
HF #33
Hai..hai..
Ini novel kedua ku di sini..
Semoga kalian suka..
Jangan lupa LIKE yach?!!😁
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Ya...Semua orang bisa saja berubah" ucap dave acuh dan ikut duduk di sebelah damian.
"Tidak dalam kamusku. Semuanya
Yang terjadi semalam akan hilang saat pagi datang" ucapnya lantang.
Membuat jantung afshah terasa berhenti berdetak mendengan ucapan aldrian.
"Aku harus kuat" batinnya
4 kopi untuk para pria penghuni rumah saat ini di hidangkan afsah dan 4 porsi nasi goreng plus telur ceplok dan sayuran di pinggir piringnya di hidangkan afshah di depan mereka.
"Kelihatan enak" ucap damian
"Ayo kita coba " ucap dave semangat
Aldrian dan jimmy hanya diam saja menikmati masakan afshah.
"Kamu ngak ikut makan shah?" Tanya damian
"Nanti saja..saya belum lapar" ucapnya lembur
"Benaran kamu ngak lapar?" Tanya damian lagi
"Kalau di lapar di pasti masak lebih" potong aldrian
Damian menatap aldrian sebentar.
Menoleh sekilas wajah sendu afshah yang masih berdiri di area dapur.
Damian kembali diam menikmati makananya.
Setelah nampak piring sarapnya kosong. Afshah menuju meja makan.
__ADS_1
"Terimakasih afshah..sarapan buatanmu enak" puji damian
"Terimaksih" ucap afshah
"Ayo..kita berangkat sekarang" ucap aldrian
"Kau duluan saja bareng jimmy..aku mau menghabiskan kopi ku dulu" jawab damian yang masih setia untuk duduk di meja makan.
"Sepertinya..sarapan buatan tangan istri orang membuat mu betah di meja makan?!" Sindir aldrian
"Bisa jadi?!" Jawab damian santai.
Aldrian berdiri dengan wajah kesal dan melangkah meninggalkan meja makan di susul jimmy.
"Hei..kenapa kau begitu suka menganggunya?" Tanya dave pada damian.
"Apa kau tak bisa melihat sikapnya pada afshah?" Jawab damian berbisik.
Dave melirik afshah yang sibuk mencuci bekas makan mereka tadi.
"Kita bicarakan ini di taman belakang saja" ucap dave meninggalkan meja makan di susul damian
"Apa maksud ucapanmu tadi?" Tanya dave saat mereka sudah menduduki bangku taman.
"Apa kau bisa memeriksa cctv rumah ini?" Damian balik bertanya
"Pertama mereka menikah" jawab damian
"Lebih kurang 2 bulan yang lalu?" Tanya dave lagi
"Ya..kalau kita ingin sedetilnya" jawab damian
"Baiklah.." dave memulai aksinya demgan smarphon di tangannya.
"Namun apa tujuanmu?" Tanya dave
"Selama ini aku tak mau mencampuri urusan pribadi aldrian. Namun kasus semalam belum bisa kita pastikan dengan jelas siapa dalangnya" jawab damian
"So?" Tanya dave lagi
"Andaikan ini adalah kesalah aldrian dan wanita itu hanya menjadi korban..aku tak akan tinggal diam" jawabnya melirik tajam ke arah kebun mawar yang bermekaran
"Baiklah..aku tau. Lirikan matamu pada afshah menggingatkanmu akan dia" ucap dave yang tak melepaskan pandangannya dari ponselnya.
"Ya..kau benar" jawabnya
__ADS_1
"Bt the way. kenapa tiba-tiba pagi ini afshah memakai hijab?" Tanya dave
"Sepertinya semalam adalah pertamanya" jawab damian acuh
"Ahhahah... akupun berfikir begitu" jawab dave tertawa.
"Bagaimana..sudah dapat?" Tanya damian serius
"Sebagian boss" ucap dave santai
"Kau fikir aku boss mu?!" Ucap damian memukul kepala dave.
"Hei..kau sanggat membutuhkan kepalaku ini" ucap dave berteriak.
"Ya..ya.." jawab damian merekapun saling tersenyum.
"Untuk menyelesaikan kasus ini..hari ini kau pasang beberapa alat kita di beberapa ruang, tanpa sepengetahuan siapapun" titah damian
"Di kamar damian juga?" Tanya dave
"Tentu" jawabnya mantap
"Hei..itu privasi" dave tak terima
"Kita tak bisa percaya pada siapapun saat ini" jawab damian
"Baiklah boss" jawab damian.
"Ku beri kau 10 menit untuk menyelesaikan tugasmu. Aku akan mengalihkan afshah dan 2 bodiguar di ruang tenggah" ucap damian.
"Baiklah..semua video cctv 2 bulan yang lalu sudah tercopy sempurna" ucap dave
"Baiklah..ayo tahap selanjutnya"
Ucap damian berdiri dan nergerak menuju ke dalam rumah di ikuti dave.
Damian saat ini berada pada taman depan rumah.
Duduk menikmati secangkir kopi buatan afshah.
Damian dengan santainya memperhatikan permainan yang telah iya seting dengan dave di dalam kamarnya saat dave mengambil alat dalam ransel yang selalu di bawanya.
2 bodiguar aldrian menjadi mainan damian. mereka di tantang untuk beradu kekuatan dengan di beri imbalan pada siapa yang menjadi pemenangnya.
Afshah duduk di atas ayunan yang berada pada taman. memperhatikan 2 bodiguar suaminya yang saling ado jotos.
__ADS_1
Sementara 2 bodiguar lagi mejaga pintu pagar rumah.