
HF #43
Hai..hai..
Ini novel kedua ku di sini..
Semoga kalian suka..
Jangan lupa LIKE yach?!!😁
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Siapa ayah dari bayi itu?"
Ucap aldrian bagaikan petir di telingga afshah.
"Kenapa diam..tak bisa jawab?..atau kau tak kenal dari ayah bayimu?" Bentakkan dan Teriak aldriN membuat afshah semakin terisak.
Bukan terikan atau bentakakan yang muatnya sakit di hulu hatinya namun ucapan aldrian yang seperti tak mengakui janinnya menbuat afshah terhuyun.
"Kau..jangan tinggalkan kamar ini sebelum memberi jawab padaku" ucapnya melangkah meninggalkan afshah yang masih terlihat shock
Kakinya terhenti sejenak saat di depan pintu..
"Kalau ingin tetap disini dan semuanya baik-baik saja..aku tak mau tau bagaimana cara menghilangnya dari tubuhmu" ucapnya dan menghempas keras pintu kamarnya.
Afshah hanya mampu menagisi akan nasibnya kelak.
"Kalian semua kumpul" teriak aldrian dari lantai atas.
__ADS_1
"Kalian berdua jaga pagar depan..kalian berdua bergantian keliling dan kamu jimmy jangan biarkan wanita itu keluar dari kamarnya..kalau sampai kalian lalai..tanggung bakibatnya" suara lantang aldrian.
Menyelesaikan titahnya, aldrian menuruni tangga ke lantai satu dan menuju kearah luar rumah terdengar suara mesin mobil yang meninggalkan pekarangan tumahnya.
Jimmy yang baru saja datang,
Mendapatkan perintah dari aldrian nampak binggung dengan sikap aldrian.
"Perintah satu belum kelar. Ini ada lagi. Apa sebenarnya ini?" Batin jimmy melamgkah menuju kamar afshah.
"Bagaimana mungkin aku masuk ke kamar untuk tanya langsung afshah. Akan datang lagi masalah baru nanti?!" Batin jimmy di depan pintun kamar afshah.
Jimmy akhornya memutuskan ke euang kerja aldrian.
Memperhatikan sisitv yang ada di seluh ruang rumah aldrian.
.......
"Hei..bro...tumben loe siang- siang kesini. Beberapa waktu off tak sanggup tobatnya" ucap malvin melihat kehadiran aldrian di bar nya.
"Biarkan dia duduk dulu" ucap damian menepuk pundak malvin
Dave pun duduk pada meja vvip yang biasa mereka tempati bersama
"Hei...mana jimmy.. sohib yang paling setia sama loe tu?" Tanya damian yang memang suka bicara saat kumpul..
Aldrian tak bicara separah katapun hanya meminum wine yang sudah tersedia pada meja mereka.
Damian menatap tajam aldrian dan dave mencoba mencairkan suasana.
__ADS_1
"Siang-siang begini kamu mau mabok aldrian?..hehe" Tanya dave dengan kekehannya
"Ada apa aldrian?" Tanya damian selidik
"Bukan urusan loe.. lebih baik loe minim saja" jawab aldrian datar
" sudalah damian. Dia bisa melaluinya sendiri" ucap dave menenangkan damian yang tak suka dengan jawaban aldrian
"Baiklah. Semoga loe bedara pada pihak yang tak bersalah" ucap damain tajam
"Tentu" jawaba aldrian tegas
Mereka berakhir larut dalam hidangan di depan mereka.
Aldrian pulang di saat pagi menjelang.
Dia mandi dan menganti pakainya di salah satu kamar tamu di lantai dasar rumanhya.
Jimmy menunggu aldrian di ruang keluarga untuk berangkat kekamtor.
"Kita berangkat jim?" Ucap aldrian
"Ngak sarapan dulu boss" jawab jimmy yang merasa aldrian belum sarapan.
"Nanti saja di kantor" jawabnya senuju pintu utama
"Baiklah" ucapnya pasrah mengikuti keinginan sahabatnya .
Sesampai di kantor aldrian melakukan kegiatan kantornya seperti tak terjadi apa-apa di rumahnya.
__ADS_1
jimmy melaksanakan tugas rutinnya membacakan jadwal aldrian..
aldrian hanya mengacuhnya suara jimmy malah menyibukkan diri dengan file-file di mejanya...