Afshah

Afshah
keputusan afshah 02


__ADS_3

HF #66


Hai..hai..


Ini novel kedua ku di sini..


Semoga kalian suka..


Jangan lupa LIKE yach?!!😁


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jimmy membuka pintu apartemen dan mempersilahkan tamunya untuk duduk.


Seketika mata damian dan dave saling beradu pandang melirik keberadaan airah di sana.


"Aldrian membayar suruhanmu agar menutup mulutnya" ucap jimmy yang faham akan tingkah damian dan dave.


Dave dan damian hanya diam mendengar ucapan jimmy.


"Airah, bisa buatkan tamu kita minum?" Tanya jimmy lembut pada airah.


Afshah hanya tenang melihat sikap jimmy. Karna baginya itu suatu hal wajar.


Menggingat beberapa bulan ini mereka bertiga tinggal di tempat yang sama.


"Apa kau memiliki hubungan dengan airah?" Suara damian penuh selidik


"Kenapa?, apa yang akan loe lakukan jika jawaban gue iya?" Ucap jimmy menaikan sebelah bibirnya


"Loe jangan macam-macam dengan airah jim?!!" Suara damian memperingatkan


"Kenapa?, loe juga berniat membuat hidup airah rumit seperti kehidupan afshah?" Tanya jimmy.


Membuat damian tertegun.


" tenanglah kak, kak jimmy memperlakukan airah seperti adiknya sendiri selama ini" potong airah yang menghampiri mereka dengan membawa 5 gelas minuman hangat.


Senyym manis damian menatap airah menandakan ketengan di hatinya.


"Kakak-kakak... minumlah dulu. Bicaralah dengan perasaan tenang" ucap airah


Setelah 5 gelas minuman di taruh airah di atas meja.


"Baiklah. Terimakasih airah" ucap damian


"Ternyata adik kecil kita telah dewasa" ucap dave menggakat minumanya.


"Tentu kak.. airah makan dengan sangat banyak..hehhe" ucapnya sambil tersenyum


Membuat suasana yang di isi 5 orang di ruang tamu tersebut sedikit mencair.


Semua telah mencicipi minuman buatan airah.

__ADS_1


"Baiklah.. sekarang jelaskan maksud dari ucapan loe yang tadi" jimmy membuka suaranya dan membuat suasana kembali hening.


"Seperti yang loe dengar. Untuk membuat aldrian merasa kehilangan. Gue membuat surat berceraian palsu afshah dan aldrian." Ucap damian


" jadi surat itu palsu?" Ulang afshah


"Iya shah, dan bahkan kakak tidak pernah meminta tanda tangan darimu?. Serta memberikan surat perceraian itu padamu bukan?!!" Tanya damian.


Tubuh afshah membeku.


Kenapa selama ini dia tak pernah melihat dan bertanya. Dimana surat perceraian itu?. apa tidak perlu tanda tanganya pada surat perceraian yang telah di tanda tangani aldrian?.


"Jadi, selama ini. Aku yang telah pergi terlalu lama meninggalkannya?. Jadi, sebenarnya.. akulah dibalik penderitaan dan kehancuran aldrian?!" Lirih afshah dengan air mata yang telah jatuh membasahi pipinya.


"Bukan kamu shah.. tapi kakak lah yang harusnya di salahkan.


Kakaklah orang yang seharusnya bertangung jawab untuk semua ini" ucap damian pemuh penyesalan.


"Kalau memang hanya untuk peringatan?!!. Kenapa sampai selama ini?, dua tahun lebih bukanlah waktu yang singkat damian?!" Ucap jimmy dengan sedikit penekanan pada nada suaranya.


"Gue merasa selama ini aldrian baik-baik saja. Gue tak menerima laporan dari orang mengawasi airah dan juga afshah" ucap dave yang sedari tadi diam menyimak semua pembicaraan.


"Jadi orang yang di tutup mulutnya oleh aldrian untuk mengawasi airah adalah orang yang sama untuk mengawasi aldrian?" Tanya jimmy


"Ya.. gue fikir sedikit yang mengawasi akan sedikit kemungkinan loe akan tau" imbuhan dave.


"Dan loe tau aldrian sakit..." ucap jimmy


"Jadi?" Tanya jimmy menatap afshah.


Afshah melirik airah sendu.


" afshah memutuskan akan merawat aldrian higga sembuh dan.." ucapnya beralih menatap damian lembut


"Afshah akan kembali pada aldrian. Afshah sadar. Selama bersama aldrian afshah merasakan ketenangan tak seperti 2 yang berlalu ini.


Afshah hanya menyibukan diri agar semua ketulusan dan kebaikan hati aldrian dapat hilang dari fikiran afshah" ucapnya bernada lembut.


"Apa kakak benar-benar yakin dengan keputusan ini?" Tanya airah dengan antusiasnya.


"Iya deck. Terimakasih telah merawat kakak iparmu dengan baik. Kakak akan menjaga dan merawat aldrian.


Bukankah kamu sedah dengar. Kalau aldrian masih suami sahnya kakak?!" Ucap afshah


"Benarkah?" membuat semua melirik ke asal suara.


"Iya al.. surat perceraian loe dengan afshah itu palsu. Itu hanya rekayasa gue" ucap damian berdiri.


"Maafkan gue.. ini semua salah gue al" lanjut ucapan damian seraya melangkah mendekati aldrian.


"Jangan mendekat. Kalian hanya ingin mempermaikan gue ?!!" Ucap aldrian yang mulai melangkah mundur.


"Tidak al. Ini benar.. gue ngak ingin main-main dengan loe" ucap damian berhenti saat...

__ADS_1


"Ngak.. kalian hanya ingin mempermainkan gue!!" Ucap aldrian kembali sauk ke kamarnya dan menutup pintubkamar dengar kuatnya.


"Kaliiian pergi...pergiii.. jangan ganggu gue... " teriak aldrian yang visa di dengar semua yang berda di sana.


"afshah ngak boleh menderita lagi karna guee... gue yang salah.. gue membuat afshah menderita"


Suara aldrian kembali bergema.


Seketika suasana kembali hening,terdiam dengan ucapan teriakan aldrian.


" sebaiknya kalian pergi dulu. Biarkan gue dan airah disini menenangi aldrian" ucap jimmy yang mulai berdiri di ikuti airah


"Tidak.. tinggalkan kami berdua" ucap afsha yang telah berdiri


"Shah.. " Ucap jimmy


"Biarlah kak afshah mencobanya kak?!.. bukankah dokter menyuruh kita buat memanggil wanita yang selalu di sebut-sebut kak aldrian?" Ucap airah membuat jimmy terdiam melihat airah berbicara.


Mata jimmy beralih menatap damian dan dave bergatian.


"Baiklah shah.. tapi tolong jaga aldrian dengan baik" ucapnya yang telah beralih menatap afshah sendu


"Tentu.. tapi tolong selamatkan apa yang masih bisa di selamatkan. Afshah ngak mau aldrian sehat namun kehilangan kepercayaan dirinya" ucap afshah lirih


"Kamu tenanaglah shah.. kakak di sini akan mengembalikan semua milik aldrian " ucap damian menepuk lembut pundak afshah.


"Terimakasih kak" ucap afsha


di balas anggukan damian.


"Baiklah.. sebaiknya kita pergi " ucap dave yang baru berdiri dari duduknya.


" kakak pamit shah" ucap damian yang menyetujui ucapan dave


"Ayo airah kakak antar.." ucap jimmy melirik airah.


Seketika airah verlari memasuki kamar di samping kamar aldrian masuki tadi.


"Shah .. gue titip aldrian" ucap jimmy yang mulai melangkah.


Melihat airah sudah siapa dengan tas di tangannya.


"Iya" jawab afshah singkat.


"Airah pergi kak" pamit airah. saat tas dari tangan airah telah berganti ke tangan jimmy.


Jimmy membawa pergi tas yang berisi perlengkapan airah selama menginap.


"Deck.. kembalilah ngampus. Jangan sia-siakan apa yang aldrian usahakan untukmu" ucapan afshah membuat airah terhentu saat akan meninggalkannya.


Airah kembali mebalikan tubuhnya dan menatap afshah.


"Tentu kak.." jawab airah tersenyum dan kembali meninggalkan afshah..

__ADS_1


__ADS_2