AIR MATA DAN PEMBALASAN

AIR MATA DAN PEMBALASAN
JANGAN MEMAKAI HATI


__ADS_3

*BEBERAPA HARI KEMUDIAN*


"Kenapa kamu harus menyalahkan orang lain atas semua kesalahanmu? kenapa kamu harus menyalakan orang lain atas semua kebodohanmu. kamu salah, Jika kamu memiliki perasaan padaku kamu salah. Jika kamu memiliki niatan seperti itu.. Kamu hanyalah seorang karyawan, kamu tidak akan bisa menjadi wanita yang aku cintai. Kamu hanyalah seorang karyawan yang aku pandang sebagai karyawan. kamu memiliki perasaan itu sudah lama kan?" tanya Franco.


si wanita nampak tersenyum sembari menganggukkan kepalanya.


"Aku sudah bilang, wanita yang paling aku cintai adalah istriku. kenapa aku harus mencintaimu dan Kenapa juga aku harus memiliki perasaan kepadamu. kamu menganggap aku selalu bersamamu itu sebagai alasan, Bukan tapi yang harus kamu tahu adalah aku tidak akan pernah mencintaimu dan aku tidak akan pernah memiliki perasaan itu. jangan salahkan orang lain atas apa yang telah kamu lakukan, tapi dengarkan aku baik-baik. semua yang kamu lakukan akan mendapatkan hukuman." jawab Franco yang kemudian meminta beberapa anak buahnya membawa si wanita ke kantor polisi.


Anabelle yang melihat hal itu nampak dia sedikit merasakan kesakitan wanita itu, Ternyata wanita itu selama ini mencintai Franco. tapi karena kehadirannya wanita itu benar-benar tersingkir, perasaan itu seperti perasaan yang sudah menghancurkannya. namun bagi Franco perasaan itu tidak ada gunanya, karena dia tidak akan pernah mencintai siapapun. karena di hatinya hanya ada istrinya seorang, buktinya Annabelle juga merasakan perasaan seperti itu.


"Ya sudah kalau begitu, aku mau pergi dahulu.. aku hari ini ada janji dengan salah satu manager cabang perusahaan." ucap Annabelle.


"Kamu tidak usah kemana-mana, kamu akan pergi denganku untuk menemui pria itu." jawab Franco yang kemudian membereskan berkas-berkas yang ada di mejanya.


Si wanita nampak terdiam, sesaat kemudian wanita itu tersenyum kepada Franco.


"Aku tidak pernah menyangka tuan bisa membuka hati kembali untuk Annabelle, Aku tidak pernah mengira kalau tuan akan memiliki hati kepada wanita itu." ucap pekerja wanita yang kemudian dibawa pergi oleh anak buah Franco.


Annabelle terdiam, wanita itu menatap kosong kepada wanita yang sudah dibawa pergi.


"Berani sekali dia melakukan hal ini padaku, lihat saja aku pasti akan memberikan dia hukuman." Franco yang kemudian memakai jasnya kembali dan mengajak Annabelle pergi.


"Kita mau ke mana?" tanya Annabelle.


"Aku mau keluar sebentar, Aku ingin menenangkan pikiranku." jawab Franco.


Terlihat tangan Franco menggenggam erat tangan Annabelle, pria itu benar-benar tidak tahu bagaimana perasaannya. di tempat lain David menenggelamkan dirinya dengan semua pekerjaannya, pria itu tiba-tiba terpikir wajah Annabelle bahkan di benaknya dipenuhi senyum yang ditunjukkan oleh Annabelle ketika berada di dapur.


"Brengsek, Kenapa wajah wanita itu selalu muncul di benakku ucap David yang kemudian meletakkan bolpoin yang ada di tangannya, pria itu berdiri.. dia menatap bangunan bercakar langit yang ada di sekitar perusahaannya.


TOK.. .


TOK..


TOK..


kantor David diketok.


"Masuk." jawab David.


sekretaris David nampak masuk ke dalam ruangan itu, wanita itu memberikan beberapa berkas kepada bosnya.


"Tuan." Panggil sekretaris David.

__ADS_1


"Oh ya, tolong kamu buatkan aku kopi dan Carikan aku makanan." pinta David.


"Baik, Tuan." jawab sekretaris David.


Tumben sekali hari ini David benar-benar merasa enggan untuk mengerjakan pekerjaannya. pria itu terlihat menatap kosong semua tempat yang ada di tempatnya.


salah satu tangan David merogo sakunya, pria itu menatap ponsel yang terpampang foto dirinya dan Lucia bersama Lucia. 3 tahun lebih tidak pernah sekalipun wanita itu mau masuk ke dapur, namun berbeda dengan Annabelle. wanita itu selalu mengurusi David dengan sangat baik, memasak, mempersiapkan segala keperluan David bahkan selalu merawat pria itu.


"Kenapa tiba-tiba perasaanku mulai goyah, kenapa aku merasakan kekosongan di hatiku." ucap David.


Foto yang terpampang jelas di ponsel milik David membuat pria itu menghela nafasnya dengan begitu kasar.


Andai waktu bisa diputar kembali mungkin saja semuanya tidak seperti ini. David tidak mempunyai nomor ponsel Annabelle, foto satu pun dia tidak mempunyai nya, pria itu tidak memiliki apapun mengenai Annabelle. bahkan foto pernikahan mereka pun sudah dibakar habis oleh David setelah pernikahannya bersama dengan Annabelle.


Di restoran terlihat Franco mencoba untuk menenangkan dirinya, pria itu menatap Annabelle dengan tatapan mata yang tidak bisa dia katakan.


"Ada Apa denganmu?" tanya Annabelle.


"Tidak apa-apa, hari ini tolong kamu batalkan semua janji dengan perayaan para rekan bisnisku." pinta Franco.


"Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Annabelle kembali.


"Aku ingin mengistirahatkan tubuhku, pikiranku terlalu berat untuk dibuat berpikir." jawab Franco.


"Kalau lagi tidak enak badan lebih baik tidak usah dipaksakan." ucap Annabelle yang kemudian meminta kepada salah satu pelayan untuk membuat Coklat hangat untuk Bosnya itu.


"Bisakah kamu ke rumah hari ini?" tanya Franco.


"Untuk apa?" tanya Annabelle kembali.


"Bisakah kamu membuatkan aku bubur atau sup seperti waktu itu?" tanya Franco.


"Jika aku ada di sana apa aku tidak akan mengganggumu?" tanya Annabelle.


Karena setelah kematian istrinya Franco meminta Annabelle keluar dari rumahnya, Anggap saja pria itu mengusir Annabelle.


"Ya anggap saja sebagai seorang karyawan kamu menolong bosmu kan." jawab Franco. dalam hati pria itu berdoa agar Annabelle mau ke rumahnya.


"Baiklah kalau begitu, Memangnya kamu mau aku masakan apa?" tanya Annabelle.


"Semua masakan yang kamu masakan akan aku makan." jawab Franco.


"Ya sudah kalau begitu, nanti aku akan ke rumahmu." ucap Annabelle.

__ADS_1


Tanpa mengatakan apapun Franco meminta bill pembayaran restoran, setelah itu pria itu langsung menarik tangan Annabelle kembali.


"Kita mau ke mana?" tanya Annabelle.


"Tadi kan sudah aku bilang ke rumahku, Jadi aku mau beristirahat hari ini." jawab Franco.


siang itu Annabelle pergi ke tempat Franco, memasak untuk pria itu dan sedikit memberikan perhatian. Annabelle sudah tidak berani berharap mendapatkan perhatian dari Franco, namun begitu berbeda dengan Franco. karena pria itu membalik posisi, dulu dengan terang-terangan pria itu menolak Annabelle. namun sekarang terlihat Franco sudah mulai memiliki perasaan kepada Annabelle.


Beberapa jam kemudian semua masakan dan semua keperluan Franco sudah dipersiapkan Annabelle.


"Aku sudah memasak dan aku sudah membuat semua makanan yang kamu inginkan. sekarang aku harus segera pulang." ucap Annabelle.


"Apa kamu tidak mau menginap di sini saja?" tanya Franco.


"Tidak, terima kasih. kalau aku menginap di sini takutnya ketika malam sudah menjelang kamu akan mengusirku." jawab Annabelle sembari tersenyum.


DEG..


jantung Franco sedikit tersentak dengan kata-kata yang diucapkan oleh Annabelle, wanita itu masih mengingat dirinya yang diusir oleh Franco dengan semua alasan.


"Aku akan mengantarkan mu." ucap Franco.


"Tidak usah, lebih baik Aku diantar supir saja. kamu beristirahatlah." jawab Annabelle yang menolak.


Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


- Crazy love


- AIR MATA DAN PEMBALASAN


- TIME TRAVEL KE KERAJAAN KUNO

__ADS_1


__ADS_2