
HF #47
Hai..hai..
Ini novel kedua ku di sini..
Semoga kalian suka..
Jangan lupa LIKE yach?!!😁
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
..............
"Bagaimana afshah bisa berkenalan dengan si pria se sukses itu?" Tanya damian lagi.
"Entahlah. Ini sisitv taman yang gue dapat" jimmy meberikan ponselnya pada damian
"Si pria menghampiri dan terlihat membantu afshah yang hampir terjatuh" ucap damian mendiskripsikan kejadian yang dilihatnya
" sayapun berfikir begitu" jawab jimmy
"Apa kau sudah melihatkan ini semua pada aldrian?" Tanya dave memperhatikan video di ponsel jimmy
"Belum.. aldrian belum bisa berfikir jernih saat ini. Aku takut ini akan menjadi bumerang buat afshah" jawab jimmy
"Berarti kau sependapat dengan kami. Kalau saat ini afshah dalam bahaya" ucap damian
"Ya.. menurut aku begitu.. dan pelakunya orang yang paling dekat aldrian" ucap jimmy lagi
"Kau sudah tau pelakunya?" Tanya dave
__ADS_1
"Belum bisa ku pastikan. Hanya saja aku masih mencurigainya" jimmy menjawab
"Baiklah.. kau telusurilah terus" jawab damian.
" namun. Setelah pertengkaran sore itu. Apa aldrian kembali bertengkar dengan afshah?"
Tanya dave
"Tidak. Aldrian pulang Pagi dan langsung kekantor seperti biasa. Entah kenapa sedari siang di kantor aldrian terlihat gelisah. Hingga pukul 2 tadi memutuskan buat pulang. Namun, yang kami temunkan afshah bersimbah darah di tempat tidurnya dan di bibirnya selalu berucap minta tolong , Aldrian melarikan afshah ke sini, Aku memeriksa semua pelayan dan bodigur di rumah aldrian." Cerita jimmy di dengarkan dengan khusuk damian dan dave.
"Bagaimana hasil dari pemeriksaanmu?" Tanya dave ke jimmy
" ada seorang pelayan yang sudah pergi sedari siang tadi." jawab jimmy lemah
"Ciih.. sebegitu lemah pengawasan di rumah aldrian?" Ucap damian bernada meremahkan.
"Gue rasa aldrian tak tau akan pelayan tersebut" jawab jimmy
" iya.. dia baru pagi ini mulai masuk kerja. menurut penuturan pelayan anna" jawab jimmy
" hebat.. seorang aldrian kecolongan berakibat kehilangan penerusnya" jawab damian semakin meremehkan aldrian
" jangn remehkan sahabat loe seperti itu. Aldrian berfikir bahwa semua orang kepercayaannya tak mingkin berkianat" jawab jimmy tenang
"Maksud loe?" Tanya dave yang juga penasaran setelah lelah hanya menyimak.
" pelayan tersebut adalah titipan seseorang kepercayaan aldrian yang bertugaskan untuk menjaga afshah selama kehamilannya. Begitu menurut penuturan pelayan anna.
Karna itulah pelayan anna tak bertanya lebih banyak. Menurutnya kehamilan afshah akan menjadi suatu kebagian di rumah aldrian." Ucap jimmy
"Gue belum bisa menyebut nama orang tersebut pada aldrian, sebelum gue selidiki lebih lanjut.. gue rasa ini hanya jebakan"
__ADS_1
Analisa jimmy lagi.
"Apa loe sudah periksa sisitv rumah aldrian?" Tanya damian
"Semalam sudah" jawab jimmy
"Hasilnya?" Tanya dave
"Seperti yang kita bicarakan tadi.
Aldrian terlihat cekcok dengan afshah di kamarnya kemaren. Afshah sempat pingsan. ryan terlihat memeriksannya. Setelahnya aldrian keluar dan tak balik-lagi. Cicitv hari ini belum sempat gue cek" jawab jimmy
" baiklah jimmy, setidaknya kami sudah dapat sedikit info dari loe.
Gue ke rumah aldrian mengcopy cicitv dan kembali kesini mencek afshah sebentar karna kamipun harus berlanjut untuk kembali ke itali hari ini. Ada hal yang mendesak mengahruskan kam8 balik hari ini" ucap damian
"Kalian tidak mau membantu aldrian?" Tanya jimmy kecewa.
"Kami tak ingin lagi aldrian berfikir kami mencampuri urusan rumah tangganya" jawab damian
"Aldrian tak butuh kami jimmy. Tapi, kami akan coba selidiki tanpa sepengetahuan aldrian" jawab dave
" jangan terlalu memikirkan ucapan aldrian. Loe tau di dalam keadaan kalut. " jawab jimmy.
" iya.. tapi kami harus berangkat untuk pekerjaan kami yang mendesak jim" ucap damian.
Hanya di jawab anggukan paksa dari jimmy.
Dave dan damian berdiri dari duduknya.
Damian menyentuh pundah jimmy sebelum melangkah dan Dave memberi senyum semangat menatap wajah lesu jimmy.
__ADS_1
Mereka melangkah meninggalkan kantin rumah sakit menuju rumah aldrian.