
HF #64
Hai..hai..
Ini novel kedua ku di sini..
Semoga kalian suka..
Jangan lupa LIKE yach?!!😁
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Apa kakak tau.. kepergian kakak yang beberapa bulan sudah buat saham perusahan kak aldrian menurun dan saat ini kemungkinan kak aldrian akan jatuh miskin. Di tambah dengan depresi berat yang di alaminya tak akan mampu membuat perusahannya kbali bangkit" ucup airah lirih.
"Kenapa kau begitu membelanya setelah apa yang di perbuat padaku?" Ytanya afshah pada airah.
"Kakak benar. Seharusnya kak aldrian tak perlu berbuat apa-apa pada kakak.. tak perlu menjerat kakak denga perjanjian yang hanya bernilai 10 juta, tak perlu membantu penyembuhan bapak, tak perlu mambayar lunas hutang pada rentenir di kampung. Agar kakak bisa hidup bahagia dengan anak seorang rentenir itu dan kita tak perlu ada di sini saat ini" ucap airah sontak membuat tubuh afshah bagai tak bertulang jatuh terduduk pada lantai rumahnya.
Airah mengorek saku celanya danengelurakan benda persegi.
" apa kakak tau. Betapa menderitanya kak aldrian?"
Tanya airah dan memainkan layar poselnya sejenak.
"Bapak, ibu. Lihatlah kak aldrian orang yang selama ini membatu kita tanpa kita sadari hingga kita berada di sini." Ucap airah menaruh ponselnya di atas meja seketika bapak dan ibu airah mendekat memperhatikan bagaimana aldrian di dalam video tersebut.
"Kamu tidak salah shah.. aku yang salah.. aku yang membuat kamu menderita..
Aku yang salaaaah shah...
__ADS_1
Aku yang salah...." ucap aldrian berkali- kali sembil menanggis di sudut sebuah ruangan.
"Aku yang ssalah.. anakku pergi juga salahku shah.. aku tak bisa menjaganya.. aku tak bisa menjaga kamu shah dan juga dia.. hoks... hikss.." ucapan dan tangisan aldrian masih di sudut ruangan dengan sebuah kertas hitam ditangannya.
Afsah menanggis pilu melirik video yang begitu panjang namun ucapan aldrian hanya itu saja yang di ulang..
Rasa bersalah..
Ucapan mintak maaf.. serta kehilangan bayinya serta foto hasil USG afshah yang di temukannya waktu itu sering di peluknya walau dalam tangisannya.
"Apa kakak tak merasakannya?" Tanya airah dalam tangisnya.
"Apa kakak fikir setelah kehilangan kakak di rumah sakit dia lupa tanggung jawabnya?" Tanya airah lagi.
"Kak.. saat itu aku ke jakarta buat melakukan beberapa tes. Aku melihat betapa terguncangnya kak aldrian walaupun selalu di tutpinya saat berhadapn dengan ku" ucap airah
"Dan satu lah lagi.." ucap airah namun melangkah meninggalkan ruangan menuju kamarnya.
Ayah dan ibu afshah juga belum mampu berbicara karna tau akan shok yang di alami afshah saat ini.
"Ini.." ucap airah menyerahkan sebuah buku tabungan pada meja di samping ponselnya.
Afsahah hanya melirik sejenak pada buku tabungan yang di berika airah.
"Ini adalah uang pemverian kakak, kan damian dan kak dave, semua ara masukan pada buku tabungan ibu " ucap airah
"Selama ini.. kak aldrian telah melaksakan janjinya untuk membiayai kuliah airah" ucap airah tenang
"Bukanya semua di urus oleh suruahanya kak damian?" Tanya afshah yang masih sesegukan.
__ADS_1
"Tentu kak jimmy membayar lebih pada orang suruhan kak damian untuk menutup mulutnya" jawab airah.
Seketika mata afshah metapa airah.
"Jadi selama ini kamu selalu berama aldrian?" Tanya afshah
"Iya.. dan ide pernikahan itu adalah ide airah. Agar kakak cepat kembali" ucap airah.
"Kak aldrian menerima apapu sekweksinya asalkan kakak bisa berkumoul bersam ayah dan ibu disini. Tanpa harus bersembunyi terlalu lama lagi" ucap airah membuat afshah tercengang.
"Namun, perpisahan yang tercipta membuat kak aldrian tak sanggup bertahan denga penyesalnnya sehingga minuman dan hidupan yang tak teratur membuat tubuhnya lemah hingga saat iini menderita depresi berat " ucap airah lemah.
Afshah menciba berdiri.
Setelah berhasil berdiri dengan lunlai berjalan menuju kamarnya.
"Airah. Apa aldrian akan baik-baik saja?" Tanya yang bapak
"Insyaallah pak.." jawab airah
"Apa kita bisa menjenguknya?" Tanya sang ibu
"Bisa bu.. malah itu sangat baik" ucap airah..
Walaupun aldrian dan aftah tak bersama.
Namun di hati mereka aldrian tetaplah menantu mereka.
Walaupun mereka tak mengetahui jelas kejadian yang menimpa rumah tangga afshah dan aldrian.
__ADS_1
" ibu. Ayah.. tak usah khawatir. Aku yakin kak aldrian dan kak afshah punya jalan mereka sendiri.
Kita doakan saja yang terbaik buat mereka" lanjut airah menatap sendu dua orang tuanya yang terlihat khawatir akan aldrian dan afshah.