Afshah

Afshah
hf 15


__ADS_3

HF #15


Hai..hai..


Ini novel kedua ku di sini..


Semoga kalian suka..


Jangan lupa LIKE yach?!!😁


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


...............


Tak terasa 1 jam perjalanan..


Aldrian masih di sibukan dengan kertas-kertas yang di berikan jimmy padanya tadi pagi..


"Tidurlah..aku akan membagunkanmu saat sampai" suara aldrian mengalihkan afshah yang menatap pepohonan di pinggir jalan dari kaca pintu mobil membawanya menoleh ke arah asal suara


" iya tuan" ucapnya menyandarkan kepala pada belakang tempat duduknya.


Setelah 2 jam memeriksa berkasnya..


aldrian melirik afshah yang telah tertidur dengan kepala yang hampir saja jatuh dari sandarannya..


"Berapa lama lagi kita akan sampai jim?" tanya aldrian menatap ke depannya dan membersihkan berkasnya dan meletakkan ke samping arah pintu di samping tempat duduknya.


"Paling lambat 3 jam perjalan lagi boss" jawabnya melirik spion di depannya


"Aku istirahan bentar" ucapnya mengambil kepala afshah dan menyandarkan pada bahunya..


Kemudian Juga mulai ikut menutup mata tanpa menunggu persetujuan lawan bicaranya.


"Boss..sepertinya saya setuju penuturan wulan 'anda memang sedang dalam keadaan up normal'" batin jimmy melirik bossnya yang menutup mata dari kaca spionnya.


Dalam perjalanan yang terasa begitu sunyi tanpa suara.


Jimmy melirik dua majikan sekaligus orang yang sudah seperti sahabatnya itu terlelap dengan saling bersandar..

__ADS_1


Seketika fikiran jimmy teringat akan panggilan medadak dari sang boss.


Flashback on


Tuuut....tuuu...


Panggilan masuk...


"Malam boss" suara jimmy menggangkat ponselnya pada nada dering yang kedua


"Kosongkan jadwalku 3 hari kedepan dan siapkan mobil kita ke desa xxx besok pagi" ucapnya dingin


"Kenapa mendadak boss" tanyanya


"Kau sekarang sudah mulai cerewet jim?!" ucapnya mode dingin


"Maaf boss...saya akan lakukan sesuai permintaan" jawab jimmy pasrah


"Kau sarapan di sini saja..dan bawa saja file yang harus aku baca. Aku akan coba pelajari di saat waktu luang nanti" titanya


"Siap...ada lagi boss" tanya jimmy membuat suasana hening sejenak


"Apakah yang harus ku bawa saat menjengguk orang sakit dan melamar seseorang?" Tanyanya membuat jimmy di seberang sedikit terkejut dengan penuturan aldrian


"Perlukah aku bawa cincin sebagai pertunangan atau melamar?" Ucapnya


"Sepertinya itu ide bagus boss" ucap jimmy menyetujui ucap bossnya.


"Ok..kamu siapkan semuanya..buah dan juga cincin yang akan ku bawa" ucapnya mengakhiri panggilannya


"Kau memang pintar untuk buat aku gila boss..kenapa aku harus menyetujui ide gilanya tanpa berfikir dulu?!" Sesalnya..


"persiapan buah dan cincin di pagi esok?..akan kah aku harus siap dengan hal gila lainnya?" Batin jimmy melirik ponselnya yang telah meredup.


Jimmy masih melirik ke arah ponselnya lama....


Yerdiam diluar mengisyaratkan, berkecamuk dalam fikirannya..


Mengesek ponselnya dengan ibu jari kemudian memainkan ponselnya kembali..

__ADS_1


Tuuuut...tuuut....tuuut...


Menunggu Panggilan di anggakat.


Namun sampai suara seorang wanita mengatakan.


" nomor yang anda tuju tidak dapat menerima panggilan..tolong hubunggi beberapa saat lagi"


Dengan kesalnya jimmy mencoba sehingga pada panggilan ke limanya..


"Hallo...maaf tuan..kenapa anda menghubungi saya malam-malam begini" suara seorang pria di seberang dengan suara khas orang bangun tidur.


Jimmy melirik jam di pergelangan tangan kirinya.


"Pukul 00.02 pastas dia lambat menggangkat panggilanku" batinnya.


"Hhem.." jimmy berdehem menutupi ke kesadarannya membagungkan orang di tengah lelapnya.


"PerSiapkan cincin untuk bertunangan besok pagi saya akan menjemputnya" ucapnya


"Bagaimana dengan ukurannya tuan?" Tanya di seberang yang tak bisa menolak permintaan seorang jimmy.


"Oh..tuhan aku benar-bemar bisa gila..bagaimana aku tau ukuran jarinya?" Batin jimmy


"Hallo tuan" suara di seberang membuat jimmy tersadar akan sesuatu.


"Nanti aku akan kirimkan ukurannya" ucapnya


"Baiklah tuan..saya akan persiapkan malam ini juga" ucap di seberang dan jimmy langsung memutuskan sambung poselnya dan mencari nama sang boss kembali.


Tuuuut...tuut....tuuut..


"Kenapa kau menggangguku malam-malam begini?" Ucapnya kesal


"Maaf boss..apa kau bisa kirimkan aku ukuran jari orang akan kau lamar?" Ucap jimmy yang kalau di luar kantor berbicara layaknya sahabat dengan aldrian


"Sebentar.." ucapnya dan memutuskan sambut ponselnya..


Tak butuh menunggu lama jimmy mendapatkan apa yang dia inginkan melalui pesan yang kirim aldrian pada nya.

__ADS_1


Dengan sigap jimmy mengirim kembali pada pria pemilik toko persiasan yang di hubunginya tadi.


Flash off..


__ADS_2