
HF #65
Hai..hai..
Ini novel kedua ku di sini..
Semoga kalian suka..
Jangan lupa LIKE yach?!!😁
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Dua hari berlalu..
Airah telah di beri izin ibu dan bapaknya untuk merawat aldrian.
Afshah yang hanya berdiam diri di dalam kamar selama cuti yang di minta hanya keluar buat makan saja.
Membuat orang tuanya khawatir.
"Sampai kapan kamu akan seperti ini shah?" Tanya sang ayah lembut saat berada di meja makan.
"Entahlah pak" jawabnya lemah
"Memang kita semua shok dengan semua yang terjadi pada aldrian di sebalik kejadian yang menimpa mu shah. Tapi, kamu harus menentukan pilihan dalam hidup..." Ucap ayah afshah terhenti sejenak
Matanya menatap sendu wajah putri sulungnya itu.
"Jika kau masih bisa memberikan peluang padanya. maka, datangi dan rawatlah aldrian dengan tanganmu. Namun. Jika kamu tak bisa memberi satu peluang buat aldrian dan benar-benar ingin melepaskannya. Maka, biarkan iya sembuh dengan sendirinya. walaupun penderitan dan kesakitan yang di derita aldrian akan semakin lama." Ucap ayah afshah sendu.
"Apakah.. kamu tak memiliki sedikitpun kepedihan di hati dengan apa yang menimpa aldrian?" Tanya ibu afshah lembut
Afshah hanya diam tak menjawab pertanyaan sang ibu..
"Tanyalah hati kecilmu itu. Apakah dia tak berhak mendapat kesempatan kedua untuk menduduki hatimu?.. ingatlah. Berapa banyak kebaikan dan pengorbanan yang di berikan aldrian yang begitu tulus. walaupun derita di tangungnya sendiri" ucap sang ibu meninggalkan meja makan terlebih dahulu.
__ADS_1
Afshah terdiam sepeninggal sang ibu.
Afshah faham akan sikap ibunya yang tak setuju dengan sikap afshah selama dua hari ini
Bapak afhah berdiri dari duduknya dan melangkah.
Namun berhenti berdiri di belakang tempat afshah dudukki.
"Nak.. fikirkanlah baik-baik, bapak selalu berdoa agar allah memberi petunjuk dan jalan yang terbaik untuk kalian" ucap sang bapak mengelus lembut pucuk kepala afshah sebelum meninggalkan meja makan.
Afshah kembali terdiam dan menitis air matanya.
Tak berselang berapa lama.
Afshah kembali menuju kamarnya.
......
6.30 Pagi ini..
Dengan wajah sumbringah melangkah menuju pekarangan rumah.
"Afshah berangkat pak, buk?!!" pamit afshah berteriak seperti beberapa hari sebelumnya.
Dengan santai melangkah memasuki mobilnya dan meninggalkan pekarangan rumahnya.
Sang ibu mendekati suaminya di ruang makan keluarganya sambil celenggokan menatap kepergian afshah.
"Apa dia baik-baik saja pak?" Tanya sang ibu pada suaminya.
"Tentu. Kita tunggu saja pilihan yang telah iya pilih" jawab sang bapak enteng
"Ya sudah.. ibu lanjut buat sarapan dulu" ucap sang ibu yang kembali menuju area dapur.
.........
__ADS_1
"Ting....nong...."
Bunyi bell pada sebuah tempat
"Ciklik.."
Seorang membuka pintu dan melonggo melihat tamu yang datang.
" datang, buat apa?" Tanya jimmy pada tamunya dan akan kembali menutup pintu apartemen.
"Tunggu jim" ucap sang tamu menahan pintu dengan kakinya.
"Apa lagi?.. sebaiknya kalian bunuh saja aldrian dengan senjata dari pada hukuman yang kalian berikan membuatnya mati berlahan penuh ketersiksaan" ucap jimmy dengan nada membentak
"Maaf jim" suara dari damian di belakang dave menahan pintu dengan kakinya.
"Maaf.. seharusnya kata itu bukan seharusnya buat gue. Tap..... " ucap jimmy ketus
" gue menyesal jim" potong damian
" menyesal?.. apa loe tau hancurnya aldrian yang sudah mencoba membuka hatinya pada afshah kala itu?. Betapa perihnya kehilangan anak sekaligus istrinya dalam waktu yang singkat, betapa gilanya dia mencari afshah. Sehingga meninggalkan rumahnya dan tinggal di apartemen yang kecil." Lanjut jimmy dengan emosi tapi tetap terlihat tenang.
" gue ngak bermaksud sampai sebegini. Gue hanya ingin memberi sedikit peringatan buat aldrian" ucap damian penuh penyesalan.
"Hanya memberi sedikit peringatan?..hingga membuat aldrian dan afshah bercerai loe sebut peringatan?" Nada jimmy penuh penekanan namun bersuara yang terpaksa di tekan agar tak membuat sebuah keributan.
" maaf soal itu. sebenarnya, di mata hukum afshah masih istri shah aldrian. Karna surat cerai yang gue berikan ke loe saat itu hanya rekayasa......"ucap damian tak sempat di lanjutakan.
" apa maksudnya kak?" Suara afshah di belakang damian.
"Afshah..." Jimmy , dave dan damian berbarengan.
"Apa maksud kakak kalau aku masih istri shah aldrian?" Tanya afshah menatap damian
"Baiklah.. kita bicara di dalam.
__ADS_1
Tapi tolong jaga suara kalian. Sebab aldrian baru saja tertidur efek obat penenang" ucap jimmy memberi peringan 3 tamunya dan mempersilahkan mereka masuk.