
HF #67
Hai..hai..
Ini novel kedua ku di sini..
Semoga kalian suka..
Jangan lupa LIKE yach?!!😁
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jimmy membawa pergi tas yang berisi perlengkapan airah selama menginap.
"Deck.. kembalilah ngampus. Jangan sia-siakan apa yang aldrian usahakan untukmu" ucapan afshah membuat airah terhentu saat akan meninggalkannya.
Airah kembali mebalikan tubuhnya dan menatap afshah.
"Tentu kak.." jawab airah tersenyum dan kembali meninggalkan afshah..
Ruangan yang tadinya di isi dengan beberapa orang..
Kini hanya afshah yang berdiri pada sebuah pintu.
"Tok...tok..."
Afshah memgetuk pintu aldrian.
"Al.. ini aku.. afshah"
Ucapnya mencoba mulai berbicara.
__ADS_1
" al.. aldrian.. apa kamu ngak mau melihat ku?" Tak ada jawaban dari ucapan afshah
"Al..buka pintunya" ucap afshah
Yang duduk bersandar pada pintu kamar.
"Al.. apa kamu tau?!!.. selama 2 tahun lebih aku bekerja mati-matian menyibukan diri agar bisa melupakanmu?. Melupakan akan bayi kita?.. melupakan bagaimana rasa saakit saat kelihanya?"ucap afshah tertahan dengan berusaha menahan air matanya.
"Al.. apa kamu masih ingat saat kita di kampung?. Kamu membantu aku dan juga keluargaku dari seorang yang akan membuat hidupku hancur. Kamu juga membuat keluargaku tak di pandang sebelah mata lagi" ucap afshah denga air mata yang mulai menetes dari pipinya.
"Al.. kamu ngak sepenuhnya salah.. aku juga salah.. jadi aku mooohoon bukalah pintunya..hiks..hikss.." tanggis afshah yang tak dapat di bendung lagi.
"Buka pintunya aldrian.. aku mohon.. hiks..hiks.." ucap afshah lagi dalam tanggisnya
"Ciklik"
Pintupun terbuka.
Afshah yang mendengar suara pintu terbuka menoleh kebelakang tanpa mengubah posisi duduknya.
"Afshah" lirih aldrian
Afshah langsung berdiri saat mendengar aldrian menyebut namanya dan langsung memeluk tubuh aldrian.
"Aku rindu kamu al.. aku merinduimu" tanggis afshah dalam pelukan aldrian.
Aldrian menaikan tanganya hingga penggangang afshah.
Pelukan yang selama ini ingin dilakukannyapun terlaksana.
"Aku salah shah.. aku yang salah" suara aldrian penuh penyesalan
__ADS_1
"Tidak.. kita sama-sama salah aldrian.." ucap afshah mempererat pelukakannya.
"Tapi.."
"Bertepuk tidak bisa sebelah tangan aldrian. Jika kamu menyalahkan dirimu lagi. Maka aku akan melakukan hal yang sama" ancaman afshah menatap wajah aldrian yang mevuatnya mendongak ke atas karna tingginya aldrian.
Wajah pucat aldrian yang terlihat jelas di depan afshah.
Afshah melonggarkan pelukanya.
Menyetuh lembut wajah putih aldrian.
"Jika kamu ingin menyiksa dirimu lagi. Aku akan melakukanya juga. Dan jika kamu ingin semua kembali seperti dulu.. mari kita mulai kakukan dari awal bersama-sama" ucap afshah menatap lembut manik mata aldrian.
"Apa aku masih bisa kembali?. Apa aku pantas, saat semua tak lagi aku miliki?" Ucap aldrian lemah.
"Aldrian suadraja. Aku afshah tak pernah melihat dari apa yang kau miliki. Tapi aku hanya ingin memiliki ini" ucap afshah menunjuk dada bagian kiri aldrian di ujung ucapannya.
" Apa aku benar-benar masih pantas untukmu?" Ucap aldrian menatap sendu mata afshah.
"Cup"
Bibir afshah seketika merada pada bibi aldrian membuat tubuh aldrian kaku.
"Tak ada yang pantas memiliki diriku selain aldrian suadraja" ucap afshah setelah melepasakan kecupannya.
Wajah aldrian seketiak tersenyum.
Membuat hati afshah menjadi tenang.
"Baiklah.. aku akan sembuh.. pastu akan sembuh" ucap aldrian optimis.
__ADS_1
Senyum merekah kembali di hadiahkan afshah.
Membuat aldrian kembali mepererat pelukanya.