
HF #20
Hai..hai..
Ini novel kedua ku di sini..
Semoga kalian suka..
Jangan lupa LIKE yach?!!😁
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
........... .....
Tiga hari dua malam mereka menginap di rumah afshah..
Ayah afshah sudah di perbolehkan kembali pulang kerumah walau masih dalam keadaan lemah..
"Bapak...afshah balik pagi ini" pamit afshah pada ayahnya yang masih berbaring pada tempat tidurnya.
Mata sayu sang bapak Menatap lembut wajah anaknya yang bicara..
"Kapan pernikahan kalian nak?" Ucap sang bapak menoleh pada calon menantunya.
"Dua hari lagi pak?" Jawabnya
Mendekati ranjang ayah afshah.
Duduk pada kursi yang memang di sediakan afshah di sana untuk tempat duduk menyuapi makan ayahnya semalam..
Tangan yang lemah menempel pada tangan yang begitu terlihat kuat pada tepi tempat tidur.
"Bapak serahkan dia padamu..
Bapak mohon bahagiankanlah dia" ucapnya sayu
Menatap penuh harap.
Aldrian nampak sedikit mengganggukan kepalanya tanpa adanya suara.
"Terimakasih" ucapnya tenang.
__ADS_1
"Aldrian..semua sudah beres" tetiba suara jimmy di depan pintu kamar ke arah aldrian .
"Baiklah Pak..kami pamit dulu" ucap aldrian berdiri kembali dan melangkah meninggalkan afshah yang masih berdiri menatap pilu sang ayah.
"Bapak...afshah pamit..jaga kesehatan bapak ya?!!.. airah afshah bawa penganti bapak di sana" ucap afshah minta persetujuan
Sang ayah nampak tersenyum dan menggangguk tanda persetuannya di kabulkan..
Afshah mendekati sang ayah mencium kedua pipi, kening dan mencium tangannya di akhir.
Dengan langkah berat dan lemah meninggalkan kamar sang ayah. air mata di pipi sebagai tanda kepedihan di hatinya..
Pagi ini jimmy kembali mengendarai mobil menuju ke kota.
Nampak afshah dan aldrian diam terpaku dengan fikiran mereka masing-masing pada kursi belakang..serta Airah yang duduk di sampingnya memperhatikan jalanan di depannya yang tegh mereka lewati..
Aldrian nampak berkutat dengan beberapa file di leptopnya.
Sesekali mengerutkan keningnya memperhatikan pada layar dan kadang kala wajah serius memainkan jarinya pada alphabert leptopnya..
Afshah tak menghiraukan akan kegiatan aldrian.
Afshah menyandarkan kepalanya pada kaca jendela mobil memperhatikan jalanan melalui jendela mobil di sampingnya..
mengela nafasnya yang terasa begitu berat..
.......
"Aldrian..afshah kita sudah sampai" suara jimmy membangunkan dua insan pada jok belakang yang tertidur.
kepala afshah berada pada dada bidang aldrian,kedua tangan aldrian merangkul tubuh afshah dan kepala aldrian bersandar pada puncak kepala afshah..
"Nampak manis" ucap airah spontan merik ke romantisan kakaknya.
Seketika ponsel di jarinya langsung memotret moment langka menurutnya.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya jimmy dengan menyembunyikan senyum dengan lenganya.
"Kak afshah tak pernah sedekat ini dengan siapapun" ucap airah setengah berbisik.
"Aku hanya mau menggabadikannya" ucapnya lagi masih dengan setengah berbisik.
__ADS_1
"Tapi..ni orang kok susah banget bangunnya"ucap jimmy kesal menatap spion di depannya
Dan memilih turun dan membanting sedikit pintunya di ikuti oleh airah melakukan hal yang sama..
Mereka berdiri di luar mobil dengan saling menatap dan tersenyum jahil..
Dari dua kali suara keras berhasil membuat dua insan di dalam terbangun.
Rasa canggung tersirat di wajah mereka melepas dengan cepat rangkulannya.
"Kenapa kau tak membangunkanku" ucap aldrian bernada kesal saat berhasil keluar dari dalam monil..
"Kau saja yang tak mau bangun dari tempat ternyamanmu" godanya yang mengikuti langkah aldrian kedalam.
Afshah hanya diam mengikuti dua manusia yang saling berdebat hal yang menurutnya sepele.
"Deck..sekarang..tidurlah disini"
Ucap afshah memasuki kamar masih ada barang-barangnya yang lama.
"Kakak tidur di sini juga kan?" Tannyanya
Membuat afshah mematung.
"Bagaimana caraku menjawabnya?" Batin afshah
"Kak?" Tanya airah yang tak mendengar jawaban
"I...iya..kakak juga tidur disini..tu..tu kan barang-barangnya kakak" ucap afshah terbata-bata
"Kenapa kakak gugup saat menjawabnya?" Selidik airah
"Maaf deck..kakak lagi banyak fikiran saja" ucap afshah sigap
Dan dusuk di ranjang di samping airah
"Kalau gitu airah mandi dulu kak..airah bisa pakai barang-barang kakak kan?" Tannyanya menatap kardus yang masih berjejer pada sudut kamar
"Tentu" jawab afshah mantap.
Melirik barang-barang lamamnya.
__ADS_1
"Ya sudah..mandilah..kakak ke atas dulu" teriak afshah meninggalkan airah yang sudah berada dalam kamar mandi.