
HF #29
Hai..hai..
Ini novel kedua ku di sini..
Semoga kalian suka..
Jangan lupa LIKE yach?!!😁
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Selamat datang aldrian suadraja dan nona suadraja" ucap seorang pria 40an mengandeng seorang wanita cantik nan seksi dengan balutan dres warna merah di atas paha dengan bagian dada yang rendah hingga nampak belahan dadanya.
"Selamat ulang tahun perusahanmu tuan dan nyonya Bian liandro" ucap aldrian menjabat tangan sang pemilik pesta
"Terimakasih tuan muda suadraja..saya tidaklah apa-apa di banding anda yang saat ini" ucapnya merendah..
"Jangan seperti itu..semua tidak ada artinya jika kita tidak bisa bersama dengan orang yang kita cintai bukan tuan liandro?" Canda aldrian menatap istri bian liandro namun merangkul afshah mendekati tubuhnya.
Afshah yang terasa canggung hanya bisa pasrah akan kelakuan aldriN
"Hahahhaa....anda benar tuan aldrian suadraja" merekapun tertawa..
afshah melirik wanita yang di sebut istri tuan bian liandro ikut tertawa...
__ADS_1
Entah kenapa afshah merasa tawa mereka seperti bukan tawa keikhasan ataupun merasa sebuah kebahagian.
"Apa kenapa aku merasa semua ini hanya acting..mungkin karna aku tak terbiasa dengan hal seperti ini" batin afshah yang tak bisa ikut tertawa
"Baiklah..tuan dan nyonya suadraja..silahkan menikmati pestanyA" ucap Bian liandro dengan senyum ramahnya
"Terimakasih" ucap aldrian dan kamipun melangkah pada tempat yang di penuhi berbagai pasangan manusia yang berpakaian nampak elegant keluaran butik-butik terkenal..
"Kamu di sini dulu..aku kesana sebentar" ucap aldrian pada afshah yang duduk pada sebuah meja
"Kamu jaga dia " bisik aldrian pada jimmy dan berlalu tanpa mendengar jawaban..
"Ya tuan..anda sudah takut akan kehilangannya?" Batin jimmy
Aldrian nampak berbincang-bincang dengan beberapa orang pria yang berusia 50an dan sesekali melirik ke arah afshah.
"Apa anda mau air mineral nona?" Tanya jimmy yang duduk pada meja yang sama dengan afshah
"Boleh..tolong ya jim?!" Ucapnya yang memang sudah menahan kehausannya sedari tadi.
"Anda jangan berajak dari sini nona" titah jimmy sebelum meninggalkan afshah.
Dalam kepergian afshah bian liandrio mendekati afshah tanpa di dampingi sang istrinya yang cantik nan seksi
"Apa pestanya membosankan nona?..dan anda tidak minum?" menggangkat gelas minuman yang ia pegang di akhir pertannyaaanya
__ADS_1
"Maaf tuan..saya tak terbiasa meminumnya dan pestanya menarik" ucap afshah dengan senyum yang tulus.
"Kalau begitu saya akan menyuruh pelayan membawakan minuman yang tak beralkohol untuk..." ucapnya seakan memanggi salah seorang pelayan..
Namun kegiatannya terhenti karna melihat afshah memotong ucapannya.
"Maaf tuan saya tak sopan..tapi anda tidak usah repot-repot tuan..jimmy telah mengambilkannya buat saya..anda tenang saja..saya senang dengan acara anda..hanya saja saya tak bisa meminum..." wajahnya nya nampak memelas mengaharap kemaafan
"Namun ,saya masih bisa memakan .. makanan yang anda sajikan" basa-basi afshah dengan lembut.
Membuat bian liandro terkagum akan kesopanan, kebaikan dan kelembutan hati yang afshah miliki.
"Baiklah..selamat menikmati pestanya" di akhiri dengan senyum meninggalkan afshah.
"Kau permata di antara semua orang yang datang..aldrian beruntung mendapatkanmu" batin bian menoleh afshah sejenak dan beranjak pergi menghampiri partner nya yang lain.
"Ini nona" jimmy menyodorkan sebotol air minum kemasan ke arah afshah.
"Apa aku boleh mengambil cake itu?" Tanya afshah ke arah jimmy karan ingat ucapannya pada bian liandeo untuk memakan sajiannya.
"Biar saya ambilkan nona" ucap jimmy
"Kenapa tida aku ambil sendiri saja jim?" Tanya afshah
"Saya tak bisa biarkan anda berjalan sendiri di antara ratusan orang disini nona" jawabnya
__ADS_1
"Baiklah" pasrah afshah
Jimmy meninggalkan afshah dan tak lama aldrian datang menghampirinya..