
HF #62
Hai..hai..
Ini novel kedua ku di sini..
Semoga kalian suka..
Jangan lupa LIKE yach?!!š
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Tuuuuuut... tuuut..."
menunggu panggilan di angkat.
Namun baru dua kali panggilan masuk.
"Hallo dok.. saya mohon cepatlah ke sini... dia semakin drooop.. sa..saya moooohooon" ucapan airah dengan tangisnya memvuT tubuh afshah seketika membeku.
"Tuuùuuuuut"
Panggilan seketika terputus tabpa sembat afshah memberikan suaranya pada sang adik.
Afshah panik dengan apa yang di dengarnya tadi.
Dengan mecoba tenang afshah memainkan poselnya kembali.
"Tuuut... tuyut.....
Afshah kembali menunggu oanggilannya terhubung..
"Hallo shah... " jawab di seberang
"Kak damian.. apa kakak masih bisa mencari lokasi airah?" Tanya afshah hati-hati
"Emang kenapa dengan airah shah?" Tanya damian panik
"Ti..tidak ada..kak.. iya.. tidak ada apa-apa, afsha hanya pemasaran dengan rumah aulia teman afshah.. ibu bilang sudah tiga malam afshah ginap di sana.
__ADS_1
Tugas kampus yang menumpuk membuatnya menginap disana. Jadi. Afshah ingin kesana tanpa sepengetahuan airah.
Sebab airah belum tau afshah sudah kembali dari belanda kak" ucap afshah mencari alasan agar damian tetap tenang.
"Oooh.. syukurlah.. sebentar kakak suruh seseorang melacaknya. " akhir ucap damian memutus sambung pamgilannya dengan afshah.
10 menit menunggu sebuah notif masuk pada ponsel afshah..
Afshah memghidupkan mesin mobilnya menuju alamat yang tertera pada layar ponselnya.
15 menit mencari alamat yang tuju.
Afshah terhenti pada sebuah apartemen sederhana.
Afshah keluar dari mobilnya.
Saat menaiki apartemen afshah bertepatan dengan seorang dokter.namun mata afshah hanya melirik pada lantai serta mencari no apartemen yang tertulis pada alamat yang kirimkan damian.
Namun saat no yang di tuju di temukan.
Sang dokter tampak telah lebih dulu berdiri di depan pintu tersebut.
"Ciklik..."
"Silahkan masuk dok"
Suara seorang pria yang tak asing afshah terdengar jelas di telingganya.
"Terimakasih" ucap sang dokter masuk saat pintu di buka.
Namun dua mata saling bersitatap "afshah"
" jimmy"
Ucap mereka serempak.
"Mana airah?" Tanya afshah penuh emosi
"Tenanglah.. dia ada di dalam" ucap jimmy dengan tenangnya.
__ADS_1
Dan kembali melebarkan pintu untuk mempermudah afshah masuk.
"Tenang kata......." Ucap afshah yang telah masuk
Namun afshah tak dapat melanjutkan ucapannya saat melhata airah memeluk seseorang yang sangat di kenalnya.
Dengan langkah cepat afshah menghampiri airah.
Menarik paksa tangan airah tanpa melirik aldrian dan membawa paksa pergi airah.
Dengan wajah lemah airah menatap jimmy
"Tolong jaga kak aldrian" ucap airah tampa suara
Jimmy menggangguk tanda setuju.
Setelah kepergian airah dan afshah .
Walau samg dokter nampak binggung dengan apa yang di lihatnya manun sang dokter tetap melanjutakan memeriksa kesehatan aldrian yang nampak lemah di sudut ruangan.
"Bagaimana keadaannya dok?!" Janya jimmy
"Depresinya semakin memburuk" ucap sang dokter.
"Apa kalian tak pernah mendatangan wanita bernama afshah yang selalu di sebut-sebut?" tanya sang dokter
"Belum dok.. " ucapnya jimmy lemah
"Coba bujuk wanita itu. Sepertinya hanya itu penawar buatanya" ucap sang dokter
Memberikan secarik kertas pada jimmy
"Tebuslah obat itu. Dan ingat. Ini hanya sebagai penenang sementara bukan penyembuh" ucap samg dokter membuat jimmy mengganguk pasrah dan menatap sedih pada aldrian yang telah terbaring lemah di ranjang dengan bantuan obat penenang dari sang dokter.
...........
Dalam perjalana tak satupyn dari dua bersaudara ini bersuara.
Hingga mobil afshah terparkir di depan rumahnya.
__ADS_1
"Ayo.. " ucap afshah pada airah.
Saat keluar dari dalam mobilnya.