AIR MATA DAN PEMBALASAN

AIR MATA DAN PEMBALASAN
KALIAN AKAN MENDERITA


__ADS_3

"Bisakah kamu tidak membuat masalah!" seru David. tubuh yang terasa pusing itu harus dipaksakan oleh David.


"Kenapa kamu malah marah padaku? Seharusnya kamu marah sama wanita genit ini! dia ingin menggodamu dia ingin merebutmu dariku!!" seru Lucia.


"Aku Sakit, aku sakit.. aku tidak bisa menggerakkan tubuhku untuk melakukan sesuatu. Annabelle menyuapiku dan memberikan aku obat." jawab David yang mencoba untuk menjelaskan kepada Lucia.


"Itu hanya alasannya saja kan? dia itu ingin mengambil perhatianmu dariku." cibir Lucia.


Annabelle hanya terdiam tanpa mencoba untuk melawan.


"Berhenti dan jangan berbicara lagi, pergilah dari sini." pintar David.


Lucia sangat marah karena David membela Annabelle.


"Kekasihmu ini sakit sudah beberapa hari, dia memaksakan diri pergi ke perusahaan dan melakukan pekerjaannya. sebagai wanita Kenapa kamu tidak bisa merawatnya? kamu berjalan-jalan tanpa menghiraukannya, dia ini pria yang katanya kamu cintai." tiba-tiba Annabelle mengatakan hal itu.


David menatap Annabelle, tatapan mata itu ada tatapan mata yang begitu menyedihkan.


"Jangan ikut campur dengan urusan kami." ucap Lucia.


"Kamu merebutnya dariku dengan alasan cinta, bukan? kamu merebutnya dariku hanya untuk menguasai seluruh yang dia miliki, hanya karena alasan cinta dia mengorbankan pernikahannya.. dengan alasan cinta dia mencampakkanku. Lalu di mana dirimu ketika dia membutuhkanmu? Di mana dirimu ketika dia benar-benar ingin dirawat? kamu bersenang-senang di luar sana, dia menelponmu berulang kali tapi kamu tidak menjawabnya. kamu ini wanita atau bukan sih? atau jangan-jangan kamu ini hanyalah wanita jadi-jadian?" tanya Annabelle.


DEG..


Tiba-tiba jantung David terasa diremas, jantung yang begitu berdebar itu terasa begitu menyakitkan. benar apa yang dikatakan Annabelle demi Lucia David menghancurkan pernikahannya bersama Annabelle. dengan kata cinta pria itu menyiksa Annabelle.


"Aku sudah bilang kan Jangan urusi urusan kami, kamu itu hanyalah wanita luar!" seru Lucia.


"Seharusnya kamu ingat, aku ini masih berstatus istri David, aku masih sah sebagai istrinya. Walaupun dia tidak mencintaiku tapi aku masih istrinya, kamu wanita yang dia cintai namun kamu tidak bisa memberikan dia perhatian sama sekali. kamu ini harusnya dipanggil apa ya?" tanya Annabelle dengan perkataan yang sangat menyakitkan.


Seketika Annabelle meninggalkan David, Lucia yang hendak pergi itu sangat kesal dengan kata-kata yang diucapkan oleh Annabelle.


"Kenapa kamu diam saja? kenapa kamu tidak memarahi wanita itu?!" seru Lucia.


"Aku sudah bilang Kan aku tidak enak badan, aku tidak ingin bertengkar denganmu atau siapapun." jawab David yang terlihat berusaha untuk berdiri.


Lucia menatap David yang terlihat begitu lemah, terlihat pria itu tidak mempunyai kekuatan.


"Kamu ini menyebalkan sekali sih?! Aku baru pulang kamu malah sakit, gimana kita mau bersenang-senang." ucap Lucia.


seketika David menatap Lucia, pria itu benar-benar ingin marah dengan perkataan yang dikatakan oleh Lucia. bukan seperti ini yang diharapkan David, bukan seperti ini hasil yang ingin dia dapatkan.


"Hari ini kamu jangan tidur di kamar, tidurlah di ruang tamu. Aku ingin beristirahat total." ucap David.

__ADS_1


"Apa maksudmu? kamu ingin mengusirku!" seru Lucia.


"Aku sakit, aku tidak ingin mendengar suara bising yang keluar dari mulutmu." jawab David yang kemudian meminta salah satu pelayan untuk mengantarkannya ke kamar.


Annabelle yang berada di lantai 2, dia menatap pertengkaran antara David dan Lucia. wanita itu nampak tersenyum.


"Ini baru awal, selanjutnya akan ada hal-hal yang menarik akan kalian dapatkan." ucap Annabelle yang kemudian masuk ke dalam kamarnya.


Rencana akan berjalan dengan semua yang harus terjadi, perlahan-lahan Annabelle akan menancapkan cintanya di hati David. wanita itu akan membuat cerita yang benar-benar sangat menyakitkan.


Keesokan hari Annabelle sudah memasak, dia membuat beberapa bekal makanan untuknya dan Franco. Annabelle juga mempersiapkan makanan untuk David.


"Ini untuk siapa, Nyonya?" tanya Vania.


"Ini Itu Tuan David, kalau dia turun tolong kamu berikan sama dia." ucap Annabelle yang kemudian duduk hendak makan.


David berjalan sempoyongan menuju ruang makan, pria itu menatap Anabelle yang sudah mulai makan.


"Ambilkan aku makanan." pinta David kepada salah satu pembantu.


"Aku sudah memasak kan kamu bubur juga kue lembut itu, makanlah." ucap Annabelle.


Vania memberikan makanan yang sudah dibuat oleh Annabelle untuk David, makanan yang baunya tercium begitu harum.. terlihat begitu nikmat hingga membuat perut David sangat keroncongan.


"Aku bisa mengerjakan semuanya sendiri, Aku bukan anak kecil." ucap David.


"Ya terserah kalau begitu." jawab Annabelle yang kemudian melanjutkan makannya.


David benar-benar tidak akan pernah mengira Kalau Annabelle masih memiliki perhatian dengannya, pria itu menatap makanan yang kedua dibuat oleh Annabelle.


"Oh ya berikan tuanmu susu hangat, Biar perutnya tidak sakit. Aku yakin dia masih selalu suka minum minuman keras." ucap Annabelle.


Terasa semilir angin berhembus di jantung David, pria itu tidak akan pernah mengira Anabelle masih baik padanya. perlahan-lahan David memakan makanan yang dibuat oleh Annabelle. tak berselang lama tukang perusuh datang dengan masih memakai pakaian tidur dan make up yang masih melekat.


"Ambilkan aku makanan!" seru Lucia. dengan segera Dia meminum orange juice yang sudah tersedia di meja, dia tidak bertanya kepada David Apakah dia sudah sehat atau belum atau bagaimana.


David tidak menghiraukan Lucia, pria itu memakan masakan Annabelle dengan perasaan yang bercampur aduk.


"Kamu makan apa, Sayang? kenapa kamu makan makanan seperti ini?" tanya Lucia.


Bubur yang sudah dimakan oleh David dan beberapa lauk serta kue lembut yang sudah dibuat Annabelle.


"Kamu tidak usah bertanya, makanlah aku tidak ingin mendengar suara bising mu itu." ucap David.

__ADS_1


Annabelle yang mendengar perkataan David ingin sekali wanita itu menertawakan Lucia, namun dia harus bersikap biasa Karena Dia tidak ingin semua rencananya gagal.


"Siapa yang memasak masakan ini untuk Tuan David?" tanya Lucia.


"Aku yang memasak, lambung kekasihmu itu mengalami sedikit infeksi jadi dia harus makan makanan lembut agar dia tidak muntah." jawab Annabelle.


"Siapa kamu, kenapa kamu harus memperhatikan suamiku? lagi pula perhatianmu itu tidak dibutuhkan di sini!" seru Lucia.


Annabelle tidak menghiraukan perkataan Lucia, wanita itu membersihkan mulutnya kemudian berdiri.


"Jangan lupa nanti minum obatnya sesuai dosis jangan melebihi." ucapan Annabelle yang kemudian pergi.


Tiba-tiba saja David menganggukkan kepalanya, terlihat pria itu mulai sedikit patuh kepada Annabelle.


"Beraninya wanita itu mencoba untuk mengambil posisiku!" seru Lucia.


"Aku sudah bilang kan Jangan berteriak-teriak seperti itu, Aku ingin bersantai Hari ini. aku sedang tidak enak badan jadi kecilkan suaramu jika tidak lebih baik kamu tinggal di apartemen terlebih dahulu." ucap David yang menekankan kata-katanya.


Vania dan beberapa pelayan yang ada di rumah itu nampak Mereka ingin menertawakan Lucia yang mendapat penghinaan sekaligus pengusiran itu.


"Sayang, kenapa kamu mengatakan hal itu padaku?" tanya Lucia.


"Aku sudah bilang kan Jangan berteriak dan Jangan melakukan sesuatu yang menyebalkan. Hari ini aku tidak ingin diganggu, aku tidak ingin mendengar teriakan dan ocehanmu. lebih baik kamu keluar bersenang-senang atau istirahat di apartemen. aku sudah mulai muak dengan suara teriakanmu itu." ucap David yang kemudian meminta pelayan untuk membawakan sisa makanan ke kamarnya.


Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


- Crazy love


- AIR MATA DAN PEMBALASAN


- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO

__ADS_1


__ADS_2