
HF # 57
Hai..hai..
Ini novel kedua ku di sini..
Semoga kalian suka..
Jangan lupa LIKE yach?!!😁
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
#Flash back ON
beberapa bulan yang lalu di jerman
"Nona makan siang anda sudah siap" suara pelayan anna mendekati afshah yang Duduk lesehan bersandarkan sofa, bercerminkan leptop di atas meja ruang tamu.
" kak anna, sebentar lagi aku makan.. nanggung soalnya" jawab afshah melirik anna.
"Sudah dua hari anda sibuk dengan itu nona. Bukankah masih ada tersisa hari esok sesuai waktu yang di tentukan?!" Suara anna yang sudah seperti teman bagi afshah selama dua hari ini.
"Benar, namun aku mau besok sebagai hari untuk memeriksanya kembali. Sebelum kedatangan orang yang di utus tuan Bian liandro" jawab afshah.
"Baiklah nona, saya senang melihat anda saat ini" jawab pelayan anna.
Afshah menatap anna dengan senyumannya sebagai jawabanya.
Anna melangkah meninggalkan afshah yang kembali sibuk dengan benda di depannya..
"Tiiiiing...nooooong......"
Suara bel di pintu aparteman yang di tempati afshah.
Afshah yang berada di ruang tengah.
Berdiri , berniat membuka pintu.
"Biar saya saja nona" suara pelayan anna keluar dari arah kamar di samping afshah saat ini.
"Baiklah" jawab afshah pada pelayan anna berjalan di depannya.
Afshah pun kembali duduk di tempatnya semula.
"Silahkan tuan" suara anna terdengar jelas membuat afshah melihat arah suara.
"Afshah?" Suara seorang pria yang sudah berda di ruang yang sama dengan afshah saat ini.
"Tu..tuan" suara afshah meyakinkan akan seseorang di depannya.
"Namaku Qeandra shah?!" Ucapnya bernada mengigatkan
__ADS_1
"Maaf.. tuan QEan, bagaimana anda ada di sini?" Tanya afshah
"Apa kau tak membiarkan aku untyk duduk dulu?" Tanya Qean terdengar santai.
"Maaf.. silahkan" afshah malu.
"Aku tak menyangka, kamu wanita yang harus simpan oleh pamanku" suara Qean membuat wajah afshah berubah.
" bu..bukan maksudku simpan dalam artian negatif. Namun pamanku harus bantu seseorang untyk menyembunyikanmu dalam beberapa waktu" klarifikasi Qean karna melihat ekspresi dari wajah afshah
"Maaf.. saya menjadi beban bagi keluarga anda tuan" lirih afshah
"Jangan sungkan. Seandainya kamu ngak mau balik lagi ke indonesia. kamu bisa tinggal di sini selamanya?!" Jawab Qean tenang
" entahlah tuan. Saat in8 saya masih tenang di sini" jawab afshah.
"Sebaiknya jangan panggil saya tuan. Saya bukan majikanmu.. panggil Qean saja" ucap Qean
"Tapi. Saya terdengar seperti tak sopan" jaeab afshah
"Kalau begitu.. panggil bag Qean saja" jawab Qean tersenyum wajah menggoda afshah.
" kalau kak saja gimana?" Tawar afshah
"Apa kita sedang berperan penjual dan pembelu?" Tanya Qean membuat afshah menoleh bengong ke arah Qean
"Kata seperti dalam fase tawar manawar" jelas Qean membuat bibir afshah mengembangkan senyumnya.
"Terimakasih kak anna" suara afshah saat anna meletakan minum untuknya.
Setelag urusannya selesai. Anna kembali ke arah dapur meninggalkan sepasang manusia di meja tamu.
" ku putuskan kalau kamu panggi aku abag Qean saja" suara qean membuat afshah menoleh lagi pada qean
"Aku tak mau panggilanku sama dengan saat kamu memanggil pelayan anna" jawab Qean pada raut wajah afshah
"Hahahhah..." afshah tertawa sadar akan panggilannya pada anna dan tawar menawar pangilan pada Qean.
"Baiklah abaag Qean" suara afshah menciba mengubah panggilannya oada Qean.
"Ya sudah.. sekarang mana tugas yang di berikan paman bian padamu" ucap bian setelah menyerumput minum yang di berikan anna sebelumnya.
"Ini" afshah menyodorkan leptop di depannya pada Qean.
Raut Wajah Qean berubah serius memperhatikan layar leptopnya.
Lebih dari 20 menit afshah menunggu dengan wajah tegang dan jantung yang berdebar hasil pemeriksaan Qean.
Minuman yang di berikan anna tadi sudah tandas di munum afshah.
" hmm.. bagus.. kerjanya bagus.. walaupun ada beberapa yang kurang pas.. setidaknya kamu bisa kelakukan yang di tugaskan." Ucap Qean meletakkan leptop di atas meja yang tadi berada pengkuannya.
__ADS_1
" kamu masih ada sisa hari esok sesuai penentuan waktu dari paman. Jadi perbaiki bagian ini dan...... file yang ini.. " Qean membuka saru file ke file lainnya..
" Lihatlah. Karna kesalah yang itu, ini menjadi tidak singkron" Qean menjelaskan secara detiel letak kesalahan pekerjaan afshah.
"Baiklah.. saya akan memperbaikinya lagi" jawab afshah senang akan hasil pekerjaannya.
"Waah.. ternyata kamu ngak akan terjatuh walau di tegur" ucap Qean
"Tentu.. kalau menegurnya sebaik anda tu... hehhe.. abag bian" ucap afshah yang hampir salah dalam menyebut panggilan untuk Qean. Tentu saja tersadar karna wajah Qean yang terlihat menatapnya.
"Tuuuut.... tuuuut....
Suara panggilan masuk dari ponsel Qean
" hallo.. salammuallaikum deck " aldrian menggangkat panggilannya di depan afshah
"........"
"Baiklah.. kakak ke sana sekarang. Jangan kemana-mana" jawab Qean
"......."
"Ya.. waallaikumsalam" jawab Qean lagi menutup panggilan ponselnya..
Qean kembali melirik afshah se5elah memutus pangil sambung ponselnya..
"Baiklah.. abag harus pergi.. Besok akan kembali kesini lagi menfabil hasil dari tugas mu" ucap Qean yang berdiri hendak meninggalkan afshah.
" siap boss" jawab asfahah semangat
"Nah. Beginilah kamu yang aku inginkan" ucap Qean mengelus puncak kepala afshah lembut
Wajah afshah tersemu perlakuan Qean padanya.
"Abag pergu dulu.. jaga diri.. dan jangab keluar rumah jika tak ingin persembunyianmu di ketahui" peringatan Qean
"Iya abag.. afshah masih ingin begini dulu" ucap afshah.
QEan tersenyum mendengar jawabna afshah
"Baiklah.. abag pergi.. assalamuaallaikum" pamit Qean meninggalkan afshah.
"Waallaikusalam" jawab afshah melirik kepergian Qean..
Serelah kepergian Qean afshah melangkah menuju ruang makan. Anna denfan sigap menghidangkan makan siang afshah yang telah terlambat.
Setelah menyelesaukan makannya afshah beranjak kembali ke ruang tamu.
Dengan semangatnya afshah kvali membuka leptop di depannya yang telah tercas penuh batreinya.
Dengan tenang afshah berkutat dengan leptopnya.
__ADS_1
.