AIR MATA DAN PEMBALASAN

AIR MATA DAN PEMBALASAN
ANNABELLE HAMIL


__ADS_3

Senyum bahagia terpampang jelas di wajah Franco dan Annabelle, sepasang suami istri itu sangat bersyukur atas kado yang sangat indah itu.


"Akhirnya!!" seru Franco. pria itu berteriak dengan begitu keras. kebahagiaan terlihat jelas di wajah sepasang suami istri itu.


Pagi itu adalah pagi yang penuh dengan rasa yang bahagia. Kami adalah pasangan yang sangat bahagia, tuhan memberi kami anugerah yang begitu luar biasa. ungkapan hati sepasang suami istri.


Hari terus berjalan, waktu berlalu dengan begitu cepat. kehamilan Annabelle sudah berusia 4 bulan, kondisi ibu dan anak itu terlihat sehat. Franco selalu ada di samping sang isteri untuk menjaganya, kehamilan Annabelle mungkin akan membuat Gabriel marah dan sakit hati.


"Makanlah buah-buahan itu, sayang." sepiring buah-buahan sudah di kupas dan di cuci oleh Franco.


"Iya, sayang." jawab Annabelle. namun wanita itu tidak memakan buah-buahan itu malah dia membaca beberapa buku novel.


"Heh..," Franco menghembuskan nafasnya. "Makanlah dahulu, sayang." Franco mengambil buku novel yang di baca Annabelle.


"Ihhh.., kok di ambil sih." wanita hamil itu ngambek. "Aku benci kamu." sambil mengerucutkan bibirnya Annabelle menatap sang suami.


"Heh.., iya. nanti kita baca bersama." bujuk Franco.


dengan begitu sabar Franco terus mendampingi istrinya, berusaha untuk membuat wanita itu merasa tenang bahkan merasa sangat bahagia. Gabriel juga sudah mengetahui mengenai kabar kehamilan Annabelle, pria itu tidak pernah menyukai kabar yang membuatnya tidak nyaman itu. dia merasa kalau Franco sudah menghianatinya begitu pula dengan Annabelle. dia juga sudah membuat Gabriel merasakan sakit hati karena apa yang dilakukan oleh dua orang itu.


"Aku tidak akan pernah memaafkan kalian, Aku tidak akan pernah membiarkan kalian merasa bahagia. kalian sudah menghianatiku kalian sudah membuat aku merasakan sakit yang tidak akan pernah bisa aku hilangkan. lihat saja aku akan melakukan seperti apa yang sudah kamu lakukan, Franco. aku pasti akan merebut Annabelle, aku pasti akan membuat wanita itu dan bayinya menjadi milikku." ujar Gabriel.


Dari rasa sakit hati itu berpindah ke sebuah tempat yang tentu saja masih merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Annabelle meminta sang suami untuk membelikan beberapa barang-barang untuk calon bayi mereka. Mau mengatakan apa lagi, jika ibu hamil yang meminta mau tidak mau Franco akan melakukannya. "Memangnya kamu ingin membeli apa saja, sayang?" tanya lembut Franco.


"Aku mau membeli beberapa barang untuk bayi kita." jawab Annabelle.


"Ya sudah kalau begitu nanti kamu cari sesuatu untuk anak kita."

__ADS_1


mobil berwarna silver itu akhirnya melaju ke salah satu pusat perbelanjaan dengan sifat yang begitu keras Annabelle bersikeras untuk meminta suaminya membelikan Semua yang dia inginkan biasanya Annabelle tidak bersikap seperti itu namun setelah dia hamil begitu banyak perubahan yang terjadi pada wanita bumil itu. sekitar perjalanan 25 menit sepasang suami istri itu sudah sampai di salah satu pusat perbelanjaan.


"Kami istirahat dulu di sini, kalau aku membutuhkanmu nanti tolong kamu masuk ke tempat itu." pinta Franco.


"Baik, Tuan." jawab sopir pribadi Franco.


Dengan begitu manja Anabel langsung melingkarkan tangannya di lengan sang suami, bumil itu menatap suaminya kemudian tersenyum. "Suamiku ini selalu tampan, aku suka..," ucap manja Annabelle. setiap hari pekerjaan Annabelle hanya menyanjung suaminya, menggoda bahkan wanita itu selalu saja melakukan sesuatu yang terbilang sangat unik.


"Tentu saja aku sangat tampan, Istriku. kalau aku bukan suamimu Aku tidak akan tampan lho." Franco mencoba untuk menyenangkan sang istri.


"Sayang, nanti tolong kamu belikan aku sesuatu dong." minta Annabelle.


"Memangnya kamu mau apa lagi." jawab Franco dengan begitu sabar.


"Aku mau memakan sesuatu, nanti kalau selesai berbelanja kamu belikan ya." minta Annabelle dengan wajah yang begitu memelas.


"Tidak akan kuberikan padamu, lagi pula jika aku tidak memberikannya pasti aku akan tidur di luar seperti beberapa hari yang lalu kan." Franco menjawab dengan begitu santai.


Di belakang dua orang itu seseorang sudah memantau pergerakan dari Franco dan istrinya. "Tuan, mereka sudah sampai di pusat perbelanjaan. kami sudah mengikuti tuan Franco dan nyonya Annabelle." seorang pria melapor kepada seseorang.


"Baiklah kalau begitu, aku akan ke sana." jawab si pria yang kemudian juga ikut masuk ke dalam pusat perbelanjaan.


langkah kaki yang begitu ceria, senyum yang ditunjukkan Annabelle begitu manis hingga membuat Franco hanya bisa tersenyum menatap sang istri. dari satu toko pindah ke toko yang lain. Annabelle memberi begitu banyak barang, wanita itu sepertinya kalau dia membeli setiap Apa yang dia lihat.


Franco menghembuskan nafasnya dengan begitu frustasi, bukan masalah uang habis namun pria itu membawa begitu banyak barang belanjaan sang istri. "Kok aku seperti pembantu di rumah ya, Aku berjalan tanpa bisa melihat apa yang ada di depanku." guman Franco dalam hati. pria itu berjalan tanpa melihat apa yang ada di depannya, karena tangannya sudah dipenuhi barang-barang bahkan dia juga membawa troli belanjaan yang barangnya sudah sangat tinggi.


"Sayang, tunggu dulu!" seru Franco.

__ADS_1


Annabelle menghentikan langkah kakinya kemudian menatap sang suami. "Memangnya ada apa?"


"Sebentar aku akan menelpon supir kita dahulu biar dia kemari untuk membawa barang-barang kita. aku tidak bisa jalan, maksudku aku tidak bisa melihat jalan. barang belanjaanmu segini banyak." jawab Franco yang kemudian menelepon supirnya.


"Apaan sih, gini aja ngeluh. aku bawa anakmu ini aja berbulan-bulan nggak ngeluh." bumil mulai sedikit sewot.


"Iya iya maaf sayang, sebentar kalau aku tidak menyuruh supir kita membawa.. lalu nanti barang selanjutnya gimana?" tanya Franco .


"Suruh aja pihak dari pusat perbelanjaan mengirim ke rumah kita, toh Kita kan sudah membeli barang-barang di sini gitu aja nggak tahu." sewot Annabelle kembali.


Franco memutar kedua bola matanya dengan begitu jengah, pria itu menatap sang istri yang benar-benar terkadang membuatnya pusing. Ini bukan istrinya, tapi kemauan anak yang ada di dalam perut istrinya yang membuat Franco benar-benar pusing. "Ini anak mirip siapa sih? belum keluar aja seperti ini. kalau keluar gimana jangan-jangan dia ini perempuan kok belanjanya boros banget." guman Franco dalam hati. pria itu menatap sang istri yang mengambil barang tanpa melihat nominal angkanya. ambil sana ambil sini ambil situ pokoknya sekehendak bumil, itulah raut wajah sedikit kesal, kedua alis yang sedikit menempel dengan otak yang juga mulai pusing. Andaikata wanita yang ada di depanku itu bukan istriku mungkin aku akan meninggalkannya karena dia istriku. Yah aku harus melakukan apa yang dia minta. itulah kata-kata yang ada di pikiran Franco.


Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


- Crazy love

__ADS_1


- AIR MATA DAN PEMBALASAN


- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO


__ADS_2