
HF #22
Hai..hai..
Ini novel kedua ku di sini..
Semoga kalian suka..
Jangan lupa LIKE yach?!!😁
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
........
Afshah terbangun...
Melirik keseluruh ruangan.
Tak ada aldrian maupun sesiapapun yang juga ada di acara ini semalam..
"Astaffirullah..aku ketiduran sampai pagi?..lagi-lagi subuhku" gumamnya melirik jam pada layar ponselnya pukul 7 pagi.
Afshah melirik meja yang terletak dekat kaca di penuhi dengan sarapan serta minuman hanggat yang masih nampak mengepul.
"Kapan mereka masuk menghidangkannya?" Batin afshah
Tok..tok...took..
Bunyi ketukan pintu memaksa afshah untuk beranjak menuju asal suara.
Cekklek......
"Pagi nona..ini titipan dari tuan..." menyodorkan sesuatu ke afshah...
"setelah sarapan anda di suruh turun karna supir jemputan anda sudah menunggu di bawah untuk membawa anda kembali pulang ke rumah" ucap seorang berpakaian pelayan hotel
"Baiklah..terimaksih" balas afshah mengambil dua paper bag yang di sodorkan padanya.
Menutup kembali pintu kamarnya
Setelah kepergian pelayan hotel tadi.
"Pakaian ganti" gumam afshah mengintip sedikit paper bag yang berikan pelayan tadi padannya.
Tanpa menunggu lama...
__ADS_1
Ia memasuki kamar mandi.
Hanya 10 menit afshah pun kembali dan memakai pakaain yang ada dalam paper bag.
"Pas...mereka tau semua ukuranku?" Gumamnya melihat tanpilannya.
Matanya melirik makanan yang mungkin sudah mulai dinggin dari pantylan cermin di depannya.
Tak menunggu aba-aba.. afshah duduk dan memakan sarapannya dengan sedikit tergesa-gesa.
"Alhmdullilah" lirihnya menyudahi sarapan.
"Aku harus cepat..kasihan orang yang menungguku" batinnya melangkah meninggalkan kamar hotel dengan membawa paper bag berisi pakaiannya semalam.
"Mari nona" ucap seorang pria usia 50an mendatangi afshah yang baru menginjak kakinya pada lantai dasar hotel
"Ma..maaf pak..bapak kenal dangan sa..saya?" Tanya afshah
"Saya sopir suruhan tuan muda untuk membawa anda pulang nona" ucapnya sopan
"Oh..baiklah..ayo pak" jawab afshah mengganggukan kepalanya
"Mari" ucap sang supir melangkah mandahului afshah menuju mobil.
"Silahkan nona" sang supir membuka pintu belakang mobil
Dengan wajah yang binggu sinsupipun berlari kecil memgelilingi mobil dan duduk pada kemudinya.
"Apa ngak apa-apa seperti ini nona?" Tanya sang supir hati-hati saat mobil sedang melaju.
Dengan senyum ramah menoleh sang supir afshah menjawab
"Tak usah khawatir pak" dan kembali melirik ke kepan jalan yang mereka lalui.
"Baiklah nona" jawab sang supir pasrah namun masih dibselimuti ketakutan jika akan ada masalh nantinya.
45 menit perjanan mobilpun memasuki area pekarangan rumah..
Afshah membuka sendiri pintu mobilnya yang melangkah memasuki rumah yang sudah di tempatunya benerapa hari ini.
"Kenapa sunyi?" Batin jengak celengok melihat sekitar sudut rumah.
Namun tetap melanjutkan langkahnya menuju lantai atas.
Sesampai pada kamar yang di tuju afshah merebahkan tubuhnya pada sofa kamar.
__ADS_1
"Sebaiknya aku istirahat dulu" batinya dan memejamkan mata.
"Oh..bagus..baru kemarin kau menjadi nyonya suadraja..kau sidah bermalas-malasan" suara seseorang yang baru keluar dari kamar mandi membangunkan afshah yang baru 5 menit menutup mata.
Dan memaksa tubuhnya untuk segera bangkit
"Maaf tuan...saya fikir anda tidak ada di sini" ucapnya lirih namun masih dapat di dengar aldrian
"Ini kamarku..apa kau fikir ini kamarmu?" Ucapnya angkuh.
"Kalau ini kamarku sudah ku usir kau dari dulu" batinya
"Maaf tuan.." ucapnya yang lain keluar dari mulut.
"Bagus kalau kau sadar diri" jawabnya dengan bibir yang menyengir.
"Sekarang..siapkan pakaian ku..aku akan keluar ada urusan yang harus ku selesaikan" ucapnya yang di ikuti gerakan cepat afshah menuju ruang ganti sebelum sang tuan muda .
Afshah menaruh celana jens hitan di padukan kaos berkrah warna putih serta tak lupa dalamnya pada tempat duduk di kamar pakaian tersebut.
"Pakaian" ucap aldrian dengan santai membuat tubuh afshah merinding
"Aku akan benar-benar gila di sini" batinnya mendekati aldrian.
"Ma..maaf tuan..bisakah anda me..makai da..laman anda sendiri?" tanyanya dengan tubuh yang sedikit gemetaran
"Hmm...Kenapa?" Ucapnya menatap afshah dengan wajah mengoda..
"bukankah kita sudah menikah?"
masih dengan mengangkat sedikit bibirnya kanannya.
"I..iya..tapi..aku mohon" ucapnya dengan wajah menghiba
"Cih..." desis aldrian mengambil dalamnya dan memakaikannya sendiri
"Semua wanita di luar sana akan dengan senang hati melakukannya..kenapa dia sok jual mahal padaku?" Batin aldrian memperhatikan wajah afshah yang sedari tadi memerah karna malu.
"Sekarang pakaikan bajuku" titahnya..
Dengan telaten afshah memakaikan pakaian aldrian yang memang sudah beberapa hari di lakukan.
Aldrian berdiri di depan cermin besar memperhatikan penampilannya sambil memperbaiki tatanan rambutnya
"Hmm...dalam dua bulan ini..semua pekerjaan rumah kau yang melakukannya termasuk memasak, karna semua pelayan aku liburkan dua bulan ini kecuali 4 bodiguar menjaga rumah dan juga kamu..jadi jangan coba-coba untuk lari dariku" ucapnya yang penuh ancaman dan duduk pada kursi kembali memberi kode untuk afshah memasangkan sepatu sportnya.
__ADS_1
"Dan jangan lupa..Aku...Adalah KE..WA...jIBAN mu" bernada penekanan di ujung kalimatnya meninggalkan afshah tertegun di kamar ganti.
.