Afshah

Afshah
hf 14


__ADS_3

HF #14


Hai..hai..


Ini novel kedua ku di sini..


Semoga kalian suka..


Jangan lupa LIKE yach?!!😁


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


...............


Pagi yang cerah...


Afshah terbangun dari tidurnya..


Melirik jam digital di meja di bawah lampu tidur di samping ranjang yang iya tempati..


Kamar yang bernuansa gold otu terlihat suda begitu terang karna sinar mata hari yang sudah meyusup melalui tirai jendela kamar.


"Ya..ampun sudah pukul 6 pagi..aku meninggalkan shubuhlu" afshah langsung duduk dari tidurnya dan memukul-mukul ringgan kepalanya.


"Kau berhasrat memiliki penyakit geger otak?"suara seseorang yang keluar dari kamar mandi.


"Haaaaaa" afshah berlari menuju kamar mandi dengan suara setengah teriak menutup wajahnya yang melihat aldrian keluar dari kamar mandi hanya dengan kain putih yang melilit pada punggangnya.


"H??" Aldrian terkejut dengan reaksi afshah namun tanpa iya sadari senyum yang manis terukir dari wajahnya.


"Ya allah..aku bisa mati muda karnanya" ucap afshah memeganggi dadanya yang masih bersandar pada pintu kamar mandi..


Setelahnya afshah menuju cermin di kamar mandi.

__ADS_1


"Apa aku sudah gila?,,jantungku berdetak sangat kuat dan wajah ini" gumam afshah kesal melihat wajahnya yang merona.


Kemudian melangkah menuju shower yang menguyur seluruh tubuhnya..


"Heii... cepatlah..kita harus sarapan dulu sebelum berangkat" suara ketukan pintu kamar mandi menyuruh afshah untuk lebih cepat menyelesaikan ritual mandinya.


"Apa dia masih ada?" Batin afshah yang menyodorkan kepalanya pada pintu kamar mandi memperhatikan seluruh sudut ruang kamar.


"Ah..syukurlah dia sudah tidak ada" ucapnya keluar kamar mandi dengan hanya handuk putih melilit tubuh yang tak sampai menutupi setenggah pahanya.


"Kau sudah selesai" suara dari arah sofa kamar membuat tubuh afshah mematung


"Ah..aku bodoh melupakan sofa dikamar ini?" Batinya.


"I..iya...bisakah anda keluar sebentar aku mau ganti baju" ucap afshah tak menoleh lawan bicaranya


"Untuk apa aku keluar..aku sudah melinyetuhnya semalam" ucapnya tanpa dosa membuat afshahmemutar tubuhnya dan melotot asal suara.


"Ya..allah..apa ini benar?!" Batin afshah diam menggingat kejadian semalam


"Apa sudah ingat?" Ucapnya santai melangkah menghampiri afshah


"Ah.." afshah yang binggung akan memberi jawaban apa


Tersadar dwngan tubuhnya yang di tuntun ke sebuah pintu dan saat terbuka afshah tertegung akan ruangan yang masih di dalam kamar.


"Gantilah bajumu di sini..aku akan menunggumu 10 menit dari sekarang" suara lembut di telingan afshah dan beranjak meninggalkannya terpaku


"Ternyata,cermin sebesar terpwnpang di kamar adalah pintu untuk ke kamar ini..


Waah...semua tersusun dengan rapi. pakaian dan dalaman ,jam tangan ,sepatu beserta aksesoris semuanya bermerek dan limitede edision.


Kenapa ada pakai wanita lengkap dengan dalamannya disini?..apa ini untuk ku atau??" Ucap afshah memperhatikan ruanggan 6× 8 m yang seperti tak terlihat dari kamar.

__ADS_1


"Cepatlah waktumu tinggal 5 menit lagi" suara dari luar membuat afshah bergegas memakai salah satu pakaian wanita yang tersusun rapi.


Afshah keluar dengan pakaian yang sudah rapi.


Dia duduk pada meja rias yang ada dikamar menyir rambutnya, menabur sedikir bedak dan memakai lips glows di akhirnya.


"Sudah selesai" ucapnya tepat berdiri di samping sofa yang aldrian duduki..


aldrian yang masih sibuk menatap serius ponselnya.


"Baiklah..ayo turun" ucapnya tanpa menoleh ke arah afshah.


Berdiri dan melangkah meninggalkan kamar di ikuti afshah di bekalangnya.


Saat di tangga afshah melirik jimmy yang sudah duduk menunggu di meja makan.


"Bagaimana?" Tanya aldrian melirik jimmy


"Semua sudah beres boss" ucapnya santai


"Baiklah..mari sarapan dulu" ucap aldrian mendaratkan pantatnya pada kursi meja makan.


Afshah hanya bisa mengikuti apa yang dilakukan aldrian.


Jimmy melirik sedikit ke arah afshah dan tersenyum


Dan mengubah wajahnya saat melirik kearah aldrian yang nampak melotot kearahnya.


"Baiiklah boss..mari kita sarapan" ucapnya tersenyum menutupi ketakutan akan pelototan sang boss.


Sarapanpun berlalu tanpa suara dan hikmat.


Merekapun memasuki mobil setelahnya..

__ADS_1


__ADS_2