Afshah

Afshah
hf 18


__ADS_3

HF #18


Hai..hai..


Ini novel kedua ku di sini..


Semoga kalian suka..


Jangan lupa LIKE yach?!!😁


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


............


Jimmy memarkirkan dan mematikan mesin mobilnya di halaman yang hanya terlihat motor berjejeran..


Kedatangan mobil kearea halaman puskesmas membuat mereka menjadi bahan perhatian sekitar puskesmas dan juga para pegawai puskesmas.


"Siapa yang punya mobil?"


"Siapa dua pria itu?"


"Apakah salah satu putri pak tani itu berhasil mengait orang kaya di kota?"


Dan masih banyak lagi..


Suara bagai bisikan-bisikan di sepanjang perjalan mereka memasuki puskesmas.


Membuat afshah risih dengan ucapan yangmenyudutkannya.


Aldrian dan jimmy nampak tenang mengikuti langka airah memasuki puskesmas.


Sesampai mereka pada sebuah ruangan yang terdapat 5 ranjang pasien..


Namun hanya berisi 4 pasien dengan impust terpajang di samping tempat tidur pasien.


Airah berhenti pada tengah ranjang dengan seorang pria 50an tertidur lemah dengan selang oksigen pada hidungnya.


Afshan nampak berjalan lambat menuju pasien tersebut..


Air matanya telah jatuh mengalir terurai bagaikan tak ada hambatan.


"Bapak??..afshah pulang.. afshah disini pak..bapak kenapa begini?" Ucapnya lirih mwnyentuh tangan si pria yang lemah dengan air mata di biarka jatuh


Terlihat sibapak mulai memcoba membuka matanya.

__ADS_1


Si bapak menatap afshah dengan menghiba..


Wajahnya nampak ingin berkata..


Namun hanya matanya yang mengisyarakatkan penyesalan dan mengeluarkan air di sudut matanya.


"Bapak...bapak tidak salah..afshah akan ikhlas apapun yang terjadi nantinya..asal bapak sembuh" ucap afshah yang tetap menaggis meletakkan tangan si bapak pada pipinya.


"Ayolah..pak..bapak harus berjuang..bapak harus kuat.." ucapnya dalam tanggis


"Afshah akam buktikan..kita bisa mengapai cita-cita kok pak" ucapnya tegas walau dengan air mata masih mengalir.


"Hmm" aldrian berdehem membuat afshah tersadar akan dua pria yang mengikutinya.


"Pak afshah ingin kenalkan.." afshah melirik ke arah aldrian yang sudah mendekat sejak afshah ingin memperkenalkannya


"Boleh aku yang bicara dengan bapakmu?" Tannyanya ke arah afshah..


Afshah menjawab dengan anggukan dan berdiri memberi ruang buat aldrian untuk leluasa bicara dengan bapaknya.


" maaf pak..mungkin waktunya kurang tepat..hmm" ucapnya dengan deheman mengurangi kegugupannya.


"Perkenalkan saya aldrian..saya kekasih anakmu afshah..saya kesini untuk melamar afshah...." aldrian melirik raut wajah ayah afshah yang manpak menegang


Yang pastinya..saya akan melunasi hutang tersebut dan menikahi afshah dalam minggu ini" ucapnya mantap


Membuat wajah ayah afshah menoleh pada putrinya meminta penjelasan


Afshah faham akan sifat ayahnya mendekatinya dan berdiri tepat di sampimg aldrian


"Ya pak..apa yang di bilang aldrian benar..afshah dan dia saling mencintai..afshah minta restu pada bapak disini" tanyanya nampak ketenangan pada wajah ayah afshah dan mengedipka matanya tanda persetuannya darinya.


Melihathal itu aldrian memilirik ke arah jimmy.


Jimmy yang faham mengerok sasuatu pada kantong jaketnya.


Dan memberikanya pada aldrian.


Aldeian menoleh pada afshah dan menjongkok dangan lutut sebagai menupang salah satu kakinya.


"Afshah..di depan keluargamu..maukah kau menikah denganku" ucapnya membuka kotak pemberian jimmy tadi dan menyodorkannya pada afshah


Afshah yang hanya menggangguk tanda setuju.


"Kenapa permainan ini begitu cantik" batin afshah dalam tangisnya

__ADS_1


Aldrian langsung berdiri dan menautkan cincin yang di dalam kotak tadi ke jari masih afshah.


Wajah bahagia nampak pada keluarga afshah..


" maaf kan afshah pak..ibuk dan airah..kebohongan ini terlalu besar" batinya dengan air mata yang semakin turun derasnya melirik kebahagian keluarganya..


"Kami akan menikah 4 hari lagi pak..semua persiapanya sudah 90 % . Terimakasih atas restunya" ucap aldrian lembut ke arah sang bapak yang lemah


"Saya harap tak jatuh pada permainan cantik anda sendiri tuan" batin jimmy melirik akting aldrian yang begitu apiknya.


Suara maghrib membuat aldrian jimmy ,afshah dan sang ibu pulang karna hari ini airah menggantikan tugas ibu..


Karna ibu menemani afshah.aldrian dan jimmy ke rumah pak Darto untuk melunasi hutang yang mengikat keluarga mereka.


Sesampai di rumah afshah dan ibu melaksanakan sholat maghrib dan memasak untuk makan malamnya..


Setelah makan malam dan sholat isya..


"Kita jadi berangakat sekarang?" Tanya aldrian kearah afshah yang baru saja keluar kamar ibunya


"Iya..nungguin ibu bentar..lagi zikir bentar" ucap afshah yang melangkah mendekati dua pria di meja tamu.


Tak lama ibu aminah keluar kamar dan melangkah mendekati mereka..


"Ayo..keburu malam" ucapnya melangkah menuju pintu keluar rumah.


Di ikuti jimmy yang sedikit berbeda.


"Kenapa jimmy membawa ransel?" Batinya merasa agak janggal di pengelihatan afshah.


namun afshah memilih diam dan ikut melangkah di belakang aldrian menuju rumah pak Darto.


Toook...toook...


"Assallammuaalikum..."suara ibu afshah memberi salam


"Waallaikumsalam" sautan wanita dari dalam rumah.


Tak lama pintupun terbuka.


"Ooh..mbak aminah , afshah dan....." ucapnya terkejut akan kedatangan kami


"Pak darto ada mbak?" Tanya ibu afshah yang juga memanggil mbak pada istri pak darto


"Ada kok mbak..ayo silahkan masuk" ucapnya mempersilahkan kamu duduk pada ruang tamu dan iya melangkah ke arah ruangan lain pada rumahnya

__ADS_1


__ADS_2