AIR MATA DAN PEMBALASAN

AIR MATA DAN PEMBALASAN
GABRIEL MELAMAR ANNABELLE


__ADS_3

*HOTEL THE ANGEL*


Di salah satu hotel milik keluarga Gabriel dan Franco, terlihat Gabriel begitu bersemangat dia sudah sampai di tempat itu sembari terus menggandeng tangan Annabelle. mobil hitam yang dia bawa sudah dibawa oleh salah satu pekerja.


"Memangnya kita mau apa kemari?" tanya Annabelle.


"Tentu saja kita akan melihat bagaimana kondisi hotel ini, aku tidak terlalu mengingat semua memori lamaku. tapi hotel ini adalah hotel yang begitu berarti untukku. hotel ini mempunyai kenangan masa lalu yang begitu berharga." jawab Gabriel.


Ketika berada di salah satu ruangan Gabriel mengajak Annabelle masuk ke tempat itu.


"Kita mau apa ke kamar ini?" tanya Annabelle.


"KAMAR VVIP*


"Aku ingin menunjukkan sesuatu padamu." jawab Gabriel.


pintu dibuka, Annabelle dan Gabriel masuk ke dalam kamar itu. sebuah kamar yang begitu megah, kamar yang begitu luar biasa dengan perabotan yang berharga sangat mahal.


"Duduklah di sini, Gabriel." Gabriel meminta Annabelle duduk di salah satu sofa yang ada di kamar.


Gabriel berjalan ke sebuah tempat, dia mengambil sebuah kotak hitam untuk Annabelle aku akan segera memilikimu, aku tidak akan membiarkanmu bersama siapapun.


"Kamu akan menjadi istriku, wanita yang akan selalu aku cintai." guman Gabriel dalam hati. pria itu melangkah mendekati Annabelle kemudian berjongkok di depan wanita itu.


Annabelle terkejut saat melihat Gabriel melakukan hal itu. "Ada apa, Gabriel?"


Gabriel tersenyum kemudian membuka kotak berwarna hitam itu. "Maukah kamu menikah denganku, Annabelle?"


Annabelle begitu terkejut dengan pertanyaan dari Gabriel, kotak hitam berisi cincin berlian yang tidak terlalu besar itu ditujukan oleh Gabriel untuk melamarnya. Annabelle tidak berpikir sejauh ini, tapi di depan matanya Gabriel benar-benar memintanya untuk selalu bersamanya.


"Apakah kamu tidak mau menikah denganku?" tanya Gabriel dengan raut wajah yang begitu sedih.


Annabelle menggelengkan kepalanya, dia harus menghilangkan semua pemikirannya, pria yang ada di depannya adalah pria yang selalu ada untuknya.


Salah satu tangan Annabelle terulur, wanita itu menerima pinangan Gabriel. Gabriel begitu bahagia saat Annabelle menerima pinangannya, dua kaki yang langsung meloncat. kegembiraan yang tidak terbatas bahkan begitu luar biasa.


"Aku akan segera menikahimu, aku akan langsung mengurus surat-surat pernikahan kita!" seru Gabriel sembari memeluk Annabelle.

__ADS_1


Entah apa yang ada di pikiran dan hati Annabelle, namun wanita itu tidak mungkin menolak permintaan Gabriel


Keesokan hari kabar bahagia itu pun disampaikan oleh Gabriel kepada Franco, Franco yang ada di Singapura terlihat pria itu benar-benar sangat terkejut. kedua kakinya begitu lemas ketika Gabriel menelponnya untuk memberi kabar Kalau Annabelle akan menikah dengannya. sungguh miris kisah cinta tiga orang itu.


Tak ada kata yang dikeluarkan oleh Franco, tiba-tiba saja air matanya menetes. dadanya begitu sakit, dia tidak tahu apa yang harus dia katakan. Apakah dia bahagia atau dia kecewa. "Kenapa harus seperti ini? kenapa secepat ini?" Franco begitu frustasi. dia tidak akan pernah mengira Gabriel akan menikahi Annabelle secepat ini.


TOK!!


TOK!!


pintu kantor Franco diketok oleh seseorang, sekarang Franco memiliki sekretaris baru pengganti Annabelle.


"Ada apa?" tanya Franco.


"Tuan, hari ini kita ada beberapa pertemuan dengan para pengusaha." jawab sekretaris Franco.


Tak Ada jawaban yang keluar dari mulut Franco, pria itu menatap langit-langit kantornya dengan perasaan yang begitu frustasi. "Haruskah seperti ini? ataukah memang aku harus sendiri atau hancur sendiri." guman Franco dalam hati.


"Tuan." Panggil sekretaris Franco kembali.


"Pergilah dahulu, nanti aku akan datang ke tempat pertemuan." jawab Franco tanpa mau melihat sekretarisnya.


"Setelah kepergian Annabelle Tuan Franco sudah berubah banyak, dia tidak mau berbicara dengan para karyawan ataupun pemegang saham sekretaris." sekertaris Franco terus menatap bosnya.


Di tempat itu Franco begitu terpukul di, Amerika Gabriel sudah mempersiapkan segalanya. pesta pernikahan yang begitu dia inginkan, pesta pernikahan yang begitu dia dambakan.


"Apa kamu tidak mau mencoba beberapa gaun lagi?" Gabriel membawa Annabelle ke salah satu butik terkenal yang biasa didatangi oleh beberapa orang ternama.


"Entahlah, tapi satu gaun kan sudah cukup. Kenapa harus beli banyak banget?" tanya Annabelle.


Franco tersenyum kemudian merangkul Annabelle dengan erat. "Kita menikah hanya satu kali seumur hidup kan? Lalu kenapa aku tidak boleh memanjakanmu, aku pasti akan memberikanmu yang terbaik, aku pasti akan memberikan segalanya untukmu."


Hari pernikahan sudah semakin dekat, namun tiba-tiba saja Annabelle terus memikirkan Franco. perasaannya tidak bisa terhapus begitu saja, tapi Annabelle sudah membuat keputusan mengenai hidupnya.


"Kenapa kamu begitu mencintaiku, Apakah kamu ingat kalau kamu selalu mengatakan cinta padaku?" tanya Annabelle.


Gabriel nampak berpikir. "Aku tidak mengingat benar bagaimana kita bertemu dan bagaimana aku selalu mengatakan cinta padamu. tapi wajahmu selalu ada di hatiku?" senyum sedikit menyindir dan mengejek ditunjukkan oleh Annabelle.

__ADS_1


"Kamu ini benar-benar pandai sekali menggombal ya? Apa kamu tidak punya kata-kata lain, selalu saja kamu mengatakan hal itu. wanita mana yang bisa tidak tersipu mendengarnya." Annabelle yang kemudian mencubit lengan Gabriel.


"Sudahlah, aku sudah membuat keputusan mengenai hidupku. pria ini adalah pria yang akan menjadi teman hidupku, aku tidak akan menyia-nyiakan dia.:aku tidak akan pernah mengkhianatinya." Annabelle berusaha untuk meyakinkan hatinya yang mulai kebingungan.


Beberapa pakaian akhirnya dibawa oleh Gabriel untuk Annabelle, Besok adalah hari pernikahan. tiga gaun yang dipesan oleh Gabriel sudah dibungkus dengan begitu rapi, sepasang calon pengantin itu terlihat begitu bahagia. keesokan hari Gabriel sudah mempersiapkan segalanya.


Di salah satu kamar hotel Annabelle di rias secantik mungkin, hari ini adalah hari pernikahan. Gabriel terus mencari Franco yang tak kunjung datang, ada rasa gelisah dan rasa bersalah di hati Gabriel yang tiba-tiba melanda. "Kenapa hatiku seperti ini? kenapa aku ketakutan."


"Tuan, salah satu manajer hotel mendatangi Gabriel. Apakah semuanya sudah siap? Apakah pendetanya sudah datang?" tanya Gabriel dengan penuh semangat.


"Semuanya sudah siap, Tuan." jawab manajer hotel.


Dengan pakaian yang begitu sempurna dan wajah yang begitu bahagia. Gabriel berjalan menuju altar pernikahan, di ruang rias Annabelle wanita itu juga sudah di rias dengan sangat sempurna. beberapa pegawai wanita terus menjaga Annabelle.


"Nona Annabelle sangat cantik." puji salah satu karyawan wanita.


"Terima kasih." Annabelle tersenyum ketika mendapatkan pujian dari beberapa karyawan wanita.


Waktu pernikahan pun sudah datang, Annabelle berdiri sembari menatap cermin yang ada di depannya. "Inilah jalan yang sudah aku pilih, inilah jalan yang sudah ditakdirkan untukku." Annabelle berusaha untuk menenangkan hatinya.


Beberapa karyawan wanita akhirnya berjalan meninggalkan Annabelle, para wanita itu memberitahu Gabriel kalau mempelai wanita sudah siap. salah satu karyawan wanita tersenyum malu ketika melihat Gabriel begitu tampan.


Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


- Crazy love

__ADS_1


- AIR MATA DAN PEMBALASAN


- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO


__ADS_2