayan melihat seorang wanita masuk menerobos kedalam rumah aldriaN


"Di mana wanita ****** itu?" Ucapnya


"Di..dikamarnya" jawab si pelayan ketakutan


Si wanita itu seolah tau mana kamar yang di tuju langsung melangkah ke arah lantai dua.


"Ceklek....."


Pintu terbuka membuat afshah terkejut dari lamunannya.


"Hei..wanita ******..kamu hamil?..


Anak siapa?" Ucapnya angkuh


Afshah yang tak punya tenaga hanya terpaku diam mendegarkan ocehan wanita yang tiba-tiba masuk kekamarnya.


"Berharap aldrian akan mengakui anakmu?..kau salaah besaR..


Kau tau kenapa aldrian membenci anakmu?. Anak itu hanya akan menjadi penghambat untuk perpisahan kau dengannya..


Anak itu menjadi penghalang untuk hubungan ku yang akan kembali bersatu dengan aldrian" ucapnya kembali dengan suara mengelegar.


Afshah mencerna ucapan si wanita.


"Kau ingin tau siapa aku?. Aku adalah kekasih aldrian. Dan

__ADS_1


kau hanyalah wanita sementara untuk penutup hubungan kami. Kau akan di buang setelah aku bisa kembali padanya.." ucapnya meninggalkan afshah tepat di dapan pintu kamar.


"Dan perlu kau ingat..aldrian tak membutuhkan anakmu..kau lihat apa yang akan di lakukannya" ucap misya membuka pintu kamar. menutupnya dengan suara yang keras.


Sehingga tanpa sadar afshah menutup matanya mendengar dentungan suara dari pintu.


Afshah kembali menaNggis meratapi kebodohannya.


menyerahkan hati dan juga raganya pada orang yang hanya membutuhkanya sesaat..


"Benar..minyak dan air tak akan pernah bersatu.


Seharusnya aku menyadari batasku..kenapa aku bisa tergoda dengan sikap manisnya" lirihnya tiba-riba kepalanya pusing dan matanya berkunang-kunang..


"Aku harus kuat..ya allah tolong kuatkan hambamu" lirihnya dalam tanggis namun diapun tak sadarkan diri..


......


Pukul 13.00 seorang pelayan masuk membangunkan afshah.


"Nona..nona.."ucapnya


"Apa aku harus coba beri olesi minyak kayu putih saja?" Gumam sipelayan


"Khmmm.." gumam afhas menyenruh kepalanya yang terasa di himpit beban berat saat sadar dari pingsan


"Nona..nona anda sudah sadar..itu saya bawakan makan siang" ucap si pelayan menunjuk makan siang di atas meja kamar yang di bawanya tadi.


"Terimaksih" ucap afshah setengah berbisik.


"Ya..nona..saya permisi keluar dulu" ucapnya pamit


"Iya.. terimakaaih" jawab afshah


memijit pangkal hidungnya dan kepalanya


"Berapa lama aku pingsan?" Batinya.


Melirik jam di bawah lampu tidur di samping ranjang.


"Sebaiknya aku makan..walaupun dia tak mau bayi ini. Saat aku bisa keluar dari sini. Setidaknya aku sudah memiliki sesuatu yang berharga" ucapnya seperti berbicara sendiri.

__ADS_1


Agshah melangkah menuju kamar mandi, mengosok gigi dan mencuci wajahnya yang nampak sembab karna menaggis.


Setalah selesai melangkah menuju makanan yang tersedia.


Memakannya dengan lahap..


Mata afshah melirik segelas susu


Di antara makan siangnya


"Susu?. Tak biasanya menambahkan susu pada menu makan siang?" Batinya curiga.


"Bukankah mereka tau aku lagi hamil..minum susu bagi ibu hamil itu hal wajar" batinnya lagi dan meminum susu.


"Kenyang sekali. Aku tak tanggup menghabiskannya" ucap afsah


Melirik susu yang bersisa seperempatnya.


"Baiknya aku istirahat lagi saja. Setidaknya aldrian tak membiarkanku mati kelaparan" ucapnya kembali bicara sendiri.


Dalam terlelap..afshah merasakan sakit di perutnya dan merasa basah pada pangkal pahanya..


"Kenapa sakit sekali?" Lirihnya memegangi perutnya.


Dan merAba sesuatu yang di rasa basah..


"Darah?..ngak..ngak.. mungkin" Ucapnya lemah dan menagis..


"CEKLEK"


Terdengan pintu terbuka.....


afshah refleks melihat


Aldrian membuka pintu dengan paksa di ikuti jimmy di belakangnya.


"To.. toloooong" ucapnya lirih dan seketika kesadarnnya pun sirna.


Aldrian menatap tempat tidur yang telah di penuhi darah


"Jimmy..kumpulkan semua yang ada di rumah ini..jangan biarkan seorangpun keluar dari rumah ini tanpa seizinku" ucapnya menggangkat tubuh afshah dan membawanya menuju rumah sakit.

__ADS_1


Tanpa menunggu jawaban dari jimmy .


__ADS_2