
"Aku dengan begitu egois nya menyuruhmu untuk bersama dengan Gabriel, dengan begitu tidak tahu dirinya aku memintamu untuk selalu bersamanya. aku berpikir untuk melupakan dirimu atas semua yang aku miliki, namun setiap kali aku melihatmu bersama Gabriel hatiku merasa sakit. aku benar-benar tidak akan pernah berpikir merasakan kesakitan seperti ini." Franco memegang erat tangan Annabelle.
DEG..
DEG..
jantung Annabelle berdebar begitu kencang ketika Franco mengatakan hal itu, di hati Annabelle memang selalu ada Franco. walaupun Franco selalu membuatnya merasakan sakit hati namun apalah daya jika cinta sudah merasuk ke Hati, tak akan ada sesuatu apapun yang bisa menghapusnya.
"Apa kamu tidak ingin bersamaku, Annabelle." Franco menatap Annabelle dengan penuh kepercayaan.
Annabelle tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Dia terdiam tanpa bisa menjawab pertanyaan Franco. "Kalau kamu tidak ingin bersamaku aku tahu karena aku sudah selalu menyakitimu, tapi bisakah kamu menjawab pertanyaanku? Aku begitu mencintaimu, Aku begitu menyayangimu dengan semua perasaan yang aku miliki. aku tahu kamu marah padaku karena aku sudah menyerahkanmu kepada Gabriel. aku hanya ingin pria itu bertahan, walau seperti apapun dia adalah saudaraku. namun sekarang dia sudah sembuh, aku ingin memikirkan diriku sendiri, aku ingin memikirkan kebahagiaanku."
Annabelle menatap kedua bola mata Franco, Annabelle ingin melihat semua keyakinan yang dimiliki oleh pria itu. "Kenapa kamu baru mengatakannya? Kenapa kamu baru berpikir seperti itu? Aku memang mencintaimu tapi haruskah aku melukai Gabriel?"
"Aku juga tidak ingin menyakiti Gabriel, tapi aku juga tidak ingin terus-menerus menyakitimu atau diriku sendiri. Memang aku salah sudah membuat dirimu terluka bahkan membuatmu tersakiti dengan semua yang sudah aku lakukan. tapi aku tidak ingin melakukan itu lagi, aku ingin memiliki perasaan. aku ingin bersama wanita yang aku cintai." Franco menatap Annabelle.
Kedua tangannya terus memegang tangan Annabelle dengan begitu erat. ada rasa yang begitu bahagia ketika Franco mengatakan hal itu, ada rasa yang tidak terkatakan di hatinya. serasa jantung itu berdebar begitu kencang, bahkan terasa dirinya begitu melayang.
"Aku.. aku." perkataan Annabelle terhenti.
"Pergilah bersamaku, aku ingin hidup bersamamu. aku ingin menikah denganmu." Franco mencoba meyakinkan Annabelle.
Annabelle begitu kebingungan, ada rasa bahagia namun ada rasa yang tidak bisa dia katakan. dalam lubuk hati yang terdalam Annabelle ingin sekali bersama dengan Franco, tapi di sisi lain Annabelle tidak ingin menyakiti Gabriel. "Aku ingin kamu memikirkan kebahagiaanmu, Aku ingin membawamu pergi dari sini." pinta Franco.
Annabelle tidak menjawab, wanita itu hanya terdiam dengan semua kebingungan yang ada di pikirannya.
__ADS_1
"Nanti siang aku akan membawamu pergi, kita akan tinggal di Meksiko untuk ke berapa waktu. aku akan mengurus bisnisku di sana dan aku juga akan mempersiapkan pernikahan kita." Franco menyentuh pipi Annabelle kemudian meninggalkan wanita itu. perlahan-lahan Franco keluar dari kamar Annabelle, pria itu akan mempersiapkan makanan untuk wanita yang sudah membuatnya jatuh cinta tersebut.
Di dalam kamar Annabelle memikirkan apa yang harus dia lakukan, di antara dilema yang melanda pikirannya Annabelle juga tidak ingin menyakiti Gabriel. tapi perasaan cinta itu masih ada masih begitu kuat dan tidak mungkin untuk dihilangkan begitu saja. Annabelle menatap dinding berwarna putih yang ada di kamarnya, wanita itu memejamkan matanya mencari jalan yang terbaik untuk dirinya ataupun Gabriel.
Sekitar 30 menit kemudian Franco sudah kembali ke kamar Annabelle dengan membawa makanan yang sudah dia masak. "Makanlah dahulu, aku sudah memasaknya untukmu." Franco membawa nampan berisi makanan juga minuman.
"Jika kita pergi, Apakah Gabriel tidak akan membenci kita?" Annabelle mempertanyakan apa yang akan mereka lakukan.
"Mungkin Gabriel akan membenci kita, dari awal dia tahu kalau aku mencintaimu. dari awal dia tahu kalau aku memiliki perasaan padamu, tapi jalan ini harus kita ambil. Aku tidak akan menyerahkanmu kepada Gabriel, Sudah cukup aku harus memikirkan orang lain Aku ingin memikirkan diriku sendiri." Franco meminta Annabelle membuka mulutnya. pria itu menyuapi Annabelle dengan perlahan-lahan.
Bukan maksud hati Franco menyakiti Gabriel, namun perasaan itu tidak bisa dibuang begitu saja. perasaan itu sudah berkembang terlalu besar. melihat perubahan yang dimiliki oleh Annabelle Franco menelpon anak buahnya pria itu meminta pesawat pribadinya segera menjemput mereka. di salah satu tempat yang ada di California tempat yang sedikit terpencil namun memiliki landasan helikopter.
Franco akan pergi bersama Annabelle, mereka berdua memutuskan untuk mencoba menjalani kehidupan mereka yang baru. bukan demi orang lain lagi, Mereka ingin menjalani kehidupan mereka untuk diri mereka sendiri.
Beberapa jam kemudian Franco sudah bersiap-siap untuk membereskan beberapa barang miliknya. Annabelle tidak memiliki apapun, yang dia pakai hanyalah gaun pengantin yang sudah melekat di tubuhnya.
Dua setel pakaian sudah dibelikan oleh Franco, pria itu memutuskan akan pergi sekarang juga sebelum Gabriel menemukan mereka. di sebuah tempat yang ada di Meksiko Franco akan memulai segalanya. memulai kehidupan yang akan mereka jalani. catatan sipil yang ada di negara itu akan menjadi saksi pernikahan mereka berdua, mungkin tidak ada pesta hanya pernikahan secara negara yang akan dilakukan oleh dua orang itu.
Meksiko menjadi tempat berlabuh 2 orang itu, mereka sudah memutuskan untuk menjalani kehidupan mereka. di salah satu tempat yang ada di sana.. Franco akan mengurus salah satu perusahaan yang tidak diketahui oleh Gabriel atau siapapun. mungkin dari jarak jauh Franco akan mengurus beberapa perusahaannya yang ada di Singapura.
Beberapa hari kemudian Gabriel ataupun David masih belum mendapatkan informasi mengenai keberadaan Annabelle, Gabriel begitu marah.. dia sangat frustasi, sifat yang dimiliki oleh Gabriel perlahan-lahan mulai berubah. pria itu menjadi pria pemarah dengan perlakuan yang begitu kejam.
"Bagaimana mungkin hingga beberapa hari kalian belum bisa mendapatkan keberadaan Annabelle! kalian itu bisa bekerja atau tidak, jika kalian tidak ingin bekerja lebih baik pergi dari sini!!" seru Gabriel.
"Maafkan kami, Tuan. kami tidak mendapatkan keberadaan Nona Annabelle. kami tidak mendapatkan informasi mengenai orang-orang itu." jawab anak buah Gabriel.
__ADS_1
"Bagaimana mungkin calon istriku bisa hilang seperti itu. Aku yakin ada seseorang yang sudah mengambilnya, Apa kalian belum mendapatkan informasi mengenai orang-orang yang dekat dengan Annabelle?" tanya Gabriel.
"Tidak, tuan. yang saya tahu kalau nona Annabelle hanya mengenal Anda tuan Franco dan orang-orang terdekat yang ada di perusahaan." jawab anak buah Gabriel.
"Lalu, kenapa sampai sekarang kalian belum menemukan informasi apapun? kalian sebenarnya menjalankan perintahku atau tidak!" seru Gabriel yang mulai murka.
Anak buah Gabriel tidak berani menjawab, mereka terdiam karena jika mereka menjawab pun itu semuanya percuma karena Gabriel akan tetap marah.
"Coba kalian selidiki apa saja yang dilakukan oleh David ataupun Franco. beberapa hari ini Franco tidak datang ke pernikahanku, dan yang aku dengar kalau David datang ke pernikahanku namun aku tidak mengingat wajahnya." tiba-tiba Gabriel mulai memiliki perasaan curiga kepada mantan suami Annabelle ataupun Franco.
Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- Crazy love
__ADS_1
- AIR MATA DAN PEMBALASAN
- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO