
HF #58
Hai..hai..
Ini novel kedua ku di sini..
Semoga kalian suka..
Jangan lupa LIKE yach?!!😁
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hari ini seperti yang di janjikan..
Afshah duduk di ruang tamu aparteman yang saat ini di tempatinya menunggu seseorang.
"Tiiiiing...nonggg"
Suara bel pintu apartemen
"Cikkkliiik"
Afshah membuka pintu dengan tergesa.
"Assllamuaallaikum " suara pria yang di tunggu afshah
"Waallaikumsalam.. ayo masuk bag" jawab afshah
"Semangat banget" suara Qean
"Afshaaaaaaah" teriak histeris seorang wanita di belang Qean yang tak di ketahui afshah
"QWeeeeeen" afshah memastikan suara yang di dendengarnya.
"Afshaaaaaah" suara heboh qween meneriakinya .
Qween menyenggol paksa tubuh Qean agar lebih leluasa berjumpa dengan sahabat yang di rindunya.
"Ini benaaaaran loe qweeen" teriak afshah tak kalah heboh memeluk tubuh Qween.
"Bagaimana loe bisa bersama bag Qean?" Tanya afshah.
"Gue ikuti dia.. yang katanya mau menemui cewek cantik" jawab qween
__ADS_1
"Kalian tinggal bersama?" Tanya afshah
"Iya" jawab qween spontan.
Membuat wajah afshah berkurut.
Qean tersenyum melihat tungkah dua qadis di depannya.
"Sudahlah.. apa kalian tak membiarkan ku duduk dan memberukan ku secangkir kopi?" Tanya qean berharap dua gadis di depannya menghentikan aksinya.
Hasil yang nihil membuat qean melangkah kedalam meninggalkan dua gadis yang asik dengan dunia mereka.
Qean yang sudah sangat terbiasa dengan aparteman pamannya ini melangkah menuju dapur meminta pelayan anna membuatkannya kopi dan menyiapkan makan siang buat mereka bertiga.
Anna yang sudah di beritahu oleh tuan Bian liandro akan keluarganuya saat akan di tugaskan menjaga afshah tak terkejut akan sikap.
"ceritakan semuanya ke gue sekarang" pinta qween ke afshah.
"Baiklah" lirih afshah .
"Intinya. Gue berhutang 10 juta dan bertambah saat gue sakit dan masuk kerumah sakit kala itu" ucap afshah
Wajah qween nampak memerah.
"Maaf qween.. gue berencana bertanya jumlah tabungan loe dan berencana meminjam buat kuliahnya Airah" lirih afshah.
Qween nampak diam saat afshah menyebut nama airah.
" loe angat tau. Kalau airah pengen menjadi seorang dokter. Uang masuk ke dokteran sangat banyak qween. Yang bisa bantu gue saat itu hanya loe qween" jawab afshah
"Jadi apa hubungan hutang loe dengan semua ini?" Tanya wmqween
"Gue nikah dengan boss gue dengan perjanjian hutang gue lunas dan kuliah kedokteran airah di tanggung oleh nya" afshah menjelaskan air mata memgalir dipipinya.
"Gue kalut qween.. gue ngak punya peganggan.. di kampung.. bapak gue sakit hutang keluarga gue di kampung akan lunas jika gue menikah dengan anak juragan tempat keluarga gue ngutang disana.
Gue milih nikah dengan boss gue karna dia lunasihin 10 kali lipat hutang keluarga gue disana" tangis afshah membuat qween memeluk sahabatnya yang mengalami hal yang begitu buruk dalam hidupnya.
Qween yang juga ikut menangis menegelus-elus punggung afshah.
"Loe mencintai suami loe shah?" Tanya qween.
afshah melepas pelukannkan menatap sendu qween
__ADS_1
"Gue pernah mencoba untuk memberikan hati gue qween. Namun gue bertepuk sebelah tangan. Air dan minyak takkan bisa bertama qween" ucap afshah lirih
"Bagaimana kalau sikulasi loe salah. Bagaimana kalau sebenarnya kalau dia juga mencintai loe?" Tanya qween mengelus pipi basah temannya.
"Ngak qween.. dia tak mengakui anaknya. Dia juga menyuruhku membunuh bayiku dan setelahnya memfitnah kalau akulah yang ingin membuang bayiku" tangis afshah kembali pecah.
" siapa nama suami loe dan dimana loe bisa jumpa dengan dia?" Tanya qween
" loe ingat tempat gue bekerja sebelumnya?" afshah mencoba mengingatkan qween
"Tentu.. loe kerja di cafenya mbak wulan" jawab qween
"Mbak wulan hanya menejer di sana. Tepatnya gue bekerja dengan tuan aldrian suadraja"jawab afshah
"Loe menikah dengan cowok super dingin itu?" Tanya qween tak percaya.
Afshah hanya menjawab dengan anggukan saja.
" shah.. kamu wanita kuat.. aku akan urus tentang airah.. kamu bisa pergi darinya sampai kapanpun kamu mau. Ikan kak?!" Ucap qween meminta persetuan pria yang duduk di salah sato sofa dekat mereka sedari tadi.
"Hmm.. tentu" jawab Qean setuju dengan ucapan qween.
"Kak?" Tanya afshah pada qween. yang menyangka kalau qean dan qween adalah sepasang kekasih.
"Iya.. ini kakak gue.." jawab qween
" jadi nama belakang abag Qean Zizandra?" Tanya afshah
"Bukan.. Liandro" jawab qean santai
" ayah abag Qean anak pertama lima tahun setelahnya ibuku sebagai anak kedua 10 tahun setelahmya baru paman Bian liandro" penjelasan qween membuat afshah faham kenapa dia tak tau akan hubungan persudaraan qween dan Qean
" aku anak tunggal. Kak Qean juga. Sementara paman belum ada keturunan sehingga kami hidup saling bergantungan " Qween kembali membuka suara kan hubungan kekeluargaannya dangan qween.
"Jadi kakak yang kamu ikuti itu.. bag Qean?" Tanya afshah
"Iya.. kak qean hanya sebatang kara. Paman dan bibi meninggal saat kecelakaan. Aku ngak mau kak Qean kesepian makanya aku akan ikuti kak Qean kemanapun. sebelum dia menikah" jawab qween menatap Qean
Qean tersenyum menangapi ucapan adiknya.
"Baiklah aku faham" jawab afshah.
Merekapun larut dalam kebersamaan.
__ADS_1
Dengan adanya Qween di sampingnya membuat afshah betah berada di jerman.