
Hari ini David pergi ke tempat Annabelle, di apartemen yang selalu ditinggali oleh wanita itu. David masih belum mengetahui kalau Annabelle pindah ke rumah Franco, Karena Wanita itu mendapatkan teror selama beberapa hari.
Franco meminta anak buahnya untuk memata-matai tempat Annabelle, dia harus mencari tahu mengenai Siapa orang yang selalu memberikan kado berantai tersebut.
"Bagaimana bisa orang itu berjalan begitu bebas, Aku yakin dia akan terus memberikan kado berantai tersebut." ucap Franco.
Hari ini salah satu anak buah Franco memberi kabar kalau seorang pria datang ke tempat Annabelle.
"Memangnya siapa pria itu?" tanya Franco kepada anak buahnya.
"Saya kurang tahu, Tuan. tapi kemungkinan besar pria itu mengenal nona Annabelle, karena dia membawa buket bunga dan sesuatu." jawab anak buah Franco.
"Cari tahu mengenai pria itu, kemungkinan besar dia bukan orang yang kita cari." jawab Franco.
"Tapi, setelah saya lihat beberapa hari ini melalui tempat tuan Gabriel ada seorang wanita yang berpakaian begitu tertutup. dia meletakkan sebuah tas di depan pintu apartemen Nona Annabelle." jawab anak buah Franco.
"Lalu, apa kamu sudah melihat isi tas itu?" tanya Franco.
"Sudah, Tuan." jawab anak buah Franco.
"Apa isi di dalam tas itu?" tanya Franco.
"Saya melihat pakaian putih yang dipenuhi dengan darah, kemungkinan besar orang itu ingin terus meneror Nona Annabelle." jawab anak buah Franco.
"Baiklah kalau begitu, tangkap wanita itu secepat mungkin. aku yakin dia bukanlah dalang dari teror Ini, kemungkinan orang itu ada di balik layar." ucap prangko.
Setelah melakukan panggilan dengan anak buahnya Franco mematikan ponselnya.
"Aku benar-benar tidak habis pikir, jika dia seorang wanita Memangnya ada permusuhan apa dengan Annabelle?" guman Franco dalam hati.
Tak berselang lama Franco mendapatkan sebuah foto dari salah satu anak buahnya, ternyata yang datang ke tempat Annabelle adalah David.
"Ngapain pria brengsek ini ke tempat Annabelle, membawa buket bunga serta hadiah lagi." kesal Franco yang kemudian langsung menghapus foto yang dikirim oleh anak buahnya.
"Ada apa, Tuan. Kenapa Tuan Franco ngomong sendiri? Apakah ada sesuatu?" tanya Annabelle.
"Tidak ada apa-apa, Oh ya.. aku sudah mengetahui siapa yang datang ke tempatmu, tapi aku belum tahu pasti siapa yang ada di sana." jawab Franco.
"Aku tidak tahu orang yang ingin berbuat jahat kepadaku, tapi yang jelas aku tidak mau orang itu menyakitiku." ucap Annabelle.
"Kamu tenang saja, aku tidak akan membiarkan kamu disakiti oleh siapapun." jawab Franco.
Annabelle menatap ruangan itu, hari ini dia tidak melihat Gabriel sama sekali.
"Tuan Gabriel ada di mana, Tuan?" tanya Annabelle.
"Gabriel?" tanya Franco kembali.
"Iya, Tuan Gabriel ada di mana? apa Tuan Gabriel pergi ke perusahaan?" tanya Annabelle.
Franco bingung untuk menjawab, sesaat kemudian pria itu mengambil sepotong kue yang ada di meja dapur.
"Sebenarnya Gabriel sedang keluar, mungkin dia pergi ke suatu tempat." jawab Franco.
__ADS_1
Annabelle menganggukkan kepalanya.
"Tuan, bolehkah aku bertanya sesuatu?" tanya Annabelle.
"Iya." jawab Franco.
"Semenjak Kapan Tuan Gabriel sakit, tuan?" tanya Annabelle yang membuat Franco langsung terdiam.
"Maksudmu?" tanya Franco yang sedikit terkejut.
"Beberapa waktu yang lalu tidak sengaja saya melihat laporan kesehatan dari tuan Gabriel, Saya melihat hasil medis dari rumah sakit." jawab Annabelle.
DEG..
Franco tidak bisa menjawab, sesaat kemudian pria itu menghela nafasnya sedikit kasar.
"Gabriel terkena tumor otak Sudah beberapa tahun yang lalu, dia baru mengetahuinya sekitar satu sampai dua tahun yang lalu. dia berusaha untuk menyembuhkan dirinya, dia berusaha untuk mendapatkan pengobatan yang terbaik." jawab Franco.
"Lalu kenapa Tuan Gabriel tidak melakukannya?' tanya Annabelle.
"Sebenarnya dia ingin melakukannya, tapi dia takut jika nyawanya tidak tertolong. jika saat dia melakukan operasi atau terapi." jawab Franco.
Annabelle menganggukkan kepalanya,
"Bolehkah aku meminta sesuatu padamu, Annabelle?" tanya Franco.
Ketika Franco mengatakan hal itu ada sesuatu yang membuatnya begitu sulit, ada sesuatu yang membuatnya begitu berat untuk mengatakannya.
"Iya, Ada apa Tuan?" jawab Annabelle.
Annabelle sangat tersentak, memang selama ini Gabriel selalu baik padanya, dia selalu mengutarakan perasaannya namun Annabelle tidak bisa menjawabnya. karena dari lubuk hatinya terdalam dia masih memendam perasaan kepada Franco.
"Memangnya Tuan ingin meminta tolong apa?" tanya Annabelle.
"Tolong kamu yakinkan Franco untuk melakukan operasi pengangkatan tumor itu, tolong kamu yakinkan dia untuk bertahan hidup." jawab Franco.
DEG..
dalam hati Franco benar-benar begitu berat ketika dia mengatakan hal itu, itu artinya Franco meminta Annabelle untuk selalu bersama dengan Gabriel.
"Tuan ingin aku menemani Tuan Gabriel?" tanya Annabelle.
Franco menganggukkan kepalanya, jantung Annabelle begitu tersentak ketika mendengar permintaan Franco. itu artinya Franco tidak memiliki perasaan sama sekali kepada Annabelle, masih tetap sama seperti beberapa tahun yang lalu.
"Hem..., Tuan Gabriel selalu baik pada saya, Tuan Gabriel selalu ada untuk saya, dia selalu mendukung saya. maka dari itu saya akan menemani Tuan Gabriel sampai kapanpun. saya akan menemaninya, membantunya bertahan hidup, saya akan menjadi penopang hidupnya." jawab Annabelle.
Dalam hati dua orang itu sama-sama merasa tersakiti, sama-sama merasakan kesakitan yang sangat luar biasa.
TUT..
tiba-tiba ponsel Franco berdering, pria itu langsung menjawab panggilan telepon tersebut.
"Iya, ada apa." jawab Franco.
__ADS_1
"Tuan, saya sudah menangkap orang yang selalu meneror Nona Annabelle." jawab anak buah Franco.
"Tetap di sana, Aku akan segera ke sana." jawab Franco yang kemudian pergi dari rumahnya.
"Ada apa, Tuan?" tanya Annabelle.
"Aku sudah menangkap orang itu, aku akan segera mengetahui Siapa orang yang sudah menerormu." jawab Franco.
Annabelle langsung berlari mengikuti Franco.
"Kamu mau ke mana?" tanya Franco.
"Saya mau ikut, Tuan Saya ingin melihat Siapa orang yang meneror saya." jawab Annabelle.
"Tidak usah, kamu tidak usah ikut." jawab Franco.
"Tidak, saya mau ikut. saya mau melihat Siapa orang yang terus meneror saya." jawab Annabelle.
Akhirnya Franco mengajak Annabelle ke apartemennya dan Gabriel, sekitar 30 menit kemudian mereka sudah sampai di tempat itu. langkah kaki Franco benar-benar begitu terburu-buru.
"Bagaimana?" tanya Franco.
"Wanita ini yang selalu mengirim hadiah berantai Itu, Tuan." jawab anak buah Franco.
Franco menatap wanita yang ditangkap oleh anak buahnya.
"siapa yang menyuruhmu?' tanya Franco.
Wanita itu diam tanpa menjawab pertanyaan Franco.
"Jika kamu tidak mau menjawabnya aku akan langsung menjebloskan kamu ke penjara." ancam Franco.
Wanita itu tetap tidak mau menjawab. Dia diam tanpa mengatakan apapun.
"Cepat katakan siapa yang menyuruhmu?!" seru Franco yang mulai marah.
"Saya tidak akan menjawabnya karena saya tidak ingin anak-anak saya dibunuh oleh wanita itu." jawab si wanita yang nampak sangat ketakutan.
Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- Crazy love
__ADS_1
- AIR MATA DAN PEMBALASAN
- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO