Afshah

Afshah
hf 07


__ADS_3

HF #07


Hai..hai..


Ini novel kedua ku di sini..


Semoga kalian suka..


Jangan lupa LIKE yach?!!😁


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


tak butuh waktu yang lama..


aldrian tertidur di atas sofa ruang inap afshas...


"Ehhm..." dengusan seorang gadis di atas sebuah bangsal.


mencoba membuka matanya yang mulai menerima cahaya..


setelah matanya bisa menetralkan cahaya..dia melirik ke sekelilingnya..


"Aku dimana?!" ucap afshah lirih,sigadis yang sedari tadi terlelap di bangsal rumah sakit..


Telah membuka mata dan disaat kesadaran yang telah sempurna.


Afshah memperhatikan sekelilingnya..


Ruangan bernuansa putih di rasa asing baginya..


Bau obat,di lirik tangannya tertancap jarum yang terhubung dengan sebuah tabung tergantung.

__ADS_1


Tersadar dia ada dimana..


"Kenapa aku bisa disini?" Tanya nya dengan suara yang setengah berbisik.


"Kau tak ingat?,hmm..dan syukurnya kamu masih bisa bernafas" suara seorang pria yang masih mengusap-usap matanya.. serasa


Berdiri menuju ke arah bangsal afshah


"Bapak!" Ucap afshah kaget


"Iya..kamu berharapnya.. siapa?" Tanyanya cetus


"Bagaimana bisa saya ada disini?" Tanyanya lagi


"pingsan di cafe,apa kamu benar-benar tak ingat?" Tanyanya kembali


Afshah terlihat terdiam sejenak nampak memikirkan kejadian beberapa jam lalu..


"Sepertinya..bukan dia yang merangkulku sebelum kesadaranku benar-benar hilang" batinya


"Aku tau aku tampan,tak usah kau melihatku terlalu lama" ucapnya merespon afshah yang melihatnya sangat lama


"Bukan begitu maksud saya pak" ucapnya dengan menundukkan kepalanya


"Apa kamu ingin minum atau apa ketoilet?" Tanyanya yang telah berada di samping bangsal afshah


"Ya..saya haus pak" ucapnya lembut.


Dengan telaten aldrian memberikan afshah air mineral di dalam botol yang telah di beri pipet sebelumnya..


tentu aldrian tak perlu susah mangambilkan air minum untuk afshah . karna telah tersedia di atas meja kecil dekat bangsal..

__ADS_1


"Terimakasih pak" ucap afshah setelah menyelesaikan minumnya.


Aldrian meletakkan kembali air minum di atas meja tersebut.


"Ya udah..istirahat lagi..saya juga mau istirahat..lama-lama begini.bisa-bisa saya yang ngantiin kamu tidur disana"


Ucap aldrian melangkahkan kembali ke sofa untuk beristirahat.


Ucapan aldrian Membuat afshah sadar kalau dia sudah menjadi beban buat Boss nya..


"Maaf " ucapnya sambil merebahkan tubuhnya kembali dan memunggungi dari posisi aldrian .


Tanpa di sadari air mata mengalir di pipinya..


"Lihatlah..bagaimana aku bisa membayar hutangku,dan ku rasa hutang baru yang akan bermunculan" batinya membuat air bening berhasil meluncur di pipi mulusnya..


"kalau seperti ini,keluargaku akan kecewa padaku.aku benar-benar anak yang tak bisa di andalkan" batinnya


mencoba menutup tubuhnya dengan selimut..


"Hah..aku harus cepat sembuh.. masih ada hari esok, besok aku harus keluar dari sini..aku harus bisa..masih ada 2 hari lagi untukku" menyemangati dirinya


Afshah pun menutup matanya kembali.berharap akan ada jalan untuk dua hari kedepan.


Aldrian yang masih memperhatikan ke arah bangsal afshah melihat getaran pada tubuh afshah.


"Apa dia menanggis??..apa yang dia tanggiskan?..apa tadi ucapanku keterlaluan?" Batinya


"ahh...apa urusanku dengan hal itu?!..dia bukanlah sesiapa bagiku.dia aku dalah bossnya dan dia hanyalah kariawanku." batinya lagi dan Menposisikan kembali tubuhnya senyaman mungkin untuk bisa terlelap di sepertiga malam seperti saat ini...


........

__ADS_1


__ADS_2