
"Dokter!!" seru Annabelle.
"Bawa mereka ke ruang ICU." pinta dokter.
Beberapa jam kemudian.
"Tuan." panggil dokter.
"Iya, dokter." jawab Franco.
"Tolong temui isteri anda." pinta dokter.
"Bagaimana dengan kondisi isteri saya?" tanya Franco.
"Silahkan anda masuk." pinta dokter.
*KAMAR ICU*
"Sayang." panggil Franco.
Liliana menoleh, wanita itu menatap suaminya dengan tatapan mata yang benar-benar sedih.
"Sayang..," panggil Liliana sambil tersenyum.
"Hemm...," Franco menggenggam tangan Liliana.
"Sayang.. maukah kamu mengabulkan permintaanku?" tanya Liliana.
"Iya, sayang. ada apa?" tanya Franco.
"Sayang aku sudah tidak kuat lagi.. aku sudah tidak bisa bertahan lagi, Bolehkah aku meminta sesuatu padamu?" tanya Liliana.
"Iya, sayang. kamu mau minta apa? Apapun akan aku berikan untukmu." jawab Franco.
"Sayang, bolehkah aku meminta kepadamu sesuatu yang penting?" tanya Liliana kepada suaminya.
"Memangnya ada apa, Sayang. Apapun akan kuberikan." jawab Liliana.
"Aku sudah tidak kuat lagi, sayang. aku sudah tidak kuat.. Aku ingin kamu menjaga Annabelle, Aku ingin kamu menjaga wanita itu. jadikan wanita muda itu sebagai istrimu, jadikan wanita muda itu pengganti diriku." jawab Liliana.
DEG..
DEG..
jantung Franco berdebar begitu kencang, hatinya begitu terkejut dengan perkataan isterinya.
"Sayang..," ucap Franco.
"Tolong penuhi permintaanku..," pinta Liliana.
"Jangan seperti itu, sayang. aku..," Franco terlihat sangat berat dengan semua permintaan Isterinya.
"Aku mohon, Suamiku.. aku mohon kamu penuhi permintaanku." jawab Franco.
"Apa yang harus aku lakukan, apa yang harus aku lakukan? aku tidak mungkin menjalankan semua permintaan istriku." guman Franco dalam hati.
"Aku mohon, suamiku. penuhilah keinginanku yang terakhir...," ucap Liliana.
Franco menatap istrinya, wajah yang begitu kesakitan itu membuat Franco hanya mampu menganggukkan kepalanya. Annabelle yang mendengar semua perkataan Liliana.. wanita muda itu berjalan mendekat wanita yang sedang sekarat itu.
__ADS_1
"Annabelle..," Panggil Liliana.
Liliana meminta salah satu tangan Annabelle.
"Aku minta jagalah Suamiku, aku minta rawatlah dia dengan baik. aku titipkan dia padamu, aku minta kamu selalu menjadi pendukungnya." ucap Liliana.
Annabelle tidak tahu apa yang harus dia lakukan, wanita muda itu menatap Franco sedangkan Franco sendiri menganggukkan kepalanya tanda agar Annabelle mengikuti permintaan istrinya.
Annabelle menganggukkan kepalanya.
"Terima kasih.. terima kasih kalian mau melakukan permintaanku. Maafkan Aku.. aku sudah tidak kuat lagi, suamiku..," ucap Liliana.
DEG..
jantung Franco terasa terhenti, tangan yang digenggam oleh Franco semakin lama tangan itu semakin dingin tangan lemah Liliana perlahan-lahan akhirnya tumbang juga, nafas itu akhirnya terputus. Franco menatap istrinya ,air matanya tiba-tiba menetes.
"Dokter! dokter!" teriak Franco dengan suara yang begitu keras.
"Tolong kalian keluarlah dahulu, Kami akan melakukan penanganan." ucap dokter.
Dua dokter itu berusaha untuk melakukan sesuatu, mereka mungkin berusaha dengan begitu keras, nyatanya usaha mereka tidak dikehendaki oleh Tuhan. Liliana akhirnya menghembuskan nafasnya yang terakhir, wajah cantik itu sudah semakin pucat. tak ada perkataan yang keluar dari mulut Franco, pria itu menatap istrinya yang sudah tidak bernyawa lagi.
"Kenapa harus seperti ini, Kenapa harus seperti ini..," ucap Franco yang terus menetap istrinya.
Beberapa perawat meminta Franco untuk mengurus surat kematian istrinya, namun pria itu tidak menghiraukan perkataan para perawat. akhirnya Annabelle yang harus melakukan semuanya, mau tidak mau Franco harus menerima kematian istrinya. pria itu sudah kehilangan wanita yang begitu dia cintai.
jenazah Liliyana dibawa pulang, pemakaman hari itu menjadi akhir dari perasaan Franco,
DUA HARI KEMUDIAN
"Ada apa Kamu memanggilku, tuan?" tanya Annabelle.
"Apakah ada sesuatu, Tuan?" tanya Annabelle kembali.
"Ini mengenai permintaan istriku." jawab Franco.
Annabelle sedikit tersentak dengan perkataan yang diucapkan oleh Franco.
"Maksud Tuan?" tanya Annabelle.
"Maafkan Aku, maafkan aku karena aku tidak akan bisa menerimamu menjadi istriku. maafkan aku.. karena aku tidak akan bisa menerimamu menjadi pengganti wanita yang sangat aku cintai." ucap Franco sembari menatap foto sang istri.
Annabelle tahu Franco begitu mencintai istrinya, tinggal di rumah itu selama beberapa bulan membuat Annabelle tahu seperti apa pria yang menolongnya itu.
"Seharusnya saya yang harus meminta maaf, tuan. saya yang harus berterima kasih kepada Tuan karena Tuan mau menerimaku, karena tuan mau membawaku pergi dari tempat yang begitu menyiksaku itu." jawab Annabelle.
"Aku akan membantumu apa saja, namun untuk menjadikanmu istriku aku tidak akan pernah bisa. Hanya dia wanita yang aku cintai sampai kapanpun, Hanya dia wanita yang akan menjadi istriku sampai kapanpun." ucap Franco.
Annabelle menunjukkan senyumnya, wanita itu tahu seperti apa mencintai itu.
"Anggap saya sebagai seorang teman, sebagai saudara, sebagai pekerja bahkan sebagai seseorang yang mungkin anda kenal. cukup Anda menganggapku seperti itu." jawab Annabelle.
Franco menatap Annabelle, wanita muda itu pemikirannya benar-benar begitu dewasa. setelah hari itu akhirnya waktu mulai berjalan dengan semua keinginan Annabelle untuk menjadi wanita hebat. menjadi wanita yang tidak akan disakiti oleh siapapun.
BEBERAPA BULAN KEMUDIAN
*PERUSAHAAN FRANS CO*
"Selamat pagi, tuan." Annabelle membawa beberapa berkas ke kantor Franco.
__ADS_1
"Terima kasih, Annabelle." jawab Franco.
Sekarang Annabelle menjadi sekretaris pribadi Franco, menjadi orang kepercayaan pria itu.
"Oya, tuan. nanti siang kita ada rapat dengan salah satu perusahaan." ucap Annabelle.
"Oh ya, nanti jangan lupa belikan aku bunga. setelah kita pulang kita akan mampir ke makam istriku." ucap Franco.
"Baiklah, Tuan." jawab Annabelle yang kemudian tersenyum sembari memberikan beberapa berkas itu.
Annabelle keluar dari kantor Franco, wanita muda itu berjalan menuju salah satu ruangan yang ada di perusahaan.
"Halo, Tuan Gabriel." Panggil Annabelle kepada salah satu direksi perusahaan Franco.
"Halo cantik, masuklah." jawab Gabriel yang kemudian meletakkan ponselnya.
"Apakah aku mengganggu?" tanya Annabelle
"Tentu tidak, Memangnya Ada apa?" tanya Gabriel kembali.
"Nanti siang Tuan Franco akan ada rapat dengan salah satu pemilik perusahaan baja." jawab Annabelle.
"Oh ya, nanti aku juga akan ikut dengan Franco ke perusahaan itu, lagi pula aku juga mau bertemu dengan salah satu klien." jawab Gabriel
"Selalu saja Kamu itu seperti ini, selalu memakai dasi yang tidak benar." Annabelle kemudian membenarkan dasi yang dipakai oleh Gabriel.
Gabriel adalah sepupu dari Franco, pria berusia 35 tahun itu pria lajang yang belum menikah sampai sekarang.
"Oh ya cantik, nanti malam kamu ada waktu tidak?" tanya Gabriel.
"Memangnya ada apa?" tanya Annabelle kembali.
"Aku mau pergi ke pesta salah satu temanku, kamu mau menemaniku tidak?" tanya Gabriel.
"Aku mau lihat jadwalku dulu, takutnya Tuan Franco nanti marah." jawab Annabelle.
"Sepupuku itu selalu saja seperti itu, dia selalu gila kerja bahkan sampai lupa mencari istri." cibir Gabriel.
"Jangan bilang seperti itu padaku, bilang saja sama orangnya." jawab Annabelle yang kemudian menepuk dada Gabriel.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
- Crazy love
- Legend of the dragon kingdom
- Terlempar ke dimensi kerajaan
__ADS_1
- Air mata dan pembalasan